ILUSTRASI Puasa.
Kincai Media,JAKARTA -- Puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam dan senantiasa mendapat perhatian dari Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, kedua puasa tersebut memiliki sejumlah keutamaan, mulai dari waktu diperlihatkannya kebaikan perbuatan hingga dibukanya pintu-pintu surga. Berikut keistimewaan puasa Senin dan Kamis beserta lafadz niatnya.
Syekh Khatib Asy-Syirbini (wafat 977 Hijriyah) menerangkan bahwa puasa sunnah pada Senin dan Kamis memiliki keutamaan, karena Nabi Muhammad SAW senantiasa memberi perhatian khusus terhadap dua hari tersebut.
"Sangat dianjurkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, karena Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan puasa pada kedua hari itu. Rasulullah SAW bersabda, 'Keduanya adalah dua hari di mana amal-amal diperlihatkan, maka aku gemar jika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa'." (Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja)
Puasa sunnah Senin dan Kamis memiliki banyak keistimewaan yang membuatnya layak dijaga secara istiqamah. Berikut beberapa keutamaannya, dikutip dari halaman MUI Digital.
1. Amalan yang rutin dikerjakan oleh Rasulullah
Imam al-Baghawi (wafat 516 Hijriyah) menerangkan bahwa puasa sunnah Senin dan Kamis disunnahkan karena Rasulullah SAW membiasakan diri berpuasa pada kedua hari tersebut.
Riwayat dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha mengutarakan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu memilih hari Senin dan Kamis untuk berpuasa.
“Disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, berdasarkan histori dari Aisyah binti Abu Bakar yang berkata: Nabi Muhammad SAW senantiasa memperhatikan dan memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis. (At-Tahdzib Fi al-Fiqh as-Syafi’i)
2. Hari diserahkannya kebaikan perbuatan
Hari Senin dan Kamis dikenal sebagai waktu diperlihatkannya amal-amal manusia kepada Allah SWT. Karena itu, berpuasa pada hari itu menjadi keistimewaan tersendiri, karena seseorang eksis dalam keadaan amalan ketika amalnya diangkat.
Imam ad-Damiri (wafat 808 Hijriyah) menerangkan bahwa maksud diserahkannya kebaikan perbuatan adalah amal-amal manusia diperlihatkan kepada Allah Ta’ala.
Adapun anotasi amalan manusia ditulis oleh para malaikat setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pada siang dan malam hari. Sedangkan dalam setiap pekan, penyetoran kebaikan itu terjadi pada hari Senin dan Kamis.
“Disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku bahagia jika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadis hasan. Yang dimaksud adalah diperlihatkannya amal-amal itu kepada Allah Ta‘ala. Adapun pengangkatan kebaikan oleh para malaikat, maka hal itu terjadi dua kali, sekali pada malam hari dan sekali pada siang hari.” (An-Najmu al-Wahaj Fi Syarh al-Minhaj)
3. Dibukanya pintu-pintu surga
Keutamaan lain dari puasa sunnah Senin dan Kamis adalah karena pada kedua hari tersebut Allah membuka pintu surga. Di hari itu, Allah memberi pemaafan kepada hamba-hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali orang yang statis menyimpan permusuhan dengan saudaranya.