Deteksi Dini Tumor Otak pada Anak, Kenali Gejalanya!

Tips dan Informasi Kesehatan Aug 05, 2026 02:08 PM 1006

 Data dunia menunjukkan, 400.000 anak usia 0-19 tahun terdiagnosis kanker per tahun alias 1000 anak terdiagnosis kanker per hari. Sedangkan dari informasi registrasi kanker di Indonesia antara tahun 2020-2024 terdata 6.623 anak terdiagnosis kanker (data dari 12 rumah sakit).

Kanker pada anak bukanlah penyakit yang dapat dicegah sepenuhnya. Namun, satu perihal yang sangat menentukan angan kesembuhan adalah penemuan dini. Semakin sigap penyakit dikenali dan ditangani, semakin besar kesempatan anak untuk sembuh dan kembali menjalani kehidupan yang sehat.

Guna mengedukasi masyarakat, terutama para ibu sebagai sosok yang berkedudukan krusial di keluarga, Yayasan Ongkologi Anak Indonesia (YOAI) menggandeng IWABRI (Ikatan wanita BRI) Region 6 Jakarta 1, mengadakan edukasi tentang deteksi awal kanker pada anak.

 Rahmi L. Adi Putra sebagai Ketua YOAI mengataan, “Melalui seminar ini, kami berambisi para peserta tidak hanya memperoleh info dari para master spesialis, tetapi juga menjadi pemasok edukasi di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh hari ini semoga dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, teman, maupun masyarakat luas sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan kesempatan untuk didiagnosis lebih awal dan memperoleh pengobatan yang tepat.”

Kanker pada anak tidak dapat dicegah namun dapat diobati

Dalam seminar YOAI dan IWABRI, master ahli anak konsulan hematologi onkologi, dr. Catur Sapariyanto, Sp.A, Subsp. H.Onk. (K) memaparkan, nomor kesembuhan kanker pada anak sangat bervariasi tergantung beragam jenis faktor, seperti biologis kanker, tingkat pendidikan, status sosioekonomi, kepercayaan budaya istiadat dan sistem penunjang kesehatan.

“80% anak dengan kanker dapat sembuh sepenuhnya di negara maju, tapi di negara menengah dan miskin hanya 20% yang pasien kanker anak yang bisa sembuh, bisanya mereka yang terdeteksi di stadium awal,” jelas dr. Catur.

Menurut dr. Catur, aspek keterlambatan pemeriksaan memegang peran besar menyumbang nomor kesintasan yang rendah di negara kita. Selain itu ada aspek lain seperti ketidakmampuan untuk mendapatkan pemeriksaan yang akurat, terapi yang tidak adekuat dan tidak dapat diakses, pengabaian pengobatan, alias aspek pengaruh samping toksik obat kemoterapi.

“Kanker memang nyaris tidak ada indikasi pada stadium dini. Pada anak yang lebih kecil, mereka tidak dapat mengutarakan keluhan. Ditambah minimnya pengetahuan orangtua tentang indikasi dan tanda kanker pada anak mengakibatkan kebayakan datang ke akomodasi kesehatan sudah di tahap lanjut,” tambah dr. Catur.

Dari jenis kanker pada anak yang paling sering ditemui, tiga teratas adalah leukemia, retinoblastoma, dan osteosarkoma. Selebihnya ada kanker ginjal, kanker kelenjar getah bening, hingga tumor dan keganasan pada otak.

Dokter ahli bedah saraf, Dr.dr. Andri Anugerah K., Sp.BS(K), M.Kes., Brigadir Jenderal TNI (Purn) dalam kegiatan yang sama memberikan paparan tentang Tanda dan Gejala Tumor Otak pada Anak. Tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal dalam otak, dapat jinak alias ganas, dan menekan bagian otak lain dan memicu indikasi klinis. Prevalensi tumor otak secara dunia pada anak sekitar 3,6 kasus per 100.000 anak tiap tahun, dan166.925 kasus baru tahun 2020 di Asia. Menurut jurnal Nature (2024), angkanya diprediksi naik 39% pada tahun 2040.


Ada beberapa jenis tumor otak pada anak, di antaranya medulloblastoma, glioma (Astrositoma, dll), ependimoma, dan pineoblastoma.

Gejala Umum Tumor Otak pada Anak

“Orang tua kudu waspada ketika menjumpai tanda dan indikasi umum seperti sakit kepala pagi hari, mual dan muntah, pandangan kabur, kejang, ada perubahan perilaku dan gangguan keseimbangan, misalnya anak sering jatuh tanpa sebab. Namun indikasi yang kudu dicurigai adalah ketika indikasi makin berat dalam beberapa minggu, tidak membaik dengan obat biasa, dan ada perubahan belajar dan kegiatan harian,” jelas dr. Andri.


Ketika mendapati indikasi tersebut, orang tua wajib membawa anak ke akomodasi kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lengkap, berupa pemindaian otak baik itu MRI/CT Scan untuk memandang letak tumor. Pemeriksaan penunjang berupa biopsi kadang diperlukan untuk pemeriksaan histologi/genetik.


Dengan terapi yang tepat, nomor kesintasan tumor otak pada anak sangat tergantung pada jenis tumornya. “Tumor otak jenis glioma mempunyai nomor kesintasan dalam 5 tahun paling rendah, hanya 18% dibandingkan meduloblastoma alias ependyoma, masing-masing bisa mencapai 66% dan 57%,” tambah dr. Catur.


Dr. Catur berpesan agar orang tua tidak mengabaikan indikasi sekecil apapun dan segera membawa anak untuk konsultasi ke dokter. Mengingat, kanker pada anak bukanlah penyakit yang dapat dicegah sepenuhnya. Namun, satu perihal yang sangat menentukan angan kesembuhan adalah penemuan dini. Semakin sigap penyakit dikenali dan ditangani, semakin besar kesempatan anak untuk sembuh dan kembali menjalani kehidupan yang sehat.

 Linda Agum Gumelar sebagai Ketua Dewan Pembina YOAI menambahkan, “Anak-anak adalah angan bangsa. Mereka berkuasa tumbuh sehat, belajar, bermain, dan meraih cita-citanya. Karena itu, menjaga kesehatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita berbareng sebagai bagian dari masyarakat.”

Selengkapnya
Deteksi Dini Tumor Otak pada Anak, Kenali Gejalanya!
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting