Ketua RMI PBNU: Penerima Beasiswa FOELT Wajib Jadi Motor Transformasi SDM Pesantren

Bincang Syariah Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 175988x dilihat
Ketua RMI PBNU: Penerima Beasiswa FOELT Wajib Jadi Motor Transformasi SDM Pesantren
 Penerima Beasiswa FOELT Harus Jadi Motor Transformasi SDM PesantrenKetua RMI PBNU: Penerima Beasiswa FOELT Wajib Jadi Motor Transformasi SDM Pesantren

Rabithatul al-Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PBNU resmi membuka Kick-Off Program Beasiswa Foundation of English Language Training (FOELT) pada Jumat, 30 Januari 2026 melalui platform Zoom, pukul 14.00–16.00 WIB.

Program ini menghadirkan pelatihan intensif Bahasa Inggris akademik bagi sepuluh santri penerima danasiwa (awardee). Pelatihan akan berlangsung penuh selama tiga bulan, dimulai Senin, 3 Februari 2026.

Acara pembukaan berlangsung singkat namun khidmat, diikuti oleh Ketua RMI PBNU KH. Hodri Arief; inisiator program KH. Ulunnuha; perwakilan mitra pelaksana, Lembaga Eruditia; serta para awardee terpilih dari berbagai pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, KH. Hodri Arief memberi selamat kepada para penerima beasiswa dan menekankan bahwa FOELT bukan sekadar peningkatan kapasitas individu untuk melanjutkan studi S2 dan S3, tetapi bagian dari upaya transformasi pesantren yang lebih luas.

“Keberhasilan rekan-rekan semua diharapkan menjadi bagian dari pesan Al-Qur’an, walladzīna jāhadū fīnā lanahdiyannahum subulanā, bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, bakal Kami tunjukkan jalan-jalan Kami,” ujar KH. Hodri.

KH. Hodri juga menekankan pentingnya menjaga jaringan antara para awardee dengan RMI, pesantren asal, dan santri-sanitri yang masih menempuh pendidikan di pondok. Menurutnya, manfaat program harus berkelanjutan dan menjangkau lebih luas, bukan hanya sepuluh peserta itu saja.

Lebih jauh, ia memetakan FOELT sebagai bagian dari klaster transformasi SDM dalam strategi besar RMI PBNU, yang berdampingan dengan dua klaster lainnya: transformasi kepengasuhan dan transformasi kurikulum. “Rekan-rekan semua masuk dalam klaster ketiga, ialah transformasi SDM. Ini sangat strategis lantaran kualitas manusia bakal menentukan keberlanjutan dan daya saing pesantren di masa depan,” tegasnya.

KH. Ulunnuha atau Gus Ulun menyampaikan apresiasi serta mengaitkan program ini dengan agenda transformasi pesantren yang diusung Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Ia menyebut FOELT sebagai pengungkit penting (enabler) dalam proses perubahan tersebut.

“Program ini menjadi enabler alias pengungkit bagi proses transformasi pesantren di lingkungan NU,” ujar Gus Ulun. Ia berharap para awardee tidak hanya melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberi manfaat bagi almamater dan ekosistem pesantren lebih luas.

FOELT diselenggarakan oleh RMI PBNU sebagai wadah pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama, bekerja sama dengan NU Scholarship sebagai pengelola danasiwa NU, serta mendapat dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Lembaga Eruditia dipercaya sebagai mitra pelaksana pelatihan intensif ini.

Setelah pembukaan, penyelenggara bersama tim Eruditia memberikan pembekalan teknis kepada para awardee. Materi pembekalan meliputi penjelasan kurikulum, metode pembelajaran, agenda kegiatan, serta target kompetensi Bahasa Inggris akademik khusus untuk kebutuhan tes IELTS.

Sebagai langkah awal, peserta diwajibkan mengikuti pre-test yang difokuskan pada empat komponen utama tes IELTS: listening, reading, writing, dan speaking. Hasil pre-test menjadi dasar pemetaan kemampuan awal sekaligus acuan penyusunan strategi pembelajaran yang lebih terukur.

Panitia juga mensosialisasikan sejumlah komitmen yang mesti dipenuhi oleh awardee selama program, antara lain kewajiban mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai, kehadiran pada setiap sesi sesuai jadwal, serta fasilitas danasiwa untuk pelaksanaan tes IELTS selama program berlangsung.

“Tes IELTS tidak boleh diambil di luar masa tiga bulan training ini,” tegas Amien Nurhakim selaku perwakilan panitia pelaksana, sebagai penegasan komitmen terhadap integritas dan kesungguhan pelaksanaan beasiswa.

Melalui FOELT, RMI PBNU mempertegas komitmen membangun ekosistem transformasi SDM pesantren yang kompetitif secara global, adaptif terhadap tantangan zaman, dan mampu menjawab kebutuhan dunia akademik internasional.

Diharapkan para awardee tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan pesantren, memperkuat peran santri sebagai tokoh strategis dalam pembangunan peradaban dan kemajuan bangsa.

Artikel Lainnya Bincang Syariah

Bagikan Postingan