Mengapa Allah Tak Kabulkan Doa Para Pendengki?

Jun 10, 2026 12:00 PM - 5 jam yang lalu 171

Kincai Media , Rasa dengki atau iri hati kepada sesama Muslim bukan sekadar penyakit hati, tetapi juga dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menyebut bahwa orang yang menyimpan dengki di dalam hatinya termasuk tiga golongan manusia yang doanya tidak bakal dikabulkan oleh Allah SWT.

Abu Laits As-Samarqandi mengungkapkan bahwa Al-Faqih berkata, "Ada tiga golongan manusia yang doanya tidak bakal dikabulkan, ialah orang yang menyantap makanan haram, orang yang menggunjing, dan orang yang di dalam hatinya ada rasa dengki alias iri hati kepada sesama Muslim."

Ibnu Syihab meriwayatkan dari Salim, dari ayahnya, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak boleh ada rasa dengki selain pada dua macam."

"Yaitu kepada orang yang dikaruniai Allah (kepandaian tentang) Aquran, sedangkan dia senantiasa mengamalkannya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai Allah harta, sedangkan dia senantiasa menginfakkannya malam dan siang hari."

Terkait hadits tersebut, Imam Abu Laits As-Samarqandi menjelaskan bahwa seseorang hendaknya bersungguh-sungguh untuk berupaya mengerjakan apa yang dikerjakan oleh kedua macam orang yang disebutkan di dalam hadits tersebut, ialah dalam mengerjakan sholat malam dan sedekah. Dengki alias iri hati yang semacam itu adalah dengki yang terpuji.

Sedangkan, dengki yang lain, ialah dengki yang mengharapkan agar rahmat yang ada pada orang lain itu lenyap, maka itu adalah tercela. Jadi, andaikan seseorang memandang kekayaan alias apapun yang ada pada orang lain, kemudian dia berambisi agar perihal itu lenyap dari orang yang memilikinya, maka itu adalah perbuatan yang tercela.

Sedangkan jika dia mau mendapatkan rahmat seperti orang yang mempunyai kekayaan alias apapun yang lain tanpa mempunyai angan agar lenyap dari orang yang memilikinya, maka itu tidak tercela, boleh-boleh saja.

Selengkapnya