Jerawat di jidat anak remaja sering muncul di area yang tertutup poni. Benarkah rambut dan produk rambut bisa menjadi penyebabnya? Ini penjelasannya.
Poni memang bisa bikin penampilan anak remaja makin kece. Namun jika tiba-tiba area jidatnya dipenuhi bruntusan maupun jerawat kecil, jangan-jangan rambut yang setiap hari menempel di dahi ikut berperan?
Pertanyaan seperti ini mungkin pernah muncul di imam Mommies. Apalagi jika jerawat lebih banyak muncul di area dahi dan garis rambut, sementara bagiankecil wajah lainnya relatif aman.
Benarkah Poni Bisa Menyebabkan Jerawat di Jidat?

Foto: Magnific
Bisa berkontribusi, tetapi bukan berarti poni otomatis menjadi penyebab jerawat. Jerawat pada remaja statis sangat berhubungan dengan fluktuasi hormon dan meningkatnya produksi minyak selama masa pubertas.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Rambut yang berminyak, keringat, serta residu dari produk rambut yang menempel pada kulit dapat membikin area dahi lebih gampang mengalami breakout.
American Academy of Dermatology (AAD) menerangkan bahwa produk perawatan dan penataan rambut seperti conditioner, gel, wax, pomade, hingga spray dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik kecil maupun jerawat di sepanjang garis rambut dan dahi. Kondisi ini dikenal sebagai acne cosmetica.
BACA JUGA: Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Jadi, Bukan Poninya Saja yang Perlu Dicurigai
Kalau anak punya jerawat di jidat, Mommies nggak perlu buru-buru menyuruhnya pangkas poni. Coba perhatikan juga rutinitas rambutnya.
Misalnya, apakah rambut anak cepat berminyak? Apakah ia sering menggunakan hair oil, pomade, wax, maupun produk styling lain? Apakah produk tersebut mengenai dahi? Hal-hal kecil seperti ini justru lebih relevan untuk diperhatikan.
DermNet juga mencatat bahwa pomade maupun produk rambut berminyak dapat memperburuk comedonal acne, yang memang sering muncul di area dahi dan dagu.
Bahkan, residu sampo maupun produk perawatan rambut yang tidak terbilas dengan baik juga dapat menumpuk di sekitar folikel rambut dan berkontribusi terhadap jerawat di garis rambut.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Skincare untuk Remaja Acne-Prone, Bantu Kurangi Jerawat Secara Bertahap
Apa yang Bisa Dilakukan Mommies?

Foto: Pexels
Nggak perlu langsung mengganti semua produk rambut anak. Coba amati dahulu polanya.
Kalau jerawat banyak muncul di dahi maupun garis rambut, bantu anak memastikan rambut statis bersih dan tidak terlalu berminyak. Produk styling juga sebaiknya tidak mengenai kulit wajah, dan sisa produk rambut yang menempel di sarung bantal maupun barang yang sering menyentuh imam sebaiknya dibersihkan secara rutin. AAD menyarankan mencuci barang seperti sarung bantal, topi, dan headband yang mungkin terkena residu produk rambut.
Untuk skincare-nya sendiri, jangan malah membikin anak menggunakan terlalu banyak produk karena histeris melihat jerawat. Rutinitas alas yang sederhana justru lebih masuk pikiran untuk remaja, seperti membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit, dan menggunakan sunscreen sesuai kebutuhan.
BACA JUGA: Skincare Remaja: Mana yang Wajib dan Nggak Perlu?
Kapan Jerawat Anak Perlu Dibawa ke Dokter?
Kalau jerawatnya cuma berupa beberapa bintik kecil, Mommies bisa mulai dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari dan rutinitas perawatannya.
Namun, kalau jerawat semakin parah, terasa sakit maupun dalam, meninggalkan sisa maupun jaringan parut, maupun tidak membaik meski sudah dirawat dengan konsisten, sebaiknya konsultasikan ke tabib kulit.
Dan yang paling penting, jangan sampai anak merasa dirinya “jorok” cuma karena berjerawat. Jerawat memang sangat lazim terjadi saat remaja dan bukan semata-mata akibat kurang giat mencuci wajah.
Jadi, jika si anak punya poni dan jerawat di jidat, nggak perlu langsung menyalahkan poni. Coba lihat juga rambut, produk yang digunakan, keringat, serta kebiasaan sehari-harinya. Kadang, penyebabnya bukan satu hal saja.
BACA JUGA: Cara Memilih Skincare untuk Pra-Remaja Gen Alpha dan 8 Rekomendasi Produk
Cover: Magnific