Kisah Bunda 5 Anak Terus Menyusui selama 15 Th, Akui Jalani Extended Breastfeeding

Jul 22, 2026 08:55 AM - 3 minggu yang lalu 8608

Setiap ibu punya perjalanan menyusui yang berbeda. Ada yang berakhir setelah beberapa bulan, ada pula yang melanjutkan hingga anak balita. Namun kisah seorang ibu dengan lima anak ini menarik perhatian lantaran dia mengaku telah menyusui tanpa jarak selama sekitar 15 tahun.

Dalam wawancara yang dikutip Express.co.uk, ibu tersebut mengatakan bahwa keputusan untuk terus menyusui bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak awal. Setelah anak pertama lahir, dia melanjutkan menyusui hingga anak berikutnya hadir, dan siklus itu terus bersambung sampai anak kelimanya.

Kisah Dayna, ibu yang terus menyusui selama 15 tahun

Dayna adalah seorang ibu dari lima anak yang telah menyusui anak-anaknya selama bertahun-tahun. 


"Saya pertama kali mulai menyusui 13 tahun yang lalu, dan selama waktu itu saya telah memperhatikan pergeseran budaya dalam langkah orang memandang menyusui."

Ia tetap merasa nyaman dengan keputusannya untuk menyusui anak-anaknya hingga usia alami. Namun, dia pernah mengalami situasi yang tidak menyenangkan saat menyusui kelima anaknya di tempat umum. 

"Saya sering ditanya alias disarankan agar saya menyusui di ruangan lain jika saya menyusui bayi saya di depan orang lain,” ucapnya.

Dayna menjelaskan alasannya untuk terus menyusui anak-anaknya yang tetap balita hingga usia lebih dari dua tahun adalah melanjutkan menyusui setelah usia dua tahun mempunyai banyak faedah jika ibu dan anak sama-sama senang melanjutkan perjalanan ini bersama. Dayna percaya bahwa menyusui kudu dinormalisasi hingga usia balita lantaran itu secara biologis normal.

"Jika menyusui lebih dinormalisasi di masyarakat, bakal ada lebih banyak pemahaman tentang manfaatnya dan kesadaran bahwa menyusui hingga usia alami (hingga balita) adalah perihal yang normal secara biologis," ujarnya.

"Melanjutkan menyusui setelah usia dua tahun mempunyai banyak faedah jika ibu dan anak sama-sama senang untuk melanjutkan perjalanan mereka bersama. Keuntungan terbaik dari menyusui hingga masa balita meliputi ikatan yang lebih lama, faedah nutrisi, keahlian untuk membangkitkan rasa tenang dan relaksasi dengan cepat, pengurangan akibat penyakit tertentu pada anak, dan perlindungan dari penyakit," tambahnya.

Apa itu extended breastfeeding?

Extended breastfeeding adalah istilah untuk menyusui anak setelah usia satu tahun. Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, lampau dilanjutkan berbareng makanan pendamping hingga usia dua tahun alias lebih sesuai kemauan ibu dan anak.

Bagi sebagian orang, menyusui balita alias anak yang lebih besar mungkin terasa tidak biasa. Namun dalam banyak budaya, praktik ini tetap dianggap normal. Ibu dalam kisah ini mengaku bahwa menyusui bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga memberi rasa nyaman dan kedekatan emosional bagi anak-anaknya meski sering kali disertai tantangan sosial dan perbedaan pandangan dari masyarakat.

Manfaat menyusui setelah usia 1 tahun

Penelitian menunjukkan bahwa ASI tetap mengandung unsur gizi dan antibodi meski anak sudah berumur lebih dari satu tahun. Menurut ulasan dari La Leche League dan beragam studi tentang menyusui jangka panjang, ASI tetap dapat membantu mendukung sistem imun serta menjadi sumber kenyamanan emosional bagi anak. 

Selain itu, sebuah penelitian mengenai akibat jangka panjang menyusui menemukan bahwa pemberian ASI berangkaian dengan beberapa aspek perkembangan anak di kemudian hari, meskipun hasilnya dapat dipengaruhi banyak aspek lain seperti lingkungan dan kondisi sosial ekonomi keluarga. 

Tantangan yang dihadapi

Ibu lima anak ini juga mengaku tidak selalu mudah menjalani extended breastfeeding. Ia pernah menerima komentar negatif dari orang sekitar yang menganggap anak sudah 'terlalu besar' untuk disusui.

Padahal, menurut studi di Mali menemukan bahwa ibu lebih mungkin memberikan ASI eksklusif jika mereka percaya bahwa sebagian besar ibu lain di komunitasnya juga melakukan perihal yang sama. Bahkan, persepsi terhadap kebiasaan masyarakat dapat memprediksi perilaku menyusui lebih kuat dibanding sekadar pengetahuan tentang faedah ASI.

Fenomena tersebut memang cukup umum. Beberapa penelitian tentang norma sosial menyusui menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dapat sangat memengaruhi keputusan ibu dalam memberi ASI, terutama ketika menyusui dilakukan setelah usia balita. 

Studi yang dipublikasikan dalam National library of Medicine menemukan bahwa nilai tradisional yang menganggap menyusui di tempat umum kurang layak dapat mengurangi kenyamanan ibu untuk menyusui. Sebaliknya, norma yang lebih modern dan suportif meningkatkan penerimaan terhadap menyusui di ruang publik.

Kapan sebaiknya berakhir menyusui?

Tidak ada pemisah usia tunggal yang bertindak untuk semua anak. WHO dan banyak organisasi kesehatan menyebut bahwa menyusui dapat dilanjutkan selama ibu dan anak tetap menginginkannya.

Beberapa tanda anak mulai siap disapih antara lain:

  • Frekuensi menyusu berkurang dengan sendirinya.
  • Lebih tertarik pada makanan keluarga.
  • Dapat ditenangkan tanpa menyusu.
  • Tidur lebih mandiri.

Kisah ibu yang menyusui selama 15 tahun ini menunjukkan bahwa perjalanan menyusui setiap family bisa sangat berbeda. Ada yang memilih menyapih lebih awal, ada pula yang melanjutkan hingga beberapa tahun.

Yang terpenting, keputusan menyusui sebaiknya didasarkan pada kondisi kesehatan ibu, kebutuhan anak, dan kenyamanan keluarga, bukan semata-mata tekanan dari lingkungan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya