Dalam Bahasa Indonesia, ada unsur-unsur yang kudu mempunyai kepaduan dalam kesatuan pada sebuah wacana. Kepaduan tersebut bisa tercipta dengan adanya konjungsi. Konjungsi merupakan unsur krusial dalam menyusun sebuah wacana.
Menurut Yeni Maulina dari Balai Bahasa Riau Kemdikdasmen dalam publikasinya yang berjudul Penggunaan Konjungsi dalam Wacana Pembelajaran Literasi, konjungsi merupakan kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antarkata, antarfrasa, antarklausa, maupun antarkalimat.
Keberadaan konjungsi dalam sebuah wacana dapat meluaskan satuan dalam bangunan kalimat, baik yang setataran maupun tidak. Adanya konjungsi menjadikan hubungan antarkalimat bisa membentuk kalimat yang padu dan logis sehingga buahpikiran yang disampaikan menjadi mudah dipahami.
Dikutip dari laman Ruang Murid Kemendikdasmen, konjungsi merupakan norma kebahasaan. Kaidah kebahasaan adalah patokan tentang penggunaan kata alias kalimat yang terdapat pada sebuah teks. Pada dasarnya corak kata dan kalimat pada setiap jenis teks berfaedah untuk menandakan perbedaan karakter suatu teks alias cerita.
Dalam tulisan kali ini, bakal dibahas tentang konjungsi penerang. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga contohnya. Untuk memahaminya, simak info selengkapnya berikut ini.
Apa itu konjungsi penerang?
Konjungsi penerang adalah konjungsi yang menerangkan alias menjelaskan kata alias golongan kata yang dikatakan sebelumnya. Kata-kata yang umum digunakan dalam jenis konjungsi ini meliputi bahwa, yakni, yaitu, adalah, dan ialah.
Ciri-ciri konjungsi penerang adalah berada dalam satu kalimat, berangkaian dengan subjek, objek, pelengkap, hingga keterangan, menjelaskan dan menerangkan maksud dari suatu peristiwa.
Jenis-jenis konjungsi penerang
Dikutip dari detikcom, konjungsi penerang secara konseptual dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis konjungsi penerang:
- Konjungsi aditif: Konjungsi yang melakukan penggabungan terhadap dua unsur gramatika dalam satu kalimat. Contoh katanya adalah serta, dan, lalu.
- Konjungsi disjungtif: Konjungsi yang melakukan penggabungan terhadap dua aspek kalimat yang sifatnya berlawanan. Contohnya adalah atau, maupun, entah.
- Konjungsi pertentangan: Konjungsi yang digunakan untuk frasa alias kalimat yang sifatnya bertentangan. Contoh katanya adalah sedangkan, namun, tetapi.
- Konjungsi final: Konjungsi yang digunakan untuk menggabungkan dua aspek kalimat yang mempunyai konotasi penyelesaian. Contohnya adalah agar, supaya.
- Konjungsi waktu (temporal): Konjungsi yang digunakan untuk membantu memberikan kronologi alias urutan waktu pada dua peristiwa. Contohnya seperti hingga, ketika.
- Konjungsi sebab: Konjungsi yang digunakan untuk frasa alias kalimat yang mempunyai aspek "sebab". Contohnya adalah sebab, karena itu.
- Konjungsi perbandingan: Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat dalam konteks perbandingan. Contohnya adalah bagaikan, misalnya, seperti.
Contoh kalimat konjungsi penerang
Berikut beberapa contoh kalimat konjungsi penerang agar lebih mudah dipahami:
1. Contoh kalimat dengan konjungsi penerang “yakni”
Contoh kalimat dengan konjungsi penerang "yakni" adalah sebagai berikut:
- Indonesia mempunyai banyak pulau besar, ialah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
- Mereka bakal mengunjungi satu kota bersejarah, ialah Yogyakarta.
- Kamila mempunyai satu kegemaran favorit, ialah membaca novel.
2. Contoh kalimat dengan konjungsi penerang “yaitu”
Contoh kalimat dengan konjungsi penerang "yaitu" adalah sebagai berikut:
- Rona mempunyai dua hewan peliharaan, ialah kucing dan kelinci.
- Penyebab utama banjir ialah saluran air yang tersumbat sampah.
- Indonesia mempunyai dua musim, ialah musim hujan dan musim kemarau.
3. Contoh kalimat dengan konjungsi aditif
Contoh kalimat dengan konjungsi aditif adalah sebagai berikut:
- Ayah membaca surat kabar dan menikmati secangkir kopi.
- Peserta ujian diminta membawa kertas HVS serta perangkat tulis.
- Bel berbunyi, lampau para siswa masuk ke kelas.
4. Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif
Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif adalah sebagai berikut:
- Teh alias kopi dapat dipilih sebagai minuman.
- Kegiatan tersebut terbuka bagi pelajar maupun masyarakat umum.
- Ia tidak tahu entah kakaknya sudah berangkat entah tetap di rumah.
5. Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan
Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan adalah sebagai berikut:
- Cuaca di daerah pegunungan sejuk, sedangkan di pantai terasa panas.
- Harga peralatan itu cukup mahal, namun kualitasnya sangat baik.
- Riza sudah berlatih setiap hari, tetapi dia belum memenangkan pertandingan.
6. Contoh kalimat dengan konjungsi final (tujuan)
Contoh kalimat dengan konjungsi final alias konjungsi tujuan adalah sebagai berikut:
- Kita kudu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit.
- Saya berolahraga secara teratur agar tubuh tetap sehat.
- Di hari pertama sekolah, para siswa berangkat lebih pagi agar tidak terlambat.
7. Contoh kalimat dengan konjungsi waktu
Contoh kalimat dengan konjungsi waktu alias konjungsi temporal adalah sebagai berikut:
- Burung-burung mulai berkicau ketika mentari terbit.
- Hujan turun hingga pagi hari.
- Toko itu buka hingga pukul 22.00.
8. Contoh kalimat dengan konjungsi sebab
Contoh kalimat dengan konjungsi karena adalah sebagai berikut:
- Tanaman itu layu karena tidak disiram setiap hari.
- Acara dibatalkan karena cuaca sangat buruk.
- Jalan menuju sekolah tergenang banjir. Sebab itu, banyak siswa datang terlambat.
9. Contoh kalimat dengan konjungsi perbandingan
Contoh kalimat dengan konjungsi komparasi adalah sebagai berikut:
- Ada banyak makanan unik Indonesia, misalnya rendang dan pempek.
- Beberapa sayuran mengandung banyak vitamin, misalnya wortel dan bayam.
- Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya mempunyai banyak gedung tinggi.
Itulah contoh-contoh kalimat penerangan yang bisa dipelajari Si Kecil di rumah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·