Jejak Makam Bersejarah yang Mengungkap Bukti Awal Kedatangan Islam di Nusantara Terbukti

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 170520x dilihat
Jejak Makam Bersejarah yang Mengungkap Bukti Awal Kedatangan Islam di Nusantara Terbukti

Keberadaan makam-makam Islam di Jawa dan Asia Tenggara menjadi bukti material penting bagi sejarah penyebaran Islam di wilayah ini. Penemuan nisan dan kompleks pemakaman menunjukkan adanya kontak intens antara komunitas Nusantara dengan Muslim dari India, Arab, dan Persia sejak masa awal, sekitar abad ke-7 hingga ke-8 Masehi.

Dalam buku Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia karya Hasan Muarif Ambary dijelaskan bahwa jejak Islam di Jawa dapat dilihat dari kompleks pemakaman di Leran, Gresik, bagian barat Surabaya. Salah satu nisan di kompleks tersebut memuat tahun 475 Hijriyah, yang bertepatan dengan sekitar 1082 Masehi.

Nisan itu tercantum atas nama Fatimah binti Maemun bin Hibatallah. Temuan serupa juga tercatat di Padurangga (Phanrang), Vietnam, di mana kedua makam tersebut sama-sama dihiasi huruf Arab beraksara kufi sebagai bagian dari pahatan pada batu nisannya.

Inskripsi pada nisan di Phanrang menyatakan: "Ahmad, anak Abu Ibrahim, anak Abu 'Arradah, yang Rahdar, nama samaran Abu Kamil, yang meninggal dunia pada malam Kamis 29 Safar empat ratus tigapuluh satu" (tanggal yang menunjukkan sekitar 1039 Masehi). Di lokasi yang sama ditemukan pula teks-teks yang berkaitan dengan praktik komersial, seperti pembayaran bea, utang piutang, dan ketentuan perdagangan lainnya.

Kembali ke Gresik, pada nisan Fatimah terdapat kutipan Surah ar-Rahman ayat 55 yang dinilai mengandung nuansa sufistik, serupa dengan kutipan ayat yang terlihat pada nisan Malik al-Saleh di Aceh yang bertanggal 1326 Masehi.

Petikan-petikan ayat ini diduga berkaitan erat dengan aliran awal pembawa ajaran Islam di Nusantara. Di Gresik pula, sekitar empat abad setelah temuan nisan Fatimah, ditemukan lagi inkripsi beraksara kufi pada nisan yang terbuat dari batu marmer yang diduga berasal dari Gujarat, bertahun 822 Hijriyah atau sekitar 1419 Masehi.

Berdasarkan kajian dalam kitab tersebut, sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa tokoh yang bergelar Maulana Malik Ibrahim kemungkinan bukan asli Jawa atau Nusantara, melainkan berasal dari luar, seperti Gujarat atau wilayah Arab lainnya. Namun demikian, gaya hias dan aksara pada beberapa prasasti menunjukkan pengaruh Persia, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi mengenai jalur masuknya Islam ke Jawa dan Nusantara.

Di kawasan Jawa lain, misalnya di Troloyo dekat Trowulan — bekas Ibu Kota Kerajaan Majapahit — terdapat kompleks pemakaman di Desa Sentonorejo. Area ini dikenal luas dan berpagar, dengan pembagian petak makam menurut kelompok tertentu.

Pada bagian barat laut kompleks tersebut terdapat kelompok makam raja-raja Majapahit yang beralih memeluk Islam; makam-makam itu ditandai dengan ukiran lambang surya yang khas Majapahit dan memuat angka tahun yang sebagian besar berasal dari abad ke-15 Masehi.

Di area lain dalam kompleks pemakaman yang sama juga terdapat sekumpulan makam yang diyakini oleh warga setempat sebagai tempat peristirahatan para sunan atau Wali Songo, yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan