Kincai Media , SURABAYA — Tilawati menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 untuk memperkuat tata kelola organisasi dakwah di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Forum ini memfokuskan pembenahan manajemen agar lebih profesional, adaptif, dan berkepanjangan tanpa meninggalkan pedoman spiritual dakwah.
Rakernas Tilawati 2026 diikuti para kepala bagian dari seluruh Indonesia dan berjalan pada 23–25 Januari 2026 di Surabaya. Agenda nasional ini membahas arah kebijakan organisasi, penguatan sistem kerja, serta respons dakwah terhadap tantangan era disrupsi.
Ketua Yayasan Nurul Falah, Umar Jaeni, menekankan keseimbangan antara profesionalisme manajerial dan penguatan spiritual. Ia menegaskan, pengelolaan organisasi yang rapi kudu melangkah seiring dengan riyadhoh sebagai fondasi dakwah.
“Mari dengan Rakernas Tilawati 2026 ini, kita tata manajemennya dengan profesional. Namun, jangan lupa riyadhoh-nya juga kudu ditingkatkan. Guru ngaji jangan sampai lupa mendoakan guru-guru, santri, dan saudara-saudara kita,” kata Umar dalam siaran pers, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Umar, percepatan perubahan era menuntut pengiat dakwah menjaga keikhlasan dan kedekatan spiritual. Ia menilai aspek tersebut menjadi penopang keberlanjutan dakwah Alquran di tengah tuntutan profesionalisme.
Rakernas secara resmi dibuka Basnang Said, Direktur PD Pontren Kementerian Agama. Dalam arahannya, dia mendorong agar penguatan organisasi Tilawati tidak hanya terpusat di daerah perkotaan, tetapi menjangkau kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
“Yakinlah, yang mengajarkan Alquran tidak bakal pernah miskin. Karena ada keberkahan di setiap pengajaran Alquran yang disampaikan,” kata Basnang Said.
Pada kesempatan yang sama, Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah menerima penghargaan kolaborasi Dakwah Digital bersama Suara Surabaya atas kerja sama selama delapan tahun dalam program Dialog Fajar. Apresiasi ini menandai pemanfaatan media digital sebagai bagian dari strategi dakwah yang lebih luas.
Melalui Rakernas 2026, Tilawati menegaskan konsolidasi organisasi sebagai langkah menghadirkan dakwah Alquran yang terkelola dengan baik, responsif terhadap perubahan, dan tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·