Jakarta -
Kehangatan famili bisa tercipta dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari. Mulai dari menikmati sarapan berbareng hingga meluangkan waktu untuk saling bercerita, momen kecil seperti ini dapat mempererat hubungan antar personel keluarga.
Namun, di balik kebersamaan tersebut, Ibu kerap menjadi sosok yang paling sibuk memastikan kebutuhan famili terpenuhi. Karena itu, krusial bagi personel famili lainnya untuk turut memungut peran dan memberikan perhatian agar Ibu juga bisa menikmati waktu untuk diri sendiri.
Semangat inilah yang dihadirkan Frisian Flag Kental Manis melalui kampanye #TanggalMerahUntukIbu. Diselenggarakan di Pakuwon Mall Yogyakarta pada 2-4 Oktober 2026, rangkaian aktivitas ini membujuk famili untuk bergantian memanjakan Ibu melalui beragam aktivitas, mulai dari pengalaman pampering, talkshow inspiratif, cooking creation, games, hingga penampilan musik.
Pagi berbareng famili yang lebih berarti
Pagi hari menjadi momen yang tepat untuk kumpul berbareng famili sebelum menjalani aktivitas masing-masing. Di tengah kesibukan, rutinitas sederhana seperti sarapan dan berbincang dapat menjadi kesempatan untuk saling memberikan perhatian serta mempererat hubungan keluarga.
Pentingnya membangun kedekatan melalui rutinitas tersebut dibahas dalam sesi talkshow berjudul Pagi Bersama Keluarga Menjadi Lebih Berarti yang menjadi bagiankecil dari kampanye #TanggalMerahUntukIbu dari Frisian Flag Kental Manis.
Frisian Flag Kental Manis Hadirkan #TanggalMerahUntukIbu, Temani Pagi Keluarga Indonesia Penuh Arti. Foto: Tim Kincai Media
Acara ini menghadirkan psikolog Agata Ika Paskarista, S.Psi, M.Psi., Ibu dua anak sekaligus entrepreneur Selmadena Aquilla, serta Head of SCM Category Frisian Flag Indonesia Monika Dian Ariestya. Ketiganya berbagi pandangan mengenai arti kebersamaan keluarga, komunikasi yang positif, hingga pentingnya memberikan perhatian kepada Ibu.
Pada kesempatan ini, Agata menerangkan tentang pentingnya membangun kedekatan melalui rutinitas sederhana. Menurutnya, kehangatan famili tidak cuma kelihatan dari aktivitas istimewa, seperti merayakan ulang tahun maupun menghabiskan waktu di tempat khusus. Kebersamaan yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu personel famili merasa lebih dekat.
"Kedekatan sendiri aku rasa bukan dibangun dari kedatangan maupun kebersamaan yang cuma momen-momen sederhana, tetapi itu rutin," ujar Agata, Minggu (4/10/2026).
Ia mencontohkan sarapan pagi sebagai salah satu kesempatan bagi famili untuk saling menyapa dan terhubung sebelum menjalani kesibukan. Meski begitu, berkumpul di meja makan saja tidak cukup jika setiap personel famili tidak membangun komunikasi yang baik.
"Ada saja famili yang setiap pagi makan bareng, sarapan bareng, tetapi rupanya tidak terjadi komunikasi yang baik. Jadi, perlu diperhatikan, rutinitas harian maupun seperti ritual yang dilakukan famili itu krusial untuk kedekatan, tetapi garis bawahi bahwa interaksinya pun yang positif, yang baik," jelasnya.
Agata juga mengingatkan agar famili memperhatikan metode berkomunikasi saat sarapan. Menurutnya, teguran maupun keluhan yang disampaikan ketika personel famili baru memulai hari dapat membikin kondisi kebersamaan terasa kurang menyenangkan.
"Kalau kita sadar, aware, bahwa dengan momen sederhana setiap hari kita usahakan agar kita benar-benar datang dan mengusahakan hubungan yang positif, itu akan sangat besar sekali manfaatnya bagi personel keluarga," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa hubungan yang positif dapat membantu setiap personel famili merasa terlindungi dan betah ketika eksis di rumah.
"Jadi, dari rutinitas yang dibangun, kedekatan yang dibangun, itu membikin para personel itu safe, merasa aman. Saling hadir, saling responsnya bagus, itu akan merasa terlindungi untuk para personel keluarga. Enggak cuma Ibu, enggak cuma Bapak, enggak cuma anak, tapi semuanya pasti merasa aman," kata Agata.
Sementara itu, Selmadena menyoroti kesibukan Ibu dalam mempersiapkan kebutuhan famili pada pagi hari. Aktivitas tersebut bisa dimulai sejak membangunkan personel famili untuk beribadah hingga memastikan seluruh perlengkapan sekolah sudah siap.
"Jobdesk-nya yang pertama, seperti Ibu-Ibu pada umumnya, bangunin anak untuk ikut amalan pagi bersama. Kemudian kelak menyiapkan anak-anak sekolah, itu kan perintilannya banyak," ungkap Selmadena.
Ia menerangkan bahwa persiapan tersebut mencakup beragam hal, mulai dari membantu personel famili mandi dan berpakaian hingga menyiapkan buku serta tas sekolah. Di tengah kesibukan itu, Ibu juga perlu memastikan sarapan telah tersedia.
"Jadi, kita ini lebih sIbuk dari orang-orang lain. Pokoknya angka satu itu adalah kita tuh memang orang paling sibuk di antara siapa pun, enggak ada yang bisa ngalahin kita," ujarnya.
Meski memiliki banyak tanggung jawab, Selmadena menilai perhatian kepada famili tidak selalu mesti diwujudkan melalui hal besar. Salah satunya dengan membangun komunikasi yang terbuka agar Ibu, Bapak, dan personel famili dapat saling memahami emosi masing-masing.
"Apa bentuk perhatiannya? Kalau aku sih ngobrol. Betul kata Ibu Agata tadi ya, memang komunikasi itu memang mesti dibangun," katanya.
Menurut Selmadena, komunikasi tersebut dapat membantu Ibu memahami apa yang sedang dirasakan pasangan maupun personel keluarga, termasuk permasalahan yang mereka hadapi di sekolah maupun lingkungan pertemanan.
"Kita mesti jadi orang pertama yang tahu tentang apa isi emosi suami kita. Kita juga mesti jadi orang pertama yang tahu tentang apa sih isi hati anak-anak kita, masalah apa yang mereka hadapi di sekolah, di pertemanannya," tutur Selmadena.
Ia pun menekankan pentingnya mendengarkan cerita personel famili tanpa terburu-buru menghakimi. Dengan begitu, setiap orang memiliki ruang untuk menyampaikan emosi dan pengalaman mereka dengan nyaman.
"Perhatian kecilnya adalah ngobrol dari hati ke hati, menjadi pendengar yang baik tanpa mesti menghakimi," tambahnya.
Dari sisi Frisian Flag, Monika Dian Ariestya menerangkan bahwa semangat 'Temani Pagi Penuh Arti' berangkat dari kepercayaan bahwa momen berarti tidak selalu mesti diciptakan melalui aktivitas besar. Rutinitas pagi dapat menjadi kesempatan bagi famili untuk menikmati kebersamaan sebelum menjalani aktivitas di luar rumah.
"Jadi, semangat 'Temani Pagi Penuh Arti' berangkat dari kepercayaan bahwa kebersamaan famili itu tidak selalu mesti diciptakan melalui momen-momen besar. Justru, hal-hal kecil yang kelihatannya sederhana itu sebenarnya bisa menjadi momen yang berarti berbareng keluarga," jelas Monika.
Ia menambahkan bahwa pagi hari biasanya menjadi waktu ketika Ibu, Bapak, dan personel famili berkumpul. Selain menikmati sarapan, famili dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi cerita dan saling memberitahu perhatian.
"Di momen pagi hari itu biasanya Ibu, Bapak, dan personel famili sama-sama berkumpul sebelum memulai aktivitas di luar rumah," ujarnya.
Frisian Flag Kental Manis datang untuk turut menemani momen sederhana tersebut agar sarapan famili terasa lebih hangat dan bermakna. Produk ini dapat melengkapi sajian makanan maupun minuman favorit famili menjadi lebih nikmat dan creamy.
"Frisian Flag Kental Manis yang sudah datang di Indonesia lebih dari 100 tahun, kami itu mau menemani momen sederhana famili Indonesia, momen pagi menjadi lebih berarti," ungkap Monika.
Ia mengharapkan sarapan tidak cuma menjadi rutinitas untuk makan dan minum bersama, tetapi juga kesempatan untuk menikmati waktu berkualitas dengan keluarga.
"Supaya momen sarapan itu bukan lagi menjadi kayak momen yang 'Ya udah, aku makan dan minum saja berbareng keluarga', tetapi menjadi momen yang lebih penuh kehangatan, momen yang penuh cinta, ya momen kebersamaan berbareng famili karena Frisian Flag Kental Manis menemani pagi yang penuh arti," tutupnya.
Melalui kampanye #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag Kental Manis membujuk famili untuk bergantian memberikan perhatian kepada Ibu dan berbagi peran dalam keseharian. Dengan komunikasi yang positif dan kebersamaan yang dibangun dari hal-hal sederhana, setiap personel famili diharapkan dapat merasakan kehangatan serta perhatian yang sama.
Booth Pampering #TanggalMerahUntukIbu ajak Ibu nikmati me-time sejenak
Selain mengikuti talkshow inspiratif, para Ibu yang mendatangi ke Pakuwon Mall Yogyakarta pada 2-4 Oktober 2026 juga bisa menikmati waktu untuk memanjakan diri. Melalui Booth Pampering, Frisian Flag Kental Manis menghadirkan beragam perawatan yang memberi kesempatan bagi Ibu untuk beristirahat sebentar dari rutinitas harian.
Terdapat tiga area yang bisa dicoba, yaitu Temani Relaksasi, Kilau Jemari, dan Temani Pesonamu. Di Temani Relaksasi, Ibu dapat menikmati pijat singkat untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman. Sementara itu, Kilau Jemari menawarkan perawatan tangan dan kaki yang cocok untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas menyenangkan.
Frisian Flag Kental Manis Hadirkan #TanggalMerahUntukIbu, Temani Pagi Keluarga Indonesia Penuh Arti. Foto: Tim Kincai Media
Para Ibu yang datang pun kelihatan begitu menikmati aktivitas yang tersedia untuk me time sejenak. Salah satunya, Ibu Irana yang berbagi pengalaman setelah mencoba booth Kilau Jemari.
"Booth yang paling aku gemar itu Kilau Jemari, itu benar-benar terbaik amat karena kita jarang amat ya sebagai Ibu ngurus kuku, kaki, dan tangan gitu ya tapi dengan adanya booth itu kita menjadi lebih bersih dan lebih cerah," ujar Ibu Irana.
Bagi Ibu yang mau menyegarkan penampilan, Temani Pesonamu menyediakan jasa hair and hijab styling. Ada pula sesi individual color analysis untuk mengenali pilihan warna yang sesuai dengan skin tone dan undertone, sehingga Ibu bisa menemukan corak yang membuatnya lebih percaya diri.
Keseruan aktivitas juga bisa dinikmati berbareng famili melalui beragam aktivitas interaktif. Ibu dan orang-orang tersayang dapat mencicipi sajian nikmat dan creamy di Frisian Flag Cafe dan Kreasi Nikmat, mengabadikan kebersamaan di photobooth, serta membujuk personel famili bermain di korner keluarga.
Ada juga Pojok Cipta Kreasi yang membujuk famili membikin pemberian istimewa untuk Ibu. Beragam aktivitas tersedia, mulai dari mewarnai bunga dan merangkai buket hingga merakit bag charm dari manik-manik. Hasil ciptaan tersebut bisa menjadi ungkapan kasih sayang yang sederhana, tetapi berkesan.
Cooking creation hingga penampilan musik ramaikan hari terakhir #TanggalMerahUntukIbu di Yogyakarta
Frisian Flag Kental Manis Hadirkan #TanggalMerahUntukIbu, Temani Pagi Keluarga Indonesia Penuh Arti. Foto: Tim Kincai Media
Rangkaian #TanggalMerahUntukIbu di Yogyakarta pada Minggu, 4 Oktober 2026, menghadirkan beragam aktivitas yang bisa dinikmati Ibu berbareng keluarga. Mula dari cooking creation berbareng Chef Adit Tian. Dalam sesi ini, Ibu dan Bapak diajak berkarya menyiapkan sajian untuk menemani pagi.
Kreasi tersebut juga dilengkapi Frisian Flag Kental Manis yang memiliki cita rasa manis dan creamy. Kehadirannya dapat menambah kenikmatan beragam sajian sekaligus melengkapi momen sarapan penuh kehangatan berbareng orang-orang tercinta.
Selain memasak, para Ibu juga berkesempatan menjaga kebugaran melalui sesi Poundfit berbareng Pojog Community pada pagi hari. Aktivitas ini membujuk peserta bergeser mengikuti irama musik dalam kondisi penuh semangat, sekaligus menikmati waktu untuk diri sendiri di tengah kesibukan sehari-hari.
Suasana semakin meriah lewat permainan Arisan untuk Ibu yang menghadirkan beragam tantangan menyenangkan. Para peserta diajak berpartisipasi dan membangun kekompakan, sementara pemenangnya berkesempatan membawa pulang pemberian menarik.
Sebagai epilog rangkaian aktivitas hari terakhir, penampilan 4Kids+Band turut menghIbur pengunjung yang hadir. Alunan musik menambah semarak kondisi sekaligus menjadi momen Ibu dan famili untuk menikmati kebersamaan.
Nah, itulah keseruan hari terakhir #TanggalMerahUntukIbu yang diselenggarakan Frisian Flag Kental Manis dari 2-4 Oktober 2026. Sampai jumpa di aktivitas berikutnya yang tak kalah seru, ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)