Kisah Nabi Menyaksikan Bukti Keadilan Allah

Apr 17, 2026 11:45 AM - 5 jam yang lalu 266

Kincai Media , JAKARTA -- Suatu ketika, Nabi Musa AS sedang merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah. Kemudian, tebersit dalam pikirannya tentang makna keadilan.

Rasul dari kalangan Bani Israil itu sangat penasaran, gimana Allah menjatuhkan keadilan-Nya atas seluruh makhluk di dunia? “Ya Tuhanku," kata Musa AS berdoa, "kumohon, perlihatkanlah kepadaku keadilan dari sisi-Mu.”

“Sesungguhnya Anda adalah seorang yang terburu-buru. Kau sungguh tidak bakal bisa bersabar,” firman Allah SWT kepada nabi-Nya itu.

“Insya Allah, hamba dapat bersabar dengan apa yang Engkau tentukan terjadi, ya Allah,” jawab Nabi Musa dengan nada membujuk.

Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya itu. Nabi Musa diperintahkan untuk pergi ke dekat sebuah mata air. Di sana, dirinya lampau berlindung di kembali batu cukup besar. Ia pun disuruh untuk menyaksikan peristiwa yang bakal terjadi sejenak lagi.

“Di sana, Anda bakal memandang sebagian dari kekuasaan dan ilmu-Ku,” firman Allah Azza wa Jalla.

Tidak lama kemudian, dari jarak cukup jauh Nabi Musa memandang seorang penunggang kuda mendekati oasis tersebut. Pria ini lampau turun dari kudanya, mencuci tangan serta wajahnya, dan minum. Di sisi kuda itu, tergeletak tas milik laki-laki tersebut. Penutupnya sedikit terbuka dan menampakkan koin-koin emas begitu banyaknya.

Lelaki tersebut kemudian melaksanakan shalat. Sesudah itu, dia kembali menaiki kudanya. Sayang sekali, tas yang berisi keping-keping emas miliknya itu tertinggal. Melihat itu, Nabi Musa nyaris berteriak memanggil orang tersebut. Akan tetapi, yang hendak dipanggil sudah terlebih dulu pergi sembari terus memacu kudanya.

Beberapa saat kemudian, datanglah seorang anak kecil. Masih dari kembali batu besar, Nabi Musa memperhatikan bahwa bocah itu memandang tas yang telah ditinggalkan si penunggang kuda. Tanpa basa-basi, anak ini meraih tas tersebut dan membawanya pergi. Hampir saja Nabi Musa berteriak memanggilnya agar jangan mengambil peralatan yang bukan haknya. Namun, si bocah sudah beranjak pergi.

Tak lama berselang, seorang kakek mendekati sumber air ini. Nabi Musa mengetahui bahwa laki-laki tua tersebut buta lantaran memandang dari gelagatnya. Setelah minum, si kakek mengambil air wudhu, lampau melaksanakan shalat.

Tiba-tiba, penunggang kuda yang tadi kembali ke oasis tersebut. Tampaknya, dia sudah menyadari bahwa tasnya yang berisi koin-koin emas tertinggal di sana. Dijumpainya si kakek tunanetra.

Selengkapnya