Menikah. (ilustrasi)
Kincai Media, JAKARTA— Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa kini adalah perkara yang tak mudah, meski sebenarnya Islam sangat kaya dengan tuntunan luhur berkeluarga.
Apa saja kunci awet rumah tangga? Berikut ini sepuluh kunci agar famili yang kita bina statis langgeng, sebagaimana diteladankan Rasulullah SAW.
Pertama, cinta
Cinta merupakan salah satu fondasi terpenting dalam membangun sebuah keluarga. Allah SWT menyebutnya dengan istilah mawaddah (kasih sayang dan cinta), sebagaimana firman-Nya:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar Anda merasa damai kepadanya. Dia menjadikan di antara Anda rasa cinta dan kasih sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”
(QS Ar-Rum: 21)
Rasulullah SAW pun memberitahu bahwa cinta dan kasih sayang bukanlah sesuatu yang mesti disembunyikan, terlebihlagi dianggap sebagai kelemahan. Beliau bersabda:
إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمُ النِّسَاءُ، وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
“Dijadikan kecintaan kepadaku dari bumi kalian adalah perempuan dan wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (HR An-Nasa’i)
Di antara bentuk cinta Rasulullah SAW kepada istri-istrinya adalah memanggil mereka dengan panggilan yang mereka sukai serta memberitahu kemesraan dalam hayat sehari-hari.
Aisyah RA menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW memanggilnya dengan panggilan yang penuh kasih:
يَا عَائِشُ، هَذَا جِبْرِيلُ يُقْرِئُكِ السَّلَامَ
“Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu.” Aisyah menjawab, “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.” (HR Bukhari)