Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Intisari Islam oleh Waktu baca 4 menit 188x dilihat
Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Bagikan Postingan

JAKARTA -- Makar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  bermakna pikiran busuk; tipu muslihat. Makar juga disebut sebagai perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang. Terakhir, makar dijelaskan sebagai perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Ternyata, kata makar diserap dari Bahasa Arab. Banyak ulama menafsirkan makar sebagai tipu daya. Allah SWT pun tidak jarang mengatakan kata makar di dalam Alquran. Di antaranya, QS Ali Imran:54.  Ayat tersebut berarti "Mereka berbuat makar (tipu daya), dan Allah membalas makar (tipu daya) mereka itu. Dan Allah sebaik-baiknya Pembalas makar  (tipu daya)." 

Ayat ini bicara dalam konteks kisah Nabi Isa AS yang merasakan banyaknya orang ingkar di antara Bani Israil. Karena itu, Isa pun mencari penolong-penolong kepercayaan Allah yang disebut dengan Hawariyyun. Artinya, sangat putih maupun cahaya murni.

Merekalah para sahabat Nabi Isa yang memiliki hati tulus, bersih dan dipenuhi keagamaan yang murni. Beberapa histori menerangkan mereka cuma berjumlah 12 orang. Karena itu, Nabi Isa mencari mereka.

Akan tetapi, makar yang dilakukan orang-orang ingkar statis terjadi. Bermacam-macam dakwaan mereka sampaikan kepada Nabi Isa.

Mereka menuduh ibunya berhubungan seks. Padahal, Maryam adalah perempuan suci. Mereka juga menuduh Isa berbuat ketidakjujuran dan khurafat. Mereka pun berupaya untuk membunuh Nabi Isa AS. Lantas, Allah SWT pun mengatakan, akan membalas makar itu. 

Kata autentik tipu daya dalam kalimat itu, yaitu makar. Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah menjelaskan, kata makar dalam bahasa Alquran adalah mengalihkan pihak lain dari apa yang dikehendaki dengan metode tersembunyi maupun tipu daya. Menurut Quraish Shihab, makar ada dua macam. Makar baik dan makar buruk. 'Makar yang buruk tidak akan menimpa kecuali orang-orang yang merencanakannya sendiri.' (QS Fathir:43). 

Jika musuh-musuh Nabi Isa Alaihissalam berbuat makar, Allah pun berbuat makar. Namun, tujuannya baik. Yakni menghalangi hajat makar mereka. Karena itu, Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya. Dia yang Maha Perkasa tak pernah terkalahkan.

Allah mengulur para penipu dan membiarkan mereka melanjutkan rencananya. Namun, ketika tiba masa pelaksanaan, Dia membatalkan maksud mereka. Pada akhirnya, Allah pun memenangkan rasul-Nya dan menyiksa musuh-musuh-Nya. 

 Ayat-ayat tentang makar bertebaran di dalam Alquran. Bisa dicek di dalam QS Ibrahim: 46, QS Ar-Ra'du:42, QS Yusuf:102. Di dalam konteks sejarah Rasulullah SAW, Allah berfirman dalam QS Al Anfal: 30. "Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap, memenjarakan, maupun membunuhmu maupun mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya (makar) dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah sebaik-baiknya pembalas tipu daya."

Said Quthb dalam Fizhilalil Quran menjelaskan, ayat ini mengingatkan apa yang terjadi di Makkah. Kaum Muslimin diceritakan balik sepertiapa hajat tipu daya kaum musyrikin kepada Rasulullah SAW sebagai bekal untuk menghadapi dan mengalahkan mereka. Bukan sekadar selamat dari hajat tipu daya mereka. 

Mereka telah berupaya untuk mengusir maupun membunuh Rasulullah dengan menugaskan pemuda-pemuda dari beberapa kabilah. Pada satu malam, kaum Quraisy bernegosiasi di satu tempat di Makkah. Sebagian dari mereka berkata untuk mengikat Nabi, sebagian lainnya membunuh, ada juga yang berkata usir. Allah pun memberitahukan semua itu kepada Rasulullah sehingga Nabi pergi ke gua. Nabi pun meninggalkan Ali bin Abi Thalib sebagai alternatif sehingga dikira Nabi. 

Saat mereka menyergap Nabi, rupanya pemuda-pemuda itu mendapati Ali. Mereka pun bergeser untuk menelusuri bekas Nabi. Mereka melihat gua Tsur dan hendak menginspeksi ke dalam gua itu. Hanya, mereka membatalkan rencananya karena melihat di gua itu ada sarang laba-laba. Padahal, Nabi dan Abu Bakar As Shiddiq sedang menyelinap di gua itu hingga berlanjut sampai tiga malam. 

Said Quthb menjelaskan, Alquran mendeskripsikan insiden ini sekaligus menghinakan mereka. Manusia-manusia gagah perkasa hanyalah makhluk lemah dibandingkan dominasi Allah Yang Mahaperkasa. Dialah Yang memberlakukan urusan-Nya tanpa ada yang bisa menghalangi karena Dia Maha meliputi segala sesuatu. Makar pun dikatakan hingga tiga kali di beberapa surah dalam Alquran. Tidak lain sebagai penegasan bahwa Allah SWT merupakan sebaik-baik pengatur makar.  Wallahualam.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads