Rasulullah Tegaskan Safar Bukan Bulan Sial, Ini Penjelasan Hadits Dan Pandangan Ulama

Jul 18, 2026 11:12 AM - 22 jam yang lalu 1083

. Ilustrasi masjid

Kincai Media , JAKARTA -- Anggapan bahwa bulan Safar merupakan bulan yang membawa kesialan, bencana, dan beragam musibah tetap hidup di tengah sebagian masyarakat. Karena kepercayaan tersebut, tidak sedikit orang yang menghindari pernikahan, berjalan jauh, hingga memulai upaya pada bulan kedua dalam almanak Hijriyah itu.

Padahal, kepercayaan tersebut tidak mempunyai dasar dalam aliran Islam. Rasulullah SAW justru secara tegas membantah dugaan bahwa Safar adalah bulan apes melalui sebuah hadits shahih.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ

Artinya: “Tidak ada pandemi (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau mengelak dari singa.”

Hadits tersebut menjadi penegasan Nabi Muhammad SAW untuk meluruskan kepercayaan masyarakat Arab pada masa jahiliyah yang menganggap bulan Safar sebagai waktu yang membawa kesialan dan tidak layak digunakan untuk melakukan beragam kegiatan penting.

Dalam sejarah Islam sendiri tidak ditemukan adanya larangan unik melakukan kegiatan tertentu pada bulan Safar. Sebaliknya, sejumlah peristiwa krusial justru berjalan pada bulan ini.

Selengkapnya