Kincai Media, JAKARTA -- Ka'ab bin Malik merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal memiliki kesetiaan dan keteguhan iman. Ia tercatat selalu eksis dalam perjuangan berbareng kaum Muslimin. Namun, ada satu peristiwa yang membuatnya mendapat hukuman sosial dari Rasulullah SAW.
Peristiwa itu terjadi ketika Perang Tabuk pada 9 Hijriyah. Ka'ab tidak turut serta dalam ekspedisi tersebut. Akibatnya, Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslimin untuk tidak berbicara dengannya hingga Allah SWT memberikan keputusan.
Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M Ishom el-Saha, dalam salah satu artikelnya menjelaskan, Perang Tabuk merupakan salah satu peperangan yang paling bermutu pada masa Rasulullah SAW. Ekspedisi tersebut terjadi ketika Madinah dan daerah sekitarnya menghadapi musim kering. Selain itu, letak Tabuk juga cukup jauh dari Madinah.
Perang Tabuk merupakan ekspedisi kaum Muslimin menghadapi intimidasi kekuatan Byzantium maupun Romawi Timur. Ketika pasukan Muslimin bersiap berangkat, terdapat tiga sahabat yang tidak ikut serta, yaitu Murarah bin al-Rabi', Hilal bin Umayah, dan Ka'ab bin Malik.
Ketidakhadiran Ka'ab menjadi perhatian Rasulullah SAW. Pasalnya, selama beragam peperangan pada masa Rasulullah, Ka'ab dikenal selalu ikut ambil bagian. Ia terlebihlagi merupakan salah seorang yang datang dalam peristiwa Baiat Aqabah kedua.
Sejumlah keterangan mengutarakan Ka'ab tidak berangkat karena permasalahan pribadi. Namun, apa pun karena yang berkembang, faktanya ia tidak turut serta dalam Perang Tabuk hingga ekspedisi tersebut berakhir.