Kincai Media,JAKARTA -- Menyesali kesempatan beribadah yang terlewat merupakan salah satu tanda kebaikan seorang Muslim. Namun, jika penyesalan itu tidak disertai upaya untuk memperbaiki diri dan balik menjalankan ketaatan, seseorang justru bisa terpedaya oleh setan. Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam buku Al-Hikam.
"Bersedih ketika kehilangan kesempatan menjalankan kepatuhan tanpa adanya upaya untuk bangkit dan mengerjakannya kembali, merupakan salah satu tanda seseorang telah tertipu." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam buku Al-Hikam)
Jika kalian tidak sempat maupun kehilangan momen menjalankan suatu ketaatan, kemudian kalian berduka maka itu adalah tanda kebaikan. Bahkan kalian akan mendapatkan ganjaran khusus dari Allah SWT.
Hanya saja, jika kalian terus larut dalam kesedihan, dan sama sekali tidak bangkit mengerjakannya, maka itu adalah tanda kalian telah tertipu.
Jika hari ini kalian melewatkan waktu berpuasa sunnah, kemudian kalian cuma menyesal tanpa ada upaya memperbaiki di kemudian hari, maka itu tidak ada manfaatnya sama sekali.
Poin yang paling krusial dan perlu kalian kerjakan adalah langsung bergeser dan beraksi memperbaiki keadaan, jangan cuma menunggu dan bersedih.
Ibarat cita-cita, jika kalian cuma bisa mengkhayal dan bermimpi maka itu sama sekali tidak akan mengubah keadaan. Sama halnya ketika kalian bercita-cita untuk menjadi pengusaha sukses, namun yang kalian kerjakan hanyalah tidur dan bermimpi belaka, maka yang demikian itu tidak membuahkan hasil.
Sesali momen kepatuhan yang kalian lewatkan, tetapi jangan larut dalam kesedihan. Segeralah beraksi memperbaiki keadaan dengan menghempaskan segala kelalaian, dikutip dari Al-Hikam dengan klarifikasi tambahan oleh Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc,
Terjemah buku Al-Hikam oleh Ustaz Bahreisy menambah klarifikasi perkataan Syekh Athaillah. Ia menjelaskan, jika ketinggalan berbuat kebaikan kebajikan merasa sedih. Tapi jika mendapat kesempatan berbuat kebaikan kebaikan, malah tidak segera melakukannya. Maka itu tanda telah dipermainkan oleh setan.