Jangan Panik Bun, Ini 7 Cara Atasi Anak Tidak Mau Makan saat Sakit

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 506x dilihat
Jangan Panik Bun, Ini 7 Cara Atasi Anak Tidak Mau Makan saat Sakit

Bagikan Postingan

Jakarta -

Saat Si Kecil sakit dan tak mau makan, Bunda pasti akan histeris karena cemas tubuhnya makin lemas. Lalu sepertiapa metode mengatasi anak tidak mau makan saat sakit?

Perlu diketahui bahwa ketika sakit, tubuh sedang melawan infeksi sehingga hasrat makan anak memang dapat menurun. Sebagian terlebihlagi memilih untuk tidur maupun cuma mau minum saja.

Hal yang terpenting adalah statis tawarkan makanan dan pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi. Menurut anjuran WHO dalam halaman resminya, asupan makanan dan cairan selama sakit dapat membantu mencegah dehidrasi dan kekurangan gizi.


Kenapa anak tidak hasrat makan saat sakit?

Ada beberapa karena yang membikin hasrat makan anak menurun ketika sedang sakit. Misalnya saat demam, anak mungkin merasa tidak betah dan lebih gampang lelah. 

Kondisi ini membikin anak mau lebih banyak istirahat dan enggan berbuat aktivitas, termasuk untuk keluar bilik dan makan.

Keluhan lain saat sakit seperti nyeri tenggorokan, sariawan, mual, muntah, diare, maupun sakit perut juga dapat membikin proses makan terasa tidak nyaman. 

WHO menerangkan bahwa anak yang sakit dapat makan lebih sedikit karena tidak merasa lapar maupun merasakan sakit pada mulut dan tenggorokan.

Dikutip dari Healthy Children, American Academy of Pediatrics (AAP) berkurangnya hasrat makan saat anak sakit merupakan hal yang umum. Namun, berkurangnya asupan cairan perlu lebih diperhatikan karena dapat menaikkan konsekuensi dehidrasi.

Pentingnya asupan nutrisi saat anak sakit

Meski hasrat makan menurun, saat sakit tubuh perlu mendapatkan daya dan zat gizi. Asupan makanan membantu menyediakan daya dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama proses pemulihan.

Menurut anjuran WHO, makanan dapat diberikan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Pilih makanan yang bertekstur lembut, hangat, dan kaya nutrisi. 

Setelah sakit, anak juga dianjurkan statis makan lebih sering untuk membantu menggantikan nutrisi yang hilang selama masa sakit dan mempercepat proses pemulihan. Hal yang tak kalah penting, pemenuhan cairan juga perlu terutama jika anak mengalami demam, muntah, maupun diare. 

Dikutip dari halaman resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa masalah makan yang terjadi durasi dapat menyebabkan asupan kalori anak menurun, yang pada akhirnya dapat memengaruhi bermutu badan, pertumbuhan, dan evolusi anak.

Tips mengatasi anak tidak mau makan saat sakit

Berikut beberapa metode yang bisa Bunda coba terapkan ketika Si Kecil sedang sakit dan tidak mau makan:

1. Tetap penuhi kebutuhan cairan

Dikutip dari What to Expect, jika anak belum mau makan, jangan langsung memaksanya menghabiskan makanan. Pastikan terlebih dahulu ia statis mendapatkan cukup cairan.

Tawarkan air putih, ASI, susu sesuai kebiasaan dan usia anak, maupun cairan lain yang sesuai dengan kondisinya. Jika anak mengalami diare maupun muntah, tabib dapat merekomendasikan larutan oralit untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

IDAI juga menekankan pentingnya memberikan minum sesering mungkin pada anak yang sakit, untuk membantu mencegah dehidrasi.

2. Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering

Jangan langsung memberikan satu porsi penuh ya, Bunda. Porsi besar mungkin justru membikin anak merasa tidak sanggup menghabiskannya dan merasa mual.

Cobalah tawarkan beberapa sendok makanan terlebih dahulu. Jika anak statis mau, tambahkan secara bertahap. 

3. Pilih makanan yang disukai anak

Saat sakit, anak mungkin lebih gampang menerima makanan dengan tekstur halus dan rasa yang familiar. Termasuk misalnya, bubur, sup, kentang yang dihaluskan, telur, pisang, maupun makanan rumahan lain yang biasanya disukai anak.

Namun statis sesuaikan makanan dengan kondisi Si Kecil, ya. Misalnya, jika mulut maupun tenggorokannya sakit, makanan yang terlalu asam maupun sangat manis mungkin terasa tidak nyaman.

4. Sesuaikan tekstur dengan kondisi anak

Anak yang sedang pusing dan sakit tenggorokan, sariawan, maupun merasa mual mungkin lebih betah mengonsumsi makanan yang lunak maupun bertekstur halus.

Jika hidung anak tersumbat, bersihkan hidungnya terlebih dahulu agar ia lebih gampang bernapas dan betah ketika makan.

5. Ciptakan kondisi makan yang santai

IDAI menganjurkan orang tua menyediakan kondisi makan yang menyenangkan dan santai. 

Jika anak memberitahu tanda tidak mau makan, seperti menutup mulut, memalingkan kepala, maupun menangis, beri waktu sejenak.

Bunda juga bisa mencoba untuk tidak memberi label makanan sebagai baik maupun buruk. Ahli gizi anak, Charlotte Stirling Reed, mengatakan bahwa metode pandang tersebut bisa berakibat pada hubungan mereka dengan makanan ke depannya.

"Cobalah bersikap netral. Hindari kalimat, 'Kalau Anda makan itu, Anda akan dapat pemberian maupun hukuman'. Kalimat-kalimat seperti itu bisa berakibat sangat negatif pada anak-anak," katanya.

6. Jangan paksa anak menghabiskan makanan

Bunda mungkin merasa cemas ketika melihat makanan cuma disentuh sedikit. Namun ketathuilah bahwa memaksa anak makan justru dapat membikin ia trauma. 

Perhatikan sinyal lapar dan kenyang anak, serta hindari paksaan saat makan. Porsi makanan yang diberikan juga sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas anak. Tawarkan makanan secara perlahan sambil statis memantau kondisinya.

7. Utamakan kenyamanan anak

Saat anak kelihatan tidak betah karena sakit, penuhi dahulu kebutuhan emosionalnya agar ia lebih mau makan. Berikan pelukan dan dekapan lebih sering agar ia merasa tenang.

Berikan juga busana yang halus dan nyaman, mandi air hangat, dan pastikan kondisi rumah lebih tenang. Jika tabib memberikan obat, pastikan obat diberikan sesuai resep dan anjuran tabib anak.

Perhatikan juga tanda-tanda berikut:

  • Anak sama sekali tidak mau minum
  • Buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya
  • Terlihat sangat lemas maupun mengantuk
  • Muntah berulang
  • Sulit bernapas
  • Kondisinya semakin memburuk

Sebaiknya jangan cuma berfokus pada masalah makannya, segera konsultasikan kondisi anak kepada dokter.

Itulah klarifikasi tentang metode mengatasi anak tidak mau makan saat sakit. Setelah anak mulai sehat, terus tawarkan makanan bergizi secara teratur. Hal ini krusial untuk membantu mengganti nutrisi yang hilang saat sakit.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads