Kincai Media , DEPOK – Kata “Akhlak” berasal dari bahasa arab ialah ” Al-Khulk ” yang berfaedah tabeat, perangai, tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut istilahnya, adab adalah sifat yang tertanam di dalam diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan berasas prinsip dasar manusia.
“Prinsip dasar menyangkut adab dalam islam itu adalah letakkan segala sesuatu pada tempatnya, jika Anda tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya yang semestinya maka Anda tidak berakhlak,” kata Prof Quraish Shihab dikutip dari akun Youtube Pribadinya
Prof Quraish Shihab menjelaskan, manusia kudu beradab kepada sesama manusia. Akhlak kepada sesama manusia beragam contohnya seperti, adab kepada orang tua, kepada anak, kepada istri, kepada pembantu, kepada diri sendiri, apalagi adab kepada jalanan.
Salah satu contoh menempatkan sesuatu pada tempatnya ada dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jauhilah dari duduk-duduk di jalan!. Para sahabat berkata: “wahai Rasulullah, kegiatan kami duduk (di jalan) berkumpul ya hanya (di pinggir jalan) itu. Kami bisa bercengkerama saat itu. Rasulullah Saw. lampau bersabda: “Kalau kalian memang susah beranjak dari berkumpul (seperti itu), maka berikan kepada jalanan itu haknya.” Para sahabat bertanya lagi: “Apa kewenangan dari jalan itu wahai Rasulullah ?
Rasul menjawab : menundukkan pandangan, tidak menyakiti, membalas salam, menyampaikan kebaikan, melarang kemungkaran.
Selain beradab kepada sesama manusia, terdapat adab yang kudu dilakukan sebagai umat muslim dan yang paling krusial dalam aliran Islam, ialah beradab kepada Allah SWT merupakan tanggungjawab yang kudu diingat.
“Yang terpokok menyangkut adab terhadap Allah SWT, jangan pernah menduga alias terlintas dalam akal Anda bahwa ada sekutu baginya, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kezhaliman,” ujar Prof Quraish Shihab.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·