Polisi memeriksa truk pengangkut sound horeg yang diamankan di Mapolres Blitar Kota, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025). Polres Blitar Kota menahan dan menilang 15 truk pengangkut sound horeg berkapasitas besar serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang merupakan panitia penyelenggara pawai akibat tidak mengantongi ijin serta melanggar ketentuan.
Kincai Media, Baru-baru ini, sound horeg kembali menjadi sorotan setelah karnaval yang menggunakan pengeras bunyi berintensitas tinggi dilaporkan menyantap korban jiwa di Jawa Timur. Dalam kurun sekitar sebulan ini, tiga orang dilaporkan meninggal bumi dalam peristiwa yang berangkaian dengan kegiatan sound horeg.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menilai, kejadian tersebut menunjukkan bahwa persoalan sound horeg tidak lagi sebatas intermezo belaka, tetapi juga menyangkut perihal kesehatan, keselamatan, ketertiban umum, dan dampaknya terhadap masyarakat.
Persoalan demikian sebelumnya telah menjadi perhatian Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Timur melalui Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg, yang ditetapkan di Surabaya pada 12 Juli 2025.
Fatwa tersebut sejatinya tidak serta-merta mengharamkan teknologi pengeras suara, melainkan memberikan norma berasas langkah penggunaan, intensitas suara, akibat yang ditimbulkan, dan kegiatan yang menyertainya, dikutip dari laman resmi MUI Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).
Latar belakang
Fatwa MUI Jawa Timur tentang Penggunaan Sound Horeg ini berangkat dari kejadian perangkat audio tersebut yang berkembang di sejumlah daerah dan memunculkan pro-kontra di tengah masyarakat. MUI Jawa Timur sendiri menerima permohonan fatwa dari masyarakat pada 3 Juli 2025.
Pada saat yang sama, petisi penolakan terhadap sound horeg telah ditandatangani oleh 828 orang dan perbedaan pandangan mengenai kejadian itu dinilai berpotensi memicu bentrok horizontal.
Merujuk pada fatwa tersebut, sound horeg didefinisikan sebagai sistem audio dengan potensi volume tinggi yang umumnya menonjolkan gelombang rendah alias bass. Istilah horeg berasal dari bahasa Jawa yang berfaedah bergetar alias bergerak, menggambarkan karakter bunyi yang dapat menimbulkan getaran kuat.
Angkat bicara nasib Sound Horeg