Kenali Bentuk Ari-ari Bayi Dan Ilustrasi Gambarnya

Jun 28, 2026 09:40 PM - 3 jam yang lalu 86

Jakarta -

Ari-ari bayi alias plasenta adalah salah satu bagian paling krusial dalam kehamilan, meski sering hanya dikenal sebagai jaringan yang keluar setelah melahirkan. Padahal selama sembilan bulan kehamilan, organ ini bekerja tanpa henti untuk menjaga kehidupan janin di dalam rahim.

Banyak ibu baru menyadari bentuknya setelah persalinan. Ada yang terkejut lantaran terlihat seperti organ berdaging, ada juga yang penasaran kenapa bentuknya bisa berbeda-beda. Sebenarnya, plasenta mempunyai struktur yang cukup unik dan kegunaan yang sangat kompleks.

Mengenal apa itu plasenta alias ari-ari bayi

Ari-ari bayi alias plasenta adalah organ sementara yang terbentuk di dalam rahim sejak awal kehamilan. Organ ini menjadi 'jembatan kehidupan' antara ibu dan janin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melalui plasenta, bayi mendapatkan:

  • Oksigen
  • Nutrisi dari makanan ibu
  • Perlindungan imun tertentu

Sementara itu, sisa metabolisme bayi bakal dibuang melalui plasenta kembali ke tubuh ibu untuk diproses.

5 Fungsi plasenta untuk janin dan ibu hamil

Plasenta alias ari-ari bayi adalah organ sementara yang hanya ada selama kehamilan, tetapi perannya sangat besar. Organ ini menjadi penghubung utama antara ibu dan janin, memastikan bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal di dalam kandungan.

Berikut 5 kegunaan utama plasenta yang perlu diketahui setiap ibu hamil:

1. Menyalurkan oksigen ke janin

Plasenta berfaedah sebagai 'paru-paru sementara' bagi janin.

Melalui plasenta:

  • Oksigen dari darah ibu diserap
  • Lalu disalurkan ke janin lewat tali pusat
  • Janin belum bisa bernapas sendiri, sehingga kegunaan ini sangat krusial untuk kelangsungan hidupnya.

2. Menyalurkan nutrisi dari ibu ke bayi

Semua nutrisi yang dikonsumsi ibu bakal diproses dan disalurkan melalui plasenta, seperti:

  • Protein
  • Glukosa
  • Vitamin dan mineral
  • Lemak sehat

Nutrisi ini menjadi 'bahan bakar' untuk pertumbuhan organ dan jaringan bayi di dalam kandungan.

3. Mengeluarkan unsur sisa dari janin

Selain menyalurkan, plasenta juga berfaedah sebagai sistem pembuangan.

Zat sisa metabolisme bayi seperti:

  • Karbon dioksida
  • Urea
  • Sisa metabolik lainnya

akan dialirkan kembali ke tubuh ibu untuk diproses oleh organ ibu seperti ginjal dan paru-paru.

4. Menghasilkan hormon kehamilan

Plasenta juga bertindak sebagai organ penghasil hormon penting, seperti:

  • hCG (human chorionic gonadotropin): mendukung awal kehamilan
  • Progesteron: menjaga rahim tetap stabil
  • Estrogen: mendukung pertumbuhan janin dan rahim

Hormon ini membantu menjaga kehamilan tetap sehat hingga waktu persalinan.

5. Melindungi janin dari sebagian infeksi

Plasenta berfaedah sebagai 'filter biologis' yang membantu melindungi janin dari sebagian unsur rawan dan infeksi.

Selain itu, plasenta juga membantu menyalurkan antibodi dari ibu ke bayi dan memberikan perlindungan imun awal sebelum bayi lahir.

Namun, krusial diingat bahwa tidak semua unsur bisa disaring, sehingga kesehatan ibu tetap sangat berpengaruh.

Kapan ari-ari alias plasenta bayi terbentuk?

Ari-ari bayi alias plasenta tidak langsung muncul dalam corak sempurna sejak awal kehamilan. Organ ini berkembang secara berjenjang sejak proses pembuahan, dan mulai bekerja sangat awal untuk menopang kehidupan janin di dalam rahim.

Mengetahui kapan plasenta terbentuk membantu ibu mengandung memahami sungguh cepatnya tubuh beradaptasi untuk mendukung kehamilan.

1. Awal Pembentukan: Setelah pembuahan

Plasenta mulai terbentuk segera setelah:

  • Sel telur dibuahi oleh sperma
  • Embrio berkembang menjadi blastokista
  • Embrio menempel di tembok rahim (proses implantasi)

Pada tahap ini, jaringan awal plasenta mulai berkembang dari bagian luar embrio yang disebut trofoblas.

Minggu 1–4 Kehamilan: Fondasi plasenta

Di fase sangat awal ini:

  • Sel-sel trofoblas mulai membentuk struktur awal plasenta
  • Pembuluh darah ibu mulai 'terhubung' dengan jaringan embrio
  • Terbentuk cikal bakal vili korionik (struktur seperti akar kecil)
  • Meski tetap sangat kecil, sistem pertukaran nutrisi sudah mulai bekerja.

Minggu 5–12 Kehamilan: Plasenta mulai berfungsi

Pada trimester pertama:

  • Plasenta mulai mengambil alih kegunaan hormon kehamilan
  • Aliran darah ibu dan janin mulai lebih teratur
  • Organ plasenta mulai berfaedah penuh sebagai penghubung utama
  • Pada tahap ini, plasenta sudah sangat krusial untuk mempertahankan kehamilan.

Minggu 12–20 kehamilan: Plasenta matang bertahap

  • Struktur plasenta semakin kuat dan kompleks
  • Fungsi pertukaran oksigen dan nutrisi semakin optimal
  • Plasenta mulai 'mengatur' pertumbuhan janin secara lebih stabil
  • Biasanya pada akhir trimester pertama hingga awal trimester kedua, plasenta sudah dianggap organ utama penopang kehamilan.

Trimester kedua hingga lahir: plasenta bekerja penuh

Pada tahap ini:

  • Plasenta bekerja maksimal sebagai 'jembatan kehidupan'
  • Semua nutrisi dan oksigen janin berjuntai pada plasenta
  • Organ ini bakal terus aktif hingga bayi lahir
  • Setelah persalinan, plasenta bakal keluar sebagai bagian dari tahap ketiga persalinan.

Ukuran dan corak ari-ari bayi

Ari-ari bayi alias plasenta adalah organ sementara yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Selain punya kegunaan vital, plasenta juga mempunyai ukuran dan corak unik yang umumnya cukup konsisten pada kehamilan normal.

Setelah bayi lahir, plasenta bakal keluar dan bisa terlihat lebih jelas corak aslinya.

Bentuk ari-ari bayi

Secara umum, plasenta mempunyai bentuk:

  • Cakram (disk-like)
  • Bentuk paling umum adalah bulat alias oval pipih
  • Mirip seperti piringan alias 'kue tebal'
  • Dua sisi berbeda

Plasenta mempunyai dua permukaan:

  • Sisi ibu (maternal side): Bertekstur seperti lobus-lobus mini (kotiledon)
  • Sisi bayi (fetal side): halus, mengkilap, tempat tali pusat menempel
  • Permukaan tidak rata di satu sisi
  • Sisi ibu biasanya terlihat seperti kumpulan 'ruangan kecil' yang disebut lobus plasenta

Ukuran ari-ari bayi

Pada kehamilan cukup bulan (±37–40 minggu), ukuran plasenta umumnya:

  • Diameter: sekitar 15–22 cm
  • Ketebalan: sekitar 2–3 cm
  • Berat: sekitar 400–600 gram (bisa nyaris 1/5 berat bayi)

Ukuran ini bisa sedikit berbeda tergantung kondisi kehamilan dan kesehatan ibu.

Struktur krusial di plasenta

Di dalam bentuknya yang seperti cakram, plasenta terdiri dari:

  • Tali pusat (umbilical cord): penghubung bayi dan plasenta
  • Vili korionik: struktur mini seperti 'akar' untuk menyerap nutrisi
  • Pembuluh darah ibu dan janin: tempat pertukaran oksigen dan nutrisi
  • Lapisan pelindung amnion

Ilustrasi gambar corak ari-ari bayi

Berikut ini ilustrasi gambar corak ari-ari bayi yang Bunda dapat lihat:

Detailed medical illustration showing the human placenta with maternal and fetal surfaces. The image includes the umbilical cord attachment and vascularIlustrasu plasenta bayi/ Foto: Getty Images/Sakurra

Di mana letak plasenta?

Secara umum, plasenta bisa menempel di beberapa bagian rahim, yaitu:

1. Plasenta di bagian atas rahim (fundal)

Ini letak paling umum dan dianggap normal. Plasenta menempel di bagian 'atap' rahim dan tidak mengganggu jalan lahir

2. Plasenta di tembok depan (anterior)

Menempel di bagian depan rahim (dekat perut ibu), biasanya tidak berbahaya, dan kadang aktivitas janin terasa sedikit lebih 'teredam.'

3. Plasenta di tembok belakang (posterior)

Menempel di bagian belakang rahim (dekat tulang belakang)Sering membikin aktivitas janin lebih sigap terasa.

4. Plasenta di sisi kanan alias kiri (lateral)

Menempel di sisi samping rahim dan tetap termasuk ragam normal.

Mitos soal ari-ari bayi

Ari-ari bayi alias plasenta bukan hanya bagian krusial dalam kehamilan, tetapi juga sering menjadi 'objek mitos' di masyarakat. Banyak kepercayaan turun-temurun yang tetap dipercaya hingga sekarang, meskipun tidak semuanya mempunyai dasar medis.

Berikut beberapa mitos yang paling sering terdengar:

1. Ari-ari kudu dikubur agar bayi 'tidak celaka'

Di beberapa budaya, termasuk di Indonesia, plasenta dipercaya harus:

  • Dikubur di laman rumah
  • Diberi lampu alias penerangan
  • Dijaga seperti 'saudara kembar bayi'

Fakta medis: Penguburan plasenta adalah tradisi budaya, bukan kebutuhan medis. Di rumah sakit, plasenta biasanya dibuang sesuai prosedur limbah medis lantaran dianggap biologis.

2. Ari-ari dianggap 'kembaran' bayi

Banyak yang percaya bahwa:

Plasenta adalah 'saudara kembar tak kasat mata' dan apa yang terjadi pada plasenta bakal memengaruhi bayi.

Fakta medis: Plasenta adalah organ sementara yang terbentuk dari kehamilan, bukan makhluk hidup alias kembaran bayi. Fungsinya murni biologis sebagai penghubung nutrisi dan oksigen.

3. Bentuk plasenta bisa meramalkan nasib bayi

Ada kepercayaan bahwa plasenta yang bagus menandakan anak bakal sehat dan sukses dan plasenta yang tidak sempurna dianggap pertanda buruk

Fakta medis: Bentuk plasenta bisa bervariasi secara normal. Yang dinilai master adalah:

  • Kelengkapan jaringan
  • Fungsi selama kehamilan
  • Tidak ada kelainan berbahaya

Bukan bentuknya yang menentukan masa depan anak.

4. Ari-ari bisa 'berbahaya' jika tidak diperlakukan khusus

Sebagian orang percaya plasenta harus: Diberi angan unik dan diberi perlakuan tertentu agar bayi tidak sakit

Fakta medis: Plasenta memang mengandung jaringan biologis, tetapi setelah bayi lahir, fungsinya sudah selesai. Tidak ada akibat spiritual alias bentuk terhadap bayi dari perlakuan plasenta setelah persalinan.

5. Ari-ari menentukan kepintaran alias sifat bayi

Ada dugaan bahwa:

  • Plasenta 'baik' menandakan bayi cerdas
  • Plasenta 'buruk' menandakan bayi lemah

Fakta medis: Kecerdasan dan perkembangan bayi dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti genetik, nutrisi ibu selama hamil, dan kesehatan kehamilan secara keseluruhan.

Plasenta hanya berkedudukan sebagai penghubung nutrisi, bukan penentu sifat alias kecerdasan.

Tanda-Tanda gangguan pada plasenta

Plasenta alias ari-ari bayi adalah organ krusial yang bekerja menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Selain itu, plasenta juga membantu membuang unsur sisa dari tubuh bayi dan menghasilkan hormon yang menjaga kehamilan.

Jika plasenta mengalami gangguan, pertumbuhan dan kesehatan janin bisa ikut terdampak. Namun, gangguan plasenta tidak selalu menimbulkan indikasi yang jelas. Karena itu, ibu mengandung perlu mengenali beberapa tanda yang perlu diperhatikan.

1. Perdarahan dari vagina

Salah satu tanda gangguan plasenta yang paling sering terjadi adalah perdarahan saat hamil, terutama pada trimester kedua alias ketiga.

Perdarahan bisa berangkaian dengan beberapa kondisi, seperti:

  • Plasenta previa, ialah posisi plasenta terlalu rendah sehingga menutupi sebagian alias seluruh jalan lahir.
  • Solusio plasenta, ialah kondisi ketika plasenta terlepas sebagian alias seluruhnya dari tembok rahim sebelum bayi lahir.

2. Nyeri perut dahsyat alias perut terasa kencang terus-menerus

Nyeri perut yang muncul tiba-tiba, terasa kuat, alias disertai perut yang terus menegang bisa menjadi tanda adanya masalah pada plasenta.

Salah satu penyebabnya adalah solusio plasenta. Kondisi ini dapat mengganggu aliran oksigen ke janin sehingga memerlukan penanganan medis segera.

3. Gerakan janin berkurang

Ibu biasanya mulai merasakan aktivitas bayi ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua. Pola aktivitas bayi kemudian menjadi salah satu tanda kesejahteraan janin.

Jika:

  • Gerakan bayi terasa jauh lebih sedikit dari biasanya
  • Bayi jarang bergerak dalam waktu lama
  • Ada perubahan pola aktivitas yang drastis
  • Hal ini bisa menandakan janin kekurangan oksigen alias nutrisi akibat gangguan kegunaan plasenta.

4. Tekanan hipertensi saat hamil

Gangguan plasenta dapat berangkaian dengan masalah tekanan darah, seperti preeklamsia.

Tekanan hipertensi saat mengandung dapat memengaruhi aliran darah menuju plasenta sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke bayi bisa berkurang.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Sakit kepala berat
  • Pandangan kabur
  • Pembengkakan berlebihan pada wajah alias tangan
  • Nyeri di bagian atas perut

5. Pertumbuhan janin terhambat

Salah satu tanda plasenta tidak bekerja optimal adalah ketika pertumbuhan bayi lebih lambat dari seharusnya. Kondisi ini dikenal sebagai intrauterine growth restriction (IUGR) alias halangan pertumbuhan janin dalam rahim.

Biasanya diketahui melalui pemeriksaan:

  • USG kehamilan
  • Pengukuran berat dan ukuran janin
  • Pemeriksaan aliran darah plasenta

Tidak semua gangguan plasenta bisa dirasakan oleh ibu. Ada kondisi yang baru diketahui melalui pemeriksaan dokter, seperti:

  • Letak plasenta terlalu dekat dengan jalan lahir
  • Aliran darah plasenta kurang optimal
  • Kelainan corak alias perkembangan plasenta

Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting.

Apa yang terjadi pada plasenta setelah bayi lahir?

Setelah menunggu selama sembilan bulan, momen yang paling dinanti akhirnya tiba: bayi lahir ke dunia. Namun, tahukah Bunda bahwa proses persalinan belum betul-betul selesai setelah Si Kecil lahir?

Masih ada satu bagian krusial yang kudu keluar dari rahim, ialah plasenta alias ari-ari bayi. Organ yang selama ini menjadi 'jembatan kehidupan' bagi bayi ini bakal menyelesaikan tugasnya setelah persalinan.

Setelah bayi lahir, rahim tetap bakal terus berkontraksi. Kontraksi ini membantu melepaskan plasenta dari tembok rahim.

Proses keluarnya plasenta disebut sebagai persalinan kala tiga. Biasanya plasenta keluar dalam beberapa menit setelah bayi lahir. Bunda mungkin bakal merasakan:

  • Perut kembali mulas
  • Kontraksi ringan
  • Dorongan mau mengejan
  • Darah keluar dari vagina

Tenaga kesehatan bakal membantu memastikan plasenta keluar dengan komplit dan aman. Demikian penjabaran mengenai bentuk ari-ari bayi dan ilustrasi gambarnya. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya