Malam Nisfu Sya’ban 2026: Tanggal 15 Sya’ban dan Awal Malam Dimulai 2 Februari 2026

Bincang Syariah Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 176986x dilihat
Malam Nisfu Sya’ban 2026: Tanggal 15 Sya’ban dan Awal Malam Dimulai 2 Februari 2026
Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026?

Umat Islam kembali bersiap menyambut malam Nisfu Sya’ban, salah satu malam penting dalam penanggalan hijriah yang sering dikaitkan dengan doa, ampunan, dan keberkahan; lalu kapan tepatnya Nisfu Sya’ban pada 2026?

Berdasarkan penetapan resmi Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) serta Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama, pertengahan Sya’ban 1447 H dipastikan terjadi pada awal Februari 2026.

Awal Sya’ban Ditentukan Lewat Rukyatul Hilal

LF PBNU, sebagaimana dikutip dari NU Online, mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Keputusan tersebut tercantum dalam Pengumuman Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 yang diterbitkan pada Senin, 19 Januari 2026, berlandaskan laporan rukyatul hilal di sejumlah lokasi yang berhasil mengamati bulan sabit pada Senin Legi, 29 Rajab 1447 H.

Berdasarkan perhitungan itu, tanggal 15 Sya’ban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Sya’ban dimulai pada malam sebelumnya, yaitu setelah waktu Magrib pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Sekaligus, Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama juga menetapkan awal Sya’ban pada Selasa, 20 Januari 2026, sehingga kedua rujukan resmi tersebut sejalan mengenai tanggal pertengahan Sya’ban.

Malam Penuh Keutamaan dan Doa Mustajab

Malam Nisfu Sya’ban dikenal dalam tradisi Islam sebagai saat yang diberi keistimewaan: banyak umat dan ulama meyakini bahwa doa yang dipanjatkan pada malam ini memiliki peluang diterima lebih besar. Oleh karena itu dianjurkan memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, zikir, istighfar, dan doa pribadi.

Selain ibadah individual, malam ini lazim dipakai untuk muhasabah (introspeksi) dan mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadan. Di berbagai daerah kegiatan peringatan meliputi pembacaan Yasin, tahlilan, pengajian, dan bentuk kebersamaan keagamaan lainnya.

Artikel Lainnya Bincang Syariah

Bagikan Postingan