Beauties mungkin pernah mendatangi ke museum dan terpesona dengan keanekaragaman adat yang dipamerkan? Museum memang bukan sekadar tempat untuk menyimpan barang-barang kuno, melainkan jadi penghubungan antara warisan buyut moyang dan identitas bangsa.
Setiap tahunnya, penduduk Indonesia memperingati Hari Museum Nasional setiap tanggal 12 Oktober. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang sejarah masa kemudian dan kebudayaan bangsa.
Lantas, apa tujuan perayaan Hari Museum Nasional dan sejarah penetapannya? Dilansir dari detikEdu, berikut rangkuman informasinya.
Apa Itu Hari Museum Nasional?

Kota Tua Jakarta/ Foto: Unsplash.com/Inzulators Photowork Projects
Kata museum berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu “Mouseion” yang berarti kuil suci yang dipersembahkan untuk sembilan Dewi Mules (dewi seni dan ilmu pengetahuan).
Di Indonesia, tradisi permuseuman dimulai sejak masa kolonial, namun nilainya telah durasi hidup dalam adat nusantara sebagai ruang untuk menaikkan kesadaran penduduk akan peran museum sebagai sarana edukasi, melestarikan sejarah, dan menjaga warisan adat bangsa.
Hari Museum Nasional sendiri menjadi ajang tahunan untuk menghargai kontribusi museum dalam menjaga harta warisan adat Nusantara. Peringatannya tidak cuma dilakukan dengan aktivitas seremonial, melainkan diisi beragam aktivitas edukatif dan inspiratif yang melibatkan masyarakat.
Mulai dari lawatan cuma-cuma maupun promo khusus di beragam museum di Indonesia, pameran tematik, tur virtual, hingga kampanye digital untuk mempromosikan museum sekaligus menarik minat pengunjung, terutama generasi muda.
Sejarah Penetapan Hari Museum Nasional

Museum Sejarah di Kota Tua Jakarta/ Foto: Unsplash.com/Djamiluddin Drs
Adanya Hari Museum Nasional dimulai dari perjuangan para pegiat museum yang mau menguatkan peran museum sebagai institusi edukasi maupun ruangan publik yang menginspirasi.
Melalui kedap berbareng yang diadakan pertama kali oleh Musyawarah Museum Indonesia (MMI) pada tanggal 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lebih dari 40 orang, dengan dipelopori Drs. Moh. Amir Sutaarga, yang dikenal sebagai Bapak Permuseuman Indonesia.
Dari pertemuan tersebut, MMI pertama menghasilkan 10 resolusi yang menjadi rujukan kerja pemerintah dalam mengembangkan museum di seluruh Indonesia.
Kemudian, pada April 2015 balik diadakan pertemuan di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman di Kota Jakarta. Pertemuan ini diadakan untuk membahas penetapan Hari Museum Nasional.
Pertemuan ini pun dihadiri oleh beberapa figur budayawan, sejarawan, arkeolog, dan pemerhati museum. Namun sayangnya, belum menghasilkan keputusan karena setiap figur memberikan usulan tanggal yang berbeda-beda.
Akhirnya, MMI balik mengadakan pertemuan untuk melanjutkan bahasan mengenai penetapan Hari Museum Nasional. Pertemuan ini digelar pada tanggal 26-28 Mei 2015 di Malang, dengan dihadiri oleh hampir 250 pengelola museum di seluruh Indonesia.
Setelah diadakan pemungutan suara, akhirnya tanggal 12 Oktober secara resmi ditetapkan sebagai Hari Museum Nasional. Penetapannya mengacu pada pertemuan pertama Musyawarah Museum Indonesia (MMI) yang diadakan pada tanggal 12 Oktober 1962, yang menjadi tonggak mula persatuan dan kerja sama pengelola museum se-Indonesia.
Museum yang semula cuma fokus pada koleksi-koleksi barang bersejarah, kini berkembang menjadi pusat hubungan adat dan pendidikan yang menarik, menyesuaikan dengan penduduk modern.
Resolusi Musyawarah Museum Indonesia Pertama

Museum Balla Lompoa, Sulawesi Selatan/ Foto: Unsplash.com/Alfauzan Nuryadin
Adapun daftar 10 isi resolusi Musyawarah Museum Indonesia (MMI) pada tahun 1962 yang disepakati bersama-sama, sebagai berikut:
- Resolusi tentang perlunya undang-undang tentang permuseuman.
- Resolusi pembentukan Badan Musyawarah Museum Indonesia.
- Resolusi pembentukan National Committee of ICOM.
- Resolusi mengenai desakan agar terutama Pemerintah menaikkan pemberian pertolongan kepada museum-museum yang telah ada.
- Resolusi penambahan jumlah museum.
- Resolusi agar diadakan Musyawarah Museum Seluruh Indonesia II pada tahun 1965 di Jakarta.
- Resolusi tentang pembinaan dan pendidikan macam-macam tenaga museum, melalui kursus-kursus aplikasi, upgrading-courses dan menyokong pikiran pendirian suatu akademi dinas di sektor museologi.
- Resolusi agar museologi masuk ke dalam kurikulum universitas.
- Resolusi agar museum secara aktif berguna untuk kepentingan sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan agama.
- Resolusi agar museum dijadikan alat penggalang persahabatan bangsa-bangsa serta membantu evolusi kebudayaan dunia.
Tujuan Peringatan Hari Museum Nasional

Tujuan peringatan Hari Museum Nasional/ Foto: Unsplash.com/Zalfa Imani
Penetapan Hari Museum Nasional merupakan simbol dalam menguatkan komitmen museum sebagai pusat edukasi sejarah dan pelestarian adat bangsa. Berikut ini beberapa tujuan diadakannya Hari Museum Nasional, sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kesadaran Budaya
Tujuan utama adanya peringatan Hari Museum Nasional adalah dapat menaikkan pemahaman dan kesadaran penduduk tentang nilai-nilai sejarah serta harta warisan adat bangsa yang tersimpan di dalam koleksi museum.
2. Sarana Edukasi
Adanya museum-museum di seluruh Indonesia diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Hal ini sekaligus menguatkan peran museum sebagai pusat pendidikan, penyebaran ilmu pengetahuan, seni, dan ruang pembelajaran publik yang inklusif.
3. Pelestarian Warisan Budaya
Selain berguna sebagai sarana edukasi, keberadaan museum juga sebagai tempat pelestarian dan pengembangan warisan kebudayaan. Hal ini membantu penduduk mengenal identitas adat bangsa dan memahami perjalanan sejarah Indonesia dari masa ke masa.
4. Mengenang Sejarah Museum
Peringatan ini juga dapat membawa kita untuk mengenang sejarah museum. Berpikir tentang sepertiapa manusia menjaga memori, identitas, dan peradaban masa kemudian mereka agar tidak lekang oleh waktu.
5. Meningkatkan Minat Kunjungan
Adanya Hari Museum Nasional juga diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih sering mendatangi ke museum sambil mempelajari adat dan sejarahnya.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)