Perang Dahsyat Yang Jadi Tanda Kiamat

Jan 20, 2026 09:00 AM - 3 bulan yang lalu 117210

Kincai Media , JAKARTA -- Pada akhir zaman, menjelang hari kiamat, orang-orang Israel bakal berkumpul dengan sekutunya. Mereka semua berasosiasi dengan dipimpin Dajjal.

Sementara itu, umat Islam pun bakal berasosiasi dengan dipimpin oleh Imam Mahdi. Pertempuran besar pada akhir era pun meletus.

Dalam keadaan demikian, Nabi Isa AS turun dari langit. Rasul yang juga putra Maryam itu kemudian berasosiasi dengan Imam Mahdi dan pasukan Muslimin.

Begitu mengetahui kehadiran Isa AS, Dajjal panik. Makhluk penyebar tuduhan itu pun dibunuh oleh nabiyullah tersebut.

Rentetan kejadian pada akhir era itu banyak diceritakan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW menubuatkan, kelak Palestina bakal menjadi negeri tempat bertarungnya Nabi Isa dan Dajjal. Sesudah Pendusta Besar itu mati, orang-orang Mukmin bakal berhasil hingga berhembusnya angin yang bakal mewafatkan semua mereka.

Simaklah sabda Rasulullah SAW dalam yang diriwayatkan dari jalur an-Nawwas bin Sam'an ini.

فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ

“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di Menara Putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya pada sayap dua malaikat.

Bila dia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika dia mengangkat kepala, air pun berceceran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium aroma badan (Isa AS) melainkan kafir tersebut bakal mati. Sungguh, aroma nafasnya (menyeruak) sejauh mata memandang.

Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di Pintu Ludd, dan lampau membunuhnya. Setelah itu, Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga” (HR Muslim no 2937).

Bukan hanya nash-nash Islam, kitab suci Nasrani pun menyebut perihal perang akhir zaman. Mereka mengistilahkannya sebagai Perang Armageddon.

Wisnu Sasongko dalam bukunya, Armageddon: Peperangan Akhir Zaman, menjelaskan istilah armageddon berasal dari bahasa Yunani. Di kalangan orang Eropa, ini telah menjadi sinonim dalam pembahasan tentang hari akhir dunia.

Di kalangan Muslimin pun, istilah serupa juga dijumpai, ialah al-Majidun, yang berfaedah ‘kemuliaan’. Maka, Perang al-Majidun adalah ‘Perang Kemuliaan’. Ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah.

Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestina. Namanya adalah campuran dari har yang dalam bahasa Ibrani berfaedah gunung dan Mageddon, ialah sebuah kota antik di daerah setempat. Kota itu berada di kaki pegunungan Samaria, gunung yang membentang sampai ke Hebron.

“Armageddon adalah peristiwa besar di akhir zaman, yaitu perang bumi terbesar di akhir era yang dimulai dari Magiddo, sebuah kota di Israel di pegunungan Samaria. Nabi Muhammad SAW menyebut peperangan akhir era ini sebagai Al Malhamah Al Kubro, suatu huru-hara besar yang belum pernah ada tandingannya, yang merupakan arena penampakan kuasa Allah untuk membungkam kesombongan orang-orang kafir,” tulis Sasongko.

Selengkapnya