Jakarta -
Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional balik diperingati di bulan Oktober ini, Bunda. Momen ini menjadi pengingat pentingnya menaikkan kesadaran tentang kanker payudara, termasuk mengenali tanda dan gejalanya sejak dini.
Namun, sepertiapa jika pandemi ini justru terdiagnosis ketika seorang perempuan tengah menanti kelahiran anaknya?
Kisah tersebut dialami oleh seorang perempuan disebut Abby Wilson, yang didiagnosis menderita kanker payudara saat usia kehamilannya mencapai 39 minggu. Diagnosis tersebut tentu menjadi berita yang mengejutkan, karena ia sebentar lagi akan melahirkan anak berjenis gender perempuan.
Kisah Bunda didiagnosis kanker payudara saat hamil
Saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga, Abby Wilson menemukan benjolan di payudaranya ketika mandi. Wilson awalnya mengira itu hanyalah fluktuasi lain pada tubuhnya yang disebabkan oleh kehamilan.
"Awalnya aku berpikir, 'Oh, mungkin kelak juga akan hilang'. Tapi dua minggu berlalu dan rupanya tidak hilang," kata Wilson, dilansir halaman People.
Beberapa minggu setelah melahirkan, Wilson memeriksakan kandungan ke dokter. Ia lantas mengungkap tentang benjolan tersebut selama kunjungan, Bunda.
"Dokter memeriksa payudara saya. Dia berkata, 'Saya sebenarnya tidak terlalu cemas tentang ini. Ini sering terjadi selama kehamilan, tetapi ayo kita lakukan USG untuk berjaga-jaga'," ungkap Wilson.
Tak cuma tabib kandungan, ahli radiologi juga mengatakan kepada Wilson bahwa kemungkinan besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tim medis kemudian berencana untuk berbuat pemindaian ulang setelah bayinya lahir.
"Kebetulan tabib kandungan aku memiliki ahli operasi payudara yang juga bekerja di kantornya. Ketika dia menelepon aku balik untuk memberi tahu apa yang dikatakan ahli radiologi, dia berkata, 'Hei, apakah Anda keberatan jika aku mengizinkan ahli operasi payudara ini untuk memeriksanya?'. Dan aku menjawab, 'Tentu, tidak apa-apa.' Kemudian beberapa hari kemudian, dia menelepon aku balik dan berkata, 'kami pikir Anda perlu berbuat biopsi'," ujar Wilson.
Wilson sedang hamil 39 minggu saat menjalani biopsi. Tak durasi setelah itu, ia mengetahui pengecekan kanker payudara triple-positif. Namun sebelum membahas tentang perawatan kanker, Wilson melahirkan bayinya.
Menjalani kemoterapi usai melahirkan
Seminggu setelah melahirkan putrinya, Wilson berjumpa dengan tabib onkolog untuk pertama kalinya. Empat minggu setelah itu, dia memulai kemoterapi.
Wilson menjalani perawatan hari demi hari sambil juga menjalani hayat sebagai ibu baru. Ia sempat merasa kewalahan, namun akhirnya bangkit demi hayat yang lebih baik di hari esok.
"Saat pertama kali didiagnosis, aku mau memikirkan seluruh perjalanannya. Kemudian aku merasa sangat kewalahan, dan aku berpikir, 'Bagaimana aku bisa melewati ini?' Sampai pada titik di mana aku cuma perlu berpikir, 'Tugas apa yang perlu dilakukan hari ini?'' Hanya itu yang akan aku khawatirkan. Jika aku mesti pergi ke ikrar jumpa dokter, kita akan pergi dan menyelesaikannya, dan kita tidak akan cemas tentang apa yang mesti dilakukan besok," kata perempuan 23 tahun ini.
"Jujur, aku rasa itulah metode aku menyeimbangkan semuanya. Saya menengok ke belakang dan statis berpikir, 'Saya terlebihlagi tidak tahu sepertiapa aku bisa berbuat semua itu'," lanjutnya.
Wilson berupaya untuk statis bersikap positif selama menjalani perawatan. Ia memutuskan untuk menyelesaikan perawatan yang telah dimulai sambil statis menjalani peran sebagai Bunda.
"Pada hari pertama kemoterapi, aku duduk di bangku kemoterapi, dan aku cuma melihat sekeliling, dan itu hanyalah ruang yang sangat gelap dan suram. Tidak ada yang benar-benar tersenyum. Tidak ada yang benar-benar tertawa," ujar Wilson.
"Saat itu juga aku memutuskan bahwa ini tidak akan membikin aku putus asa, dan aku akan mencoba menjadi cahaya paling terang yang aku bisa. Saya berpikir, mungkin para perawat, dokter, dan orang lain yang menjalani kemoterapi, mungkin mereka perlu melihat Tuhan dalam diri saya. Jadi aku memutuskan untuk tersenyum. Saya akan tertawa, dan aku mulai mendokumentasikan perjalanan saya."
Wilson menyelesaikan kemoterapi pada Maret 2026. Pada Mei 2026, ia menjalani mastektomi dobel dengan rekonstruksi. Saat ini, ia sedang eksis dalam fase pemeliharaan perawatan.
Wilson bisa melewati perawatan berkah sokongan dari sekitar, termasuk famili dan komunitas. Selama menjalani perawatan, Wilson juga mulai sering mengunggah postingan di media sosial untuk mendokumentasikan perjalanan kemoterapinya di TikTok.
"Keluarga aku hebat. Saya punya banyak teman. Mereka mendukung saya. Saya mesti segera melepaskan anggapan bahwa aku mesti membiarkan orang lain membantu saya," ungkapnya.
"Saya juga menemukan kelompok di sana (media sosial). Saya menemukan seorang gadis lain yang melahirkan bayinya sehari setelah saya, dan dia memiliki pengecekan yang sama. Saya menemukan kelompok di sana dan menyebarkan kegembiraan serta menjadi sumber inspirasi di media sosial juga mendapatkan sedikit pengikut."
Kehidupan Wilson usai kemoterapi
Setelah menjalani kemoterapi, Wilson kini menikmati perannya sebagai seorang ibu. Wilson mengaku ceria karena kini bisa tinggal berbareng putrinya di rumah.
"Sekarang aku bisa tinggal di rumah berbareng bayi aku selama lebih dari satu tahun pertama kehidupannya, dan itu terasa seperti berkah yang luar biasa. Ya, aku menderita kanker dan semua itu mengerikan, tetapi bisa tinggal di rumah bersamanya adalah berkah yang luar biasa," kata Wilson.
"Itu mungkin hikmah terbesar dari seluruh insiden kanker ini, yaitu bisa tinggal di rumah bersamanya," sambungnya.
Demikian kisah perempuan yang didiagnosis kanker payudara saat hamil 39 minggu. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)