Hobi Makan Manis saat Hamil? Studi Ungkap Dampaknya pada Otak Janin

Jul 20, 2026 08:10 AM - 3 minggu yang lalu 10972

Makan makanan manis memang susah menolaknya ya, Bunda. Apalagi makanan manis bisa membangkitkan mood dengan cepat. Nah, adakah dampaknya kegemaran makanan manis saat hamil? Studi ungkap dampaknya pada otak janin.

Saat hamil, pengaruh hormonal memang membikin mood turun naik. Belum lagi, gangguan morning sickness bikin mood makan jadi kacau. Tak jarang, makan makanan random pun sering jadi kebiasaan saat mengandung termasuk makan makanan manis yang berulang-ulang.

Permasalahannya, dalam sebuah penelitian terbaru, ibu mengandung yang mengonsumsi banyak makanan dan minuman manis bisa mendatangkan akibat negatif jangka panjang pada otak bayi yang belum lahir.


Ibu mengandung makan manis

Mengutip dari laman KHQ, para intelektual Jepang menemukan bahwa ibu mengandung yang mengonsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi alias gula sederhana yang secara alami ditemukan dalam buah-buahan, madu, dan sayuran, selama kehamilan dapat mengalami gangguan kegunaan sel punca di otak janin.

Ketidakseimbangan nutrisi selama kehamilan ini tentunya mempunyai pengaruh jangka panjang pada kesehatan dan kerentanan penyakit pada keturunan, menurut tim peneliti.

Dalam studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa asupan fruktosa tinggi selama kehamilan meningkatkan akibat glukosuria gestasional, preeklampsia, dan insufisiensi plasenta, yang dapat membatasi pertumbuhan janin.

Selain itu, akibat lain yang mungkin muncul ialah mengubah perkembangan janin, membikin anak-anak lebih rentan terhadap akibat obesitas, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan penyakit hati berlemak di kemudian hari.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti gimana paparan fruktosa di awal kehidupan bayi mempunyai pengaruh jangka panjang pada tingkat seluler dan molekuler.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Kesehatan Fujita di Toyoake, Jepang, menemukan bahwa keahlian tikus dewasa dalam tes pembelajaran dan memori terganggu ketika tikus tersebut terpapar fruktosa tinggi sebelum lahir dengan memberi makan induknya dengan sirup jagung fruktosa tinggi.

Neurogenesis alias pembentukan neuron baru dari Neural Stem Cells (NSC) juga berkurang di daerah otak tertentu yang terlibat dalam pembelajaran dan kognisi pada tikus.

Para peneliti juga menemukan bahwa perubahan unik pada NSC setelah paparan fruktosa tinggi yang meliputi penurunan pembelahan sel dan gangguan pembentukan neuorn baru, serta perubahan ekspresi gen.

Untuk menjelaskan kenapa paparan fruktosa tinggi prenatal dapat mempunyai pengaruh jangka panjang pada NSC, tim peneliti memprofilkan perubahan epigenetik alias jejak kimia pada DNA yang mengontrol kegiatan gen.

Dari penelitiannya, mereka menemukan bahwa paparan fruktosa tinggi prenatal menyebabkan perubahan epigenetik unik pada NSC janin yang memperkuat hingga dewasa dan yang mengganggu kegiatan gen yang krusial untuk neurogenesis dewasa.

Namun, pemulihan ekspresi normal gen-gen tersebut rupanya meningkatkan kegunaan NSC yang terpapar fruktosa tinggi, berasas temuan yang dipublikasikan dalam Jurnal Stem Cell Reports.

Pemimpin studi, Hiroya Yamada mengatakan bahwa penelitian ini menggambarkan gimana paparan lingkungan yang merugikan di awal kehidupan . Misalnya, nutrisi ibu yang tidak seimbang yang dapat mempunyai pengaruh jangka panjang pada perkembangan dan kegunaan otak dengan mengubah izin epigenetik kegiatan gen pada NSC.

Menurut Yamada, dalam studinya tersebut menunjukkan bahwa sel punca saraf mungkin menyimpan memori biologis tentang nutrisi ibu selama kehamilan.

"Temuan ini dapat membantu menjelaskan gimana ketidakseimbangan diet prenatal sementara dapat menyebabkan perubahan jangka panjang dalam perkembangan dan kegunaan otak."

Ditambahkan Yamada bahwa, meskipun studi pada populasi manusia menunjukkan hubungan serupa, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji apakah sel punca saraf manusia dipengaruhi oleh fruktosa tinggi dan stresor lingkungan lainnya dengan langkah yang serupa.

Tips tetap kondusif makan makanan manis selama hamil

Mengonsumsi makanan manis selama kehamilan sah-sah saja ya, Bunda, asalkan tidak berlebihan. Meskipun makanan dan minuman manis sangat menggoda dikonsumsi, idealnya memang dihindari dan mencari pengganti yang lebih sehat sebagai gantinya, seperti dikutip dari laman Aptaclub.

Di luaran, ada banyak makanan rendah gula untuk dimakan saat hamil, Bun. Buah-buahan seperti mangga, nanas, dan buah beri merupakan makanan yang dapat memuaskan gairah makan manis tetapi tetap sehat lantaran menyediakan beragam vitamin, mineral, dan serat. 

Selain itu, Bunda juga bisa mencari pengganti makanan minuman manis dengan konsumsi lainnya seperti berikut ini:

1. Ganti biskuit dengan makanan gurih lainnya seperti wortel dan lainnya
2. Potong buah segar ke dalam sereal alias bubur daripada menggunakan gula
3. Makan popcorn buatan sendiri
4. Pilih camilan kacang kering, bukan permen
5. Minum air berkarbonasi dengan tambahan saribuah segar
6. Ganti semangkuk es krim dengan semangkuk yogurt dan buah beri.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya