China Tutup Ratusan Bank Terbanyak dalam Sejarah, Ternyata Ini Alasannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 434x dilihat
China Tutup Ratusan Bank Terbanyak dalam Sejarah, Ternyata Ini Alasannya

Bagikan Postingan

China telah menutup 670 bank maupun jumlahnya sederajat hampir seperempat dari total bank yang ada di sana. Penutupan ratusan bank di China ini telah dilakukan sejak tahun 2025. Menurut laporan resmi National Financial Regulatory Administration, bank di China kini jumlahnya 3.139, turun 23 persen dalam empat tahun.

Dikutip halaman Financial Times, penutupan bank di China kebanyakan dilakukan pada bank-bank kecil, baik di pedesaan maupun perkotaan. Salah satu alasannya adalah karena bank-bank kecil rapuh bermasalah. Namun, penutupan bank ini tidak selalu berarti ambruk begitu saja. Ada sebagian bank yang bergabung bank lain, sehingga bank yang lemah eksis di bawah bank yang lebih kuat.

" ‘Penyederhanaan regulasi’ dan menghilangkan potensi terjadinya peristiwa likuiditas di antara institusi kecil", kata Jason Bedford, peneliti tamu senior di East Asian Institute, National University of Singapore.


"Kami belum pernah melihat konsolidasi sebesar ini sebelumnya” sambungnya, dikutip Financial Times.

Bank pedesaan dan bank regional tingkat kota digolongkan menurut tingkat pemerintah daerah yang menaunginya. Bank pedesaan eksis di bawah pemerintah daerah di desa maupun kecamatan, sedangkan bank tingkat kota eksis di bawah pemerintah kota.

Apabila dijumlahkan, aset kedua jenis bank ini lebih dari seperempat dari seluruh aset perbankan China. Hampir semua bank yang baru ditutup adalah bank pedesaan. Meski begitu, bank tingkat kota juga mulai diawasi lebih ketat.

Sebagai salah satu contoh, pada Juli, pemerintah kota Wuhan di China tengah memungut alih Z-Bank. Bank ini tengah mengalami situasi yang sulit. Ini pengambilalihan pertama serupa sejak Baoshang Bank di Mongolia Dalam diambil alih pada 2019.

Menurut perusahaan jasa finansial Moody's, aset Z-Bank pada akhir 2024 sebesar 124 miliar yuan. Bank ini kemudian digabungkan ke Hankou Bank, sesama bank di Wuhan.

Moody's menilai cara ini memberitahu beratnya tantangan yang dihadapi bank-bank daerah yang lebih lemah. Moody's juga mengestimasi konsolidasi akan terus berlanjut, karena regulator berupaya mengatasi konsekuensi di bank-bank daerah yang lebih kecil dan lemah.

Selain rapuh berkendala, Fitch memaparkan karena lain di balik penutupan bank di China, terutama bank-bank kecil. Kualitas aset yang buruk, modal yang rendah, dan tata kelola yang kurang memadai jadi karena penutupan bank tersebut. Penutupan bank ini juga merupakan upaya pemerintah China dalam menguatkan pengawasan terhadap pemberi pinjaman kecil di saat situasi ekonomi yang melambat. 

Bank-bank terbesar China juga tertekan dalam beberapa tahun terakhir. Margin bunga bersih mereka, yaitu selisih antara bunga yang diterima dari pinjaman dan bunga yang dibayarkan untuk simpanan, dikabarkan menyempit.

Pada September, pemerintah mengumumkan tambahan modal sebesar US$54 miliar untuk perusahaan asuransi serta ICBC dan Agricultural Bank of China. Tahun lalu, pemerintah sudah menyuntikkan hampir US$70 miliar ke empat bank negara besar lainnya lewat penjualan saham.

Sementara Shengjing Bank di kota Shenyang, provinsi Liaoning telah menggabungkan bank-bank lain ke dalamnya. Salah satu bank yang diliput Financial Times memajang beragam suku bunga simpanan yang rendah. Seorang staf mengatakan bahwa kini jasa KPR cuma tersedia di satu cabang. Namun, Shengjing tidak menanggapi permintaan komentar.

Suku bunga kebijakan China, yaitu suku bunga rujukan pinjaman tenor satu dan lima tahun, sedang dicermati karena ada kemungkinan diturunkan lagi tahun ini, setelah keterangan ekonomi bulanan memberitahu hasil yang lemah.

Nicholas Zhu dari Moody's mengatakan bahwa seluruh mekanisme perbankan China tengah menghadapi suku bunga yang rendah, bukan cuma bank pedesaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads