Kenapa Banyak Ibu Melahirkan Malam Hari? Ini Penjelasan Medisnya

Jul 20, 2026 06:20 PM - 3 minggu yang lalu 10431

Bunda mungkin pernah mendengar cerita bahwa banyak bayi lahir pada malam hingga awal hari. Bahkan, tidak sedikit ibu mengandung yang mulai merasakan kontraksi setelah mentari terbenam dan akhirnya melahirkan saat sebagian besar orang tetap terlelap.

Faktanya, dugaan ini bukan sekadar mitos. Sejumlah penelitian menemukan bahwa persalinan spontan memang lebih sering terjadi pada malam hari. Para mahir menduga kejadian ini berangkaian dengan jam biologis tubuh serta perubahan hormon yang membantu proses persalinan.

Lantas, kenapa tubuh lebih sering 'memilih' malam hari untuk melahirkan?


Mengapa banyak ibu melahirkan malam hari?

Tubuh manusia mempunyai ritme sirkadian alias jam biologis yang mengatur beragam kegunaan tubuh, termasuk pola tidur, suhu tubuh, hingga produksi hormon. Ritme inilah yang diduga turut memengaruhi waktu dimulainya persalinan.

Salah satu hormon yang berkedudukan adalah melatonin, ialah hormon yang diproduksi otak saat suasana gelap. Selama ini melatonin dikenal sebagai hormon yang membantu seseorang tidur lebih nyenyak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hormon ini juga mempunyai peran dalam proses persalinan.

Melatonin bekerja berbareng oksitosin, hormon yang memicu kontraksi rahim. Ketika kadar melatonin meningkat pada malam hari, rahim menjadi lebih responsif terhadap oksitosin sehingga kontraksi bisa berjalan lebih kuat dan teratur.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology. Para peneliti menjelaskan bahwa hubungan antara melatonin dan oksitosin diduga menjadi salah satu argumen kenapa persalinan spontan lebih sering dimulai pada malam hari.

Peran hormon oksitosin saat persalinan

Oksitosin sering disebut sebagai 'hormon cinta'. Namun, selama persalinan hormon ini mempunyai tugas penting, ialah merangsang otot rahim agar berkontraksi sehingga membantu membuka leher rahim dan mendorong bayi keluar.

Menurut para peneliti, pada malam hari rahim menjadi lebih sensitif terhadap oksitosin. Kondisi ini membikin kontraksi berjalan lebih efektif dibandingkan waktu lainnya.

Selain itu, suasana malam yang lebih tenang juga dapat membantu tubuh ibu merasa lebih rileks. Saat ibu merasa kondusif dan nyaman, produksi oksitosin condong meningkat sehingga proses persalinan dapat berjalan lebih lancar.

Faktor perkembangan diduga ikut berpengaruh

Selain aspek hormon, para intelektual juga mempunyai teori evolusi. Pada era dahulu, melahirkan pada malam hari kemungkinan memberikan untung bagi ibu dan bayinya. Saat malam, personil golongan biasanya berada di tempat yang kondusif dan sedang beristirahat sehingga ibu dapat melahirkan dengan gangguan yang lebih sedikit.

Walaupun teori ini belum dapat dipastikan sepenuhnya, pola persalinan pada malam hari telah diamati di beragam negara dan pada beragam populasi manusia.

Apakah semua ibu pasti melahirkan malam hari?

Tentu tidak, Bunda.

Setiap kehamilan mempunyai kondisi yang berbeda sehingga waktu persalinan tidak bisa diprediksi hanya berasas jam biologis tubuh.

Beberapa aspek yang memengaruhi waktu kelahiran bayi antara lain:

  • Persalinan berjalan spontan alias melalui induksi.
  • Operasi caesar yang biasanya dijadwalkan pada siang hari.
  • Kondisi kesehatan ibu dan janin.
  • Usia kehamilan.
  • Riwayat persalinan sebelumnya.

Karena itu, ada ibu yang melahirkan pada pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Apa yang kudu dilakukan jika kontraksi datang malam hari?

Jika usia kehamilan sudah cukup bulan dan kontraksi muncul secara teratur pada malam hari, Bunda tidak perlu panik.

Segera hitung gelombang kontraksi. Bila kontraksi datang setiap sekitar lima menit, berjalan selama kurang lebih satu menit, dan pola tersebut memperkuat selama satu jam, alias jika ketuban pecah maupun muncul perdarahan, segera menuju rumah sakit alias akomodasi kesehatan tempat Bunda berencana melahirkan.

Menjelang hari perkiraan lahir, pastikan tas persalinan sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari agar Bunda dan family tidak terburu-buru ketika tanda persalinan muncul pada malam hari.

Studi: Persalinan malam hari memang lebih sering terjadi

Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Endocrinology menjelaskan bahwa sebagian besar mamalia, termasuk manusia, condong melahirkan pada malam hari. Para peneliti menyebut ritme sirkadian serta peningkatan hormon melatonin menjadi salah satu sistem biologis yang mendukung proses tersebut.

Sementara itu, peneliti dari Yale School of Medicine juga menjelaskan bahwa melatonin bisa meningkatkan respons rahim terhadap oksitosin. Penemuan ini membantu menjelaskan kenapa kontraksi sering kali menjadi lebih efektif saat malam dibandingkan siang hari.

Meski demikian, para mahir menegaskan bahwa waktu persalinan tetap dipengaruhi banyak faktor. Jadi, Bunda tidak perlu cemas jika Si Kecil lahir pada pagi alias siang hari lantaran perihal tersebut juga termasuk normal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya