Kisah Nabi Ya'kub: Perjalanan Hidup, Pernikahan Dua Wanita Salehah, dan Keturunannya

Intisari Islam Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 1 menit 175188x dilihat
Kisah Nabi Ya'kub: Perjalanan Hidup, Pernikahan Dua Wanita Salehah, dan Keturunannya

Nabi Ya'kub lahir dan dibesarkan di Palestina sebagai putra Nabi Ishak bin Ibrahim. Ia memiliki saudara kembar bernama Ishu, namun hubungan keduanya tidak pernah akur.

Ishu sering diliputi rasa cemburu karena orangtua tampak lebih menyayangi Ya'kub. Sebagai pemburu, Ishu kerap menyerahkan hasil buruan kepada orangtua, tetapi terhadap saudaranya ia kerap bersikap sinis dan melontarkan ucapan kasar.

Pamannya, Laban, termasuk orang terpandang dan kaya yang memiliki peternakan besar. Selama tinggal di sana, Ya'kub dipercaya mengurus seluruh usaha ternak milik Laban.

Setelah tujuh tahun bekerja, Laban terkesan dan menikahkan putri sulungnya, Laiya, kepada Ya'kub. Namun Ya'kub sejatinya menaruh hati pada Rachel, sehingga ia menyampaikan perasaannya kepada pamannya.

Laban lalu menetapkan syarat: agar bisa menikahi Rachel, Ya'kub harus bekerja tambahan beberapa tahun lagi untuknya.

Waktu terus berjalan hingga persyaratan itu terpenuhi. Pada akhirnya Ya'kub menikahi kedua putri Laban, yakni Laiya sang sulung dan Rachel sang bungsu.

Pada masa itu syariat memperbolehkan seorang mukmin menikah dengan dua wanita yang bersaudara, sehingga pernikahan Ya'kub dengan kedua putri Laban sesuai kebiasaan zaman tersebut.

Selain kedua istri tersebut, Laban menghadiahkan dua hamba sahaya perempuan bernama Balha dan Zulfa kepada menantunya. Dengan demikian Ya'kub memiliki total empat istri.

Menurut sebuah riwayat, Nabi Ya'kub dikaruniai sekitar 14 anak, terdiri dari dua putri dan sisanya putra. Nama putra-putranya disebut Rubail, Syam'un, Lawi, Yahudza, Yasyjur, Rubalun, Dan, Naftali, Jad, Asyir, Yusuf, dan Benyamin; sedangkan putrinya bernama Dinah dan Yathirah. Riwayat lain menyebut jumlah anaknya adalah 12, merujuk pada jumlah putra.

Yusuf dan Benyamin lahir dari Rachel. Yusuf kemudian diangkat oleh Allah SWT sebagai nabi dan rasul, dan namanya diabadikan sebagai nama surat dalam Alquran.

Surah Yusuf ayat 1-111 memaparkan kisah Nabi Yusuf, kondisi sebelas saudaranya, serta perjalanan hidup Nabi Ya'kub. Saat masih remaja, Yusuf bermimpi melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud kepadanya.

Yusuf menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Setelah mendengarkan, Nabi Ya'kub menasihatinya agar tidak menceritakan mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya.

Menurut Ibnu Katsir, sebelas bintang dalam mimpi itu melambangkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS, termasuk Benyamin, sedangkan matahari dan bulan menjadi simbol bagi ayah dan ibunya.

Nabi Ya'kub menakwilkan mimpi putranya dengan keyakinan bahwa kelak Allah Ta'ala akan mengangkat Yusuf sebagai penerus risalah kenabian. Sebagai seorang ayah, Ya'kub sangat menyayangi Yusuf, bahkan lebih dari anak-anaknya yang lain.

Namun saudara-saudara Yusuf menyimpan rasa iri dan dengki karena kedudukan istimewa yang diberikan ayah kepada anak-anak Rachel, terutama Yusuf; kedengkian berubah menjadi sebuah rencana jahat.

Artikel Lainnya Intisari Islam

Bagikan Postingan