Kincai Media , JAKARTA -- Adanya mukjizat merupakan salah satu karunia Allah untuk para nabi dan rasul-Nya. Nabi Isa AS, misalnya, disebutkan pernah menyembuhkan orang dari sakit buta yang diderita sejak lahir. Putra Maryam tersebut juga membikin burung dari tanah liat, memulihkan orang dari kusta, dan menghidupkan mayat. Semua itu dilakukannya semata-mata dengan izin Allah SWT.
"Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), 'Aku (Isa) telah datang kepada Anda dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, ialah saya membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lampau saya meniupnya, maka dia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan saya menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan saya menghidupkan orang meninggal dengan izin Allah, dan saya beritahukan kepadamu apa yang Anda makan dan apa yang Anda simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika Anda orang beriman'" (QS Ali Imran: 49).
Selain al-Masih bin Maryam, mukjizat pengobatan juga Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam beragam riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pun pernah membebaskan orang-orang dari pelbagai penyakit, atas izin Allah.
Sebagai contoh, Rasulullah SAW pernah menyembuhkan kaki seorang sahabat beliau, Abdullah bin Atik, yang patah saat menjalankan misi penyergapan. Sebelumnya, Ibnu Atik ditugaskan beliau untuk mengamankan Sallam bin Abi al-Huqaiq namalain Abu Rafi, yang acapkali memprovokasi Quraisy Makkah agar menyerbu Madinah. Bahkan, saudagar Yahudi ini menyatakan siap membiayai perang.
Shahih Bukhari merekam kesaksian Abdullah bin Atik. "Saat itu, saya (Ibnu Atik) sampai di suatu anak tangga hingga kakiku merasa telah menyentuh tanah. Namun, di malam yang bercahaya bulan sangat terang itu saya terjatuh.
Kakiku patah. Kemudian, saya membalutnya dengan serbanku. Setelah itu, perlahan saya pergi dan duduk di depan pintu gerbang.
Aku berbicara kepada kawan-kawanku, ‘Aku tidak bakal keluar dari tembok ini sampai tahu jika saya betul-betul telah membunuhnya (Abu Rafi).’
Ketika ayam jantan mulai berkokok, seseorang pembawa buletin kematian Abu Rafi berdiri dan menyatakan, ‘Aku umumkan bahwa Abu Rafi, saudagar dari Hijaz itu, telah tewas.’
Maka, saya menemui kawan-kawanku dan berkata, ‘Mari kita pergi menyelamatkan diri, lantaran Allah telah membunuh Abu Rafi.’
Di hadapan Nabi SAW, saya menyampaikan perihal itu. Beliau bersabda, ‘Bentangkanlah kakimu.’ Maka saya membentangkannya.
Beliau kemudian mengusapnya. Begitu diusap, kakiku sekaan-akan tidak merasakan sakit apa-apa'" (HR al-Bukhari).
Kejadian serupa juga pernah dialami seorang sahabat lainnya, ialah Salamah. Pun terekam dalam Shahih Bukhari, demikian kesaksian Yazid bin Abu 'Ubaid mengenai sosok tersebut.
Yazid bin Abu ‘Ubaid bercerita, “Aku pernah memandang jejak luka pukulan pedang pada kaki (bagian lutut) Salamah. Aku lampau menanyakannya, ‘Wahai Abu Muslim, luka jejak pukulan apa itu?’
Dia menjawab, ‘Ini luka jejak pukulan yang saya alami pada saat Perang Khaibar.
Ketika itu, orang-orang berkata, ‘Salamah terluka.’
'Aku (Salamah) kemudian menemui Nabi SAW. Lalu, beliau meludahi lukaku ini sebanyak tiga kali. Setelah itu, saya tidak merasakan sakit apa-apa hingga sekarang'" (HR al-Bukhari).
Khubaib bin Adi dan Qatadah bin Nu’man pun pernah mengalami keberkahan dari mukjizat Rasulullah SAW. Masing-masing pada suatu ketika mendapatkan luka saat sedang berjuang di jihad fii sabilillah.
“Bahwa Khubaib bin Adi tertebas pedang pada saat Perang Badar hingga tubuhnya miring sebelah. Kemudian, Rasulullah SAW meludahi lukanya, membungkus, dan mengembalikannya hingga serasi kembali” (HR Baihaqi dalam Dalâ’il an-Nubuwwah)
"Diriwayatkan bahwa bola mata Qatadah bin Nu’man terkena senjata pada saat Perang Badar hingga bola matanya itu bergelantungan di pipinya. Semula, para sahabat hendak memotongnya.
Untungnya, mereka menanyakan perihal ini terlebih dulu kepada Rasulullah SAW. Beliau pun melarang, 'Jangan dipotong.'
English (US) ·
Indonesian (ID) ·