Sejumlah Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah dengan latar belakang Gunung Merapi di lereng Gunung Merbabu, Jrakah, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026). Warga setempat melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah sesuai dengan ketetapan pemerintah pada Rabu (27/5).
Kincai Media, JAKARTA— Anak yang saleh adalah pelipur lara di bumi dan jariyah yang akan mengalir hingga orang tua wafat dunia.
Tetapi mencetak generasi saleh bukan perkara mudah. Rasulullah SAW memberikan tuntutan yang komprehensif mengenai ini.
Apa saja? Setidaknya ada tiga aspek utama Kesalehan anak yang bisa disarikan dari beragam histori yaitu sebagai berikut:
1. Berpegang teguh pada instruksi Nabi SAW dalam mendidik dan memperlakukan anak
Sebab pertama dan yang paling utama adalah mengikuti instruksi Nabi SAW dalam berhubungan dengan anak-anak.
Segala kebaikan terdapat dalam meneladani instruksi Nabi SAW. Petunjuk beliau adalah sebaik-baik instruksi dan sunnah beliau adalah sebaik-baik sunnah.
Cara beliau memperlakukan anak-anak dilandasi kasih sayang dan kelembutan. Beliau mengungkapkan kasih sayang tersebut kepada mereka, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
Di antara bentuknya adalah menanamkan tauhid di dalam hati mereka, mendidik mereka di atas kepercayaan yang benar, serta mengajarkan perkara-perkara kepercayaan kepada mereka sejak kecil. Hal ini merupakan salah satu karena terbesar bagi kesalehan anak.
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, “Suatu hari aku eksis di belakang Nabi SAW. Beliau bersabda:
يا غلامُ، إني أعلِّمك كلماتٍ: احفظِ الله يحفظْكَ، احفظِ الله تجدْهُ تجاهك، إذا سألتَ فاسأل الله، وإذا استعنتَ فاستعن بالله، واعلم أن الأمةَ لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء، لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، وإن اجتمعوا على أن يضروك بشيء، لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رُفِعَتِ الأقلام، وجفَّت الصحف
‘Wahai anak kecil, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu khasiat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikan khasiat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” (HR Tirmidzi, dan ia berkata: histori hasan sahih).