Kisah Negeri Yang Diazab Dengan Hujan

Jan 20, 2026 06:50 AM - 3 bulan yang lalu 119153

Kincai Media , JAKARTA -- Alquran memuat kisah orang-orang terdahulu untuk menjadi pelajaran bagi umat Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah yang berangkaian dengan kaum 'Ad.

Kepada mereka, Allah SWT mengutus Nabi Hud AS. Ketika itu kaum 'Ad sudah lama terjerumus dalam kesesatan walaupun secara material mereka hidup dalam kemewahan dan kejayaan.

Kaum yang menyembah berhala ini menetap di bagian selatan Semenanjung Arab, sekarang dikenal sebagai Yaman. Tanah yang subur dan perdagangan yang sukses membikin negeri mereka kaya raya. Alih-alih alim kepada Allah dan bersyukur, mereka justru menjadi sombong dan menolak seruan kebenaran.

Nabi Hud mengingatkan mereka agar segera kembali kepada tauhid, sebagaimana yang diajarkan Nabi Nuh AS. Namun, kaum 'Ad menolak seruan cucu Nabi Nuh AS itu mentah-mentah.

Upaya keras Nabi Hud AS dalam berceramah diabadikan Allah SWT dalam Alquran surah Hud ayat ke-50 hingga 52.

وَاِلٰى عَادٍ اَخَاهُمۡ هُوۡدًا‌ ؕ قَالَ يٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمۡ مِّنۡ اِلٰهٍ غَيۡرُهٗ‌ ؕ اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا مُفۡتَرُوۡنَ

"Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) kerabat mereka, Hud. Dia berkata, 'Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) Anda hanyalah mengada-ada'" (QS Hud: 50).

Upaya keras Nabi Hud AS dalam berceramah juga diabadikan oleh Allah dalam surah asy-Syu’ara ayat 128-135. Artinya, "Apakah Anda mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati? Dan Anda membikin benteng-benteng dengan angan Anda hidup kekal? Dan andaikan Anda menyiksa maka Anda lakukan secara sadis dan bengis. Maka bertakwalah kepada Alah dan taatlah kepadaku" (QS asy-Syu’ara: 128-135).

Dalam kitab tafsir karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa kaum ‘Ad betul-betul tidak mau beriman. Mereka tidak mau berakhir melakukan durhaka dan jahat serta apa saja yang mereka kehendaki. Sifat takabur itu sudah demikian hebatnya, apalagi masyarakat negeri ini menyuruh Nabi Hud agar mendatangkan balasan Allah kepada mereka.

Allah kemudian menimpakan murka-Nya kepada mereka.

Hukuman ini dimulai dengan musim tandus panjang yang banget menyiksa. Tanah mengering. Sumur-sumur tak lagi bisa mengalirkan air. Tanaman meninggal sehingga panen kandas total.

Dalam kondisi demikian, kaum 'Ad tetap saja menyombongkan diri. Mereka menolak beragama kepada Allah dan menaati Nabi Hud.

Hingga kemudian, datanglah awan gelap yang menggantung di langit. Kaum 'Ad berteriak-teriak ceria lantaran mengira inilah tanda berakhirnya musim tandus yang panjang.

فَلَمَّا رَاَوۡهُ عَارِضًا مُّسۡتَقۡبِلَ اَوۡدِيَتِهِمۡ ۙ قَالُوۡا هٰذَا عَارِضٌ مُّمۡطِرُنَا‌ ؕ بَلۡ هُوَ مَا اسۡتَعۡجَلۡتُمۡ بِهٖ ‌ۚ رِيۡحٌ فِيۡهَا عَذَابٌ اَ لِيۡمٌۙ

تُدَمِّرُ كُلَّ شَىۡءٍ ۭ بِاَمۡرِ رَبِّهَا فَاَصۡبَحُوۡا لَا يُرٰٓى اِلَّا مَسٰكِنُهُمۡ‌ؕ كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡقَوۡمَ الۡمُجۡرِمِيۡنَ‏

"Maka ketika mereka memandang balasan itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, 'Inilah awan yang bakal menurunkan hujan kepada kita.' (Bukan!) Tetapi itulah balasan yang Anda minta agar disegerakan datangnya (yaitu) angin yang mengandung balasan yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) selain hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi jawaban kepada kaum yang berdosa" (QS al-Aḥqaf: 24-25).

Menurut Tafsir Tahlili Alquran terbitan Kementerian Agama RI, Nabi Hud memperingatkan bahwa awan yang mereka sangka sebagai pembawa hujan itu bukanlah rahmat, melainkan balasan yang bakal menghanguskan segalanya.

"Awan yang datang bergumpal-gumpal itu bukanlah sebagai tanda bakal datangnya hujan sebagaimana yang Anda sangka, tetapi awan itu sebagai tanda datangnya balasan yang Anda inginkan dan Anda tunggu-tunggu. Azab yang bakal datang untuk menghancurkan Anda berupa angin kencang yang bakal membinasakan Anda dan semua yang dilandanya. Dia (Allah) bakal membinasakan Anda dan semua hartamu dan bakal menghancurkan seluruh kekuatan dewa-dewa yang selalu Anda bangga-banggakan, sesuai dengan tugas yang diperintahkan Tuhan kepadanya."

Selengkapnya