Kisah Ulama Menolak Dan Membuang Uang Emas Pemberian Penguasa

Jan 12, 2026 05:05 AM - 4 bulan yang lalu 126808

Kincai Media ,JAKARTA -- Keteguhan ketaatan seorang ustadz zuhud kembali menjadi pelajaran berbobot dalam sejarah Islam. Fuzail bin Iyaz dengan tegas menolak apalagi membuang kekayaan pemberian dari Khalifah Harun ar-Rasyid, demi menjaga kemurnian nasihat dan kebebasan hati dari bujukan dunia. Penolakan ulama zuhud terhadap kekayaan pemberian penguasa ini menegaskan bahwa nasihatnya kepada penguasa tak boleh ternodai oleh dunia.

Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, setelah Khalifah Harun ar-Rasyid mendapat nasihat dari seorang ustadz zuhud berjulukan Fuzail bin Iyaz, Harun menangis pilu dan nyaris pingsan.

Kemudian Harun ar-Rasyid bertanya kepada Fuzail, "Apakah engkau mempunyai utang yang belum terlunasi?”

Fuzail menjawab, "Iya, utang ketaatan kepada Allah. Seandainya Dia menuntut pelunasannya dariku, celakalah aku."

Harun ar-Rasyid berkata, “Yang saya maksud adalah utang kepada manusia, wahai Fuzail."

Fuzail menjawab, "Aku berterima kasih kepada Allah yang telah mengaruniakan kepadaku kecukupan, sehingga tidak ada keluh kesah yang perlu kusampaikan kepada hamba-hamba-Nya."

Kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid meletakkan sebuah kantong berisi 1.000 Dinar di hadapan Fuzail.

Harun berbicara kepada Fuzail, "Ini adalah kekayaan legal yang diwariskan oleh ibuku."

Namun perihal yang tak terduga terjadi, Fuzail menegur Harun ar-Rasyid dengan tegas.

Fuzail berkata, "Wahai Pemimpin kaum Muslimin, nasihat yang kusampaikan kepadamu rupanya tidak berbekas. Engkau apalagi telah kembali melakukan kesalahan dan mengulangi kezaliman."

Harun ar-Rasyid bertanya dengan heran, "Kesalahan apakah yang telah kulakukan?"

Fuzail menjawab, “Aku menyerumu menuju jalan keselamatan, tetapi engkau justru menjerumuskanku ke dalam godaan. Bukankah itu sebuah kesalahan? Telah kukatakan kepadamu, kembalikanlah segala sesuatu yang ada padamu kepada pemiliknya yang berhak. Namun engkau memberikannya kepada orang yang tidak layak menerimanya. Percuma saya berkata-kata.”

Setelah berbicara demikian, Fuzail berdiri dan melemparkan duit emas 1.000 Dirham itu ke luar.

Harun ar-Rasyid yang memandang itu berkata, “Benar-benar manusia yang agung. Sesungguhnya Fuzail adalah raja bagi umat manusia. Ia sangat tegas dan bumi ini terlampau mini dalam pandangannya."

Selanjutnya Harun ar-Rasyid meninggalkan rumah Fuzail.

Fuzail ustadz zuhud Bernama komplit Abu Ali al-Fuzail bin Iyaz al-Talaqani, lahir di Khurasan. Diriwayatkan bahwa sewaktu tetap remaja, Fuzail adalah seorang penyamun. Setelah bertobat, Fuzail pergi ke Kufah kemudian ke Makkah dan menetap beberapa tahun lamanya hingga wafatnya pada tahun 187 H/ 803 M.

Nama Fuzail cukup terkenal sebagai seorang mahir Hadits, dan keberaniannya dalam mengkhotbahi Khalifah Harun ar-Rasyid sering diperbincangkan orang.

Selengkapnya