Bunda, pernah berjumpa orang yang selalu merasa paling betul dan seolah tahu segala hal? Memahami langkah mengenali sikap seperti ini krusial agar dapat menyikapinya dengan bijak.
Seseorang dengan sifat tersebut biasanya doyan memamerkan pengetahuan, susah menerima perspektif pandang yang berbeda, serta kerap mau mendominasi percakapan. Akibatnya, musuh bicara merasa tidak dihargai, lelah, alias enggan melanjutkan diskusi.
Menurut psikolog, ada sejumlah ucapan dan perilaku yang sering muncul pada orang dengan karakter seperti ini.
Apa itu ‘sok tahu’?
Istilah ‘sok tahu’ pada dasarnya terdengar seperti seseorang yang bertindak seolah mereka tahu segalanya, padahal jelas-jelas tidak.
“Mereka percaya bahwa mempunyai semua pengetahuan dan jawaban,” ujar psikolog konseling, pelatih, dan pembimbing meditasi di Inggris dan terdaftar di Doctify, Dr. Sarah Jane Khalid, dikutip dari laman Parade, Jumat (17/7/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan ini adalah kejadian nyata di antara orang-orang yang kurang mempunyai kesadaran diri untuk mengenali kekurangannya.
7 Kalimat yang sering digunakan orang yang sok tahu
Sarah membagikan tujuh kalimat umum yang mungkin sering Bunda dengar. Meski tidak selalu berfaedah orang tersebut sok tahu, setidaknya tidak setiap saat, kalimat ini bisa menjadi tanda-tanda mereka memang ‘sok tahu’. Berikut di antaranya:
1. “Sebenarnya, yang mau saya katakan adalah…”
Meski banyak dari kita saling menyela di satu titik alias lainnya, disengaja alias tidak, perilaku ini dapat menandakan bahwa seseorang bertindak seperti orang yang sok tahu, Bunda.
“Individu seperti ini condong percaya bahwa pendapat mereka lebih krusial dan akurat, yang dapat menyebabkan orang lain merasa bahwa pemikiran mereka diremehkan,” ujar Sarah.
2. “Itu kurang tepat, yang sebenarnya Anda maksud adalah…”
Orang yang sok pandai sigap mengoreksi orang lain, apalagi jika itu tentang perihal sepele. Meski perihal ini mungkin dimaksudkan untuk membantu, sering kali dianggap sebagai kritik alias sikap merendahkan, yang dapat menciptakan ketegangan dan emosi tidak nyaman dalam hubungan tersebut.
3. “Kamu tahu, Anda betul-betul kudu mencoba ini…”
Menurut Sarah, orang-orang ini juga terkenal lantaran memberikan nasihat yang tidak diminta, apalagi tentang topik yang sebenarnya tidak mereka pahami.
“Daripada menunggu seseorang meminta bimbingan, mereka mungkin malah memberikan nasihat tanpa diminta,” ujarnya.
4. “Kamu salah paham”
Alih-alih terlibat dalam debat, hubungan dengan mereka sering kali terasa seperti kompetisi, di mana satu-satunya tujuan adalah untuk keluar sebagai pemenang tanpa memperhatikan pokok pembahasannya.
Lebih jauh lagi, mereka mungkin tetap bersikeras ketika orang lain telah mundur alias kehilangan minat, berkeinginan untuk membuktikan bahwa perspektif pandang mereka adalah yang benar.
“Sering kali, motivasi mereka bergeser dari topik yang sebenarnya dibahas ke kemauan untuk memamerkan kepintaran dan pengetahuan superior mereka sendiri, mengubah percakapan menjadi perebutan dominasi,” tambahnya.
5. “Maksudku, kurasa saya mengerti maksudmu, tapi…”
Sekali lagi, orang-orang yang suka membual kudu membuktikan bahwa mereka “benar” dan yang paling berilmu di ruangan itu. Mereka enggan untuk menyatakan sebaliknya.
“Salah satu perilaku yang paling sering terlihat pada orang yang merasa serba tahu adalah enggan untuk mengakui kesalahan” ujar Sarah.
Dia menjelaskan bahwa mengakui kesalahan dapat terasa seperti kekalahan besar baginya. Jadi, sebagai gantinya mereka bakal bersikeras pada pendapat awal alias mengalihkan pembicaraan.
6. “Yah, saya tidak mempunyai semua wawasan/informasi”
Ungkapan ini adalah contoh lain gimana orang yang sok tahu bakal bereaksi ketika mereka salah dan tidak mau mengakuinya.
Meski mungkin terasa lebih nyaman bagi mereka saat itu, akibat yang ditimbulkan sangat nyata.
“Menghindari pengakuan kesalahan tidak hanya menghalang percakapan yang konstruktif, tetapi juga menandakan kurangnya kesadaran diri, sehingga menyulitkan orang lain untuk terhubung alias menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai,” tuturnya.
7. “Sebenarnya…”
Kata ini adalah tanda peringatan bahwa seseorang itu sok tahu. Orang yang secara teratur memulai pernyataan dengan kata “sebenarnya, inilah yang terjadi”, condong memposisikan diri mereka sebagai otoritas dalam suatu subjek, seringkali menyiratkan bahwa orang lain keliru.
Cara bicara ini melampaui sekadar berbagi pendapat, perihal itu dapat terkesan meremehkan dan menjengkelkan lantaran menunjukkan bahwa pembicara sedang mengoreksi orang lain daripada terlibat dalam pertukaran pandangan yang seimbang.
Nah, itulah langkah mengenali orang sok tahu dari langkah bicara mereka. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·