Pesan Rasulullah Untuk Para Hafiz Alquran

Jan 26, 2026 01:20 PM - 3 bulan yang lalu 115612

Kincai Media , JAKARTA -- Setiap Muslim mesti menghafal ayat-ayat Alquran. Sebab, mahfuz itu menjadi salah satu rukun sahnya shalat wajib--yang tak lain rukun Islam kedua. Minimal, seorang yang mengaku berakidah Islam hafal surah al-Fatihah. Kemudian, keahlian itu disusul dengan menghafal surah-surah pendek.

Tidak ada teks suci yang dapat dengan mudah dihafal selain Alquran. Rasulullah Muhammad SAW memberikan pedoman bagi siapapun umatnya yang mau menghafal Alquran. Pertama-tama, beliau menganjurkan agar mereka banyak-banyak membaca Alquran. Hal ini krusial agar mahfuz tidak mudah lesap dari ingatan.

Dalam sebuah sabda sahih riwayat Bukhari-Muslim, seperti diperoleh dari Abu Musa RA, Nabi SAW bersabda. "Bacalah senantiasa Alquran. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, sungguh Alquran itu mudah lenyap dari ingatan, melampaui unta lepas dari ikatan di sendinya."

Ada beragam metode menghafal Alquran. Namun, semua itu bermuara pada satu hal: rutinkanlah membaca Alquran.

Menurut Ahmad Fuad Effendy dalam Sudahkah Kita Mengenal Alquran? spiritualitas seorang mukmin bakal kian meningkat seiring dengan seringnya dia membaca Alquran. Apalagi, jika dia terus melatih kemampuannya dalam menghafal Alquran.

"Ketika melakukan shalat malam, saat kita biasanya mau berlama-lama menikmati perbincangan dan kebersamaan dengan Allah, hafalan-hafalan ayat dan angan sangat membantu kita menciptakan situasi yang kita inginkan. Dengan hafalan-hafalan itu, kita bisa mengamalkan zikir kapan saja dan di mana saja," kata dia.

Keutamaan hafiz

Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat, mengatakan, para penghafal Alquran juga bakal memberikan keberkahan bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Allah SWT bakal mengangkat kehormatan orang tua dari anak-anaknya yang menghafal Alquran. Rabb semesta alam juga bakal menjaga jasad para penghafal Kitab-Nya tetap utuh dalam kubur hingga hari hariakhir tiba.

Sosok yang berkawan disapa UAH itu menjelaskan, Allah SWT bakal membuka seluruh pintu surga yang bagi para penghafal Alquran. Dia juga memanggil seluruh personil family para hafiz agar mereka beramai-ramai masuk ke dalam jannah.

Bagaimanapun, menurut UAH, tak semua para penghafal Alquran bakal mendapatkan kemuliaan tersebut. Mereka terbagi ke dalam tiga kelompok. Salah satunya adalah hafiz yang kejam dalam perilakunya.

Jenis yang pertama ini bisa menghafal Alquran dan apalagi membacanya dengan betul sesuai dengan kaidah, tetapi perilakunya menyimpang dari aliran Kitabullah. "Yang kejam ini menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Seperti ada orang yang hafal qulhuallahu ahad, dia hafal surahnya, sempurna membacanya, hanya sayang tidak digunakan dalam hidupnya. Lisannya bisa mengucapkan, 'semua kepercayaan itu sama,'" tutur UAH mencontohkan.

Para penghafal Alquran yang kedua adalah yang belum bisa mengamalkan aliran Kitabullah untuk kemaslahatan umat. Mereka sebatas menghafal dan mengambil manfaatnya bagi diri sendiri.

Adapun yang ketiga, ialah orang yang bisa menghafal Alquran dan menyegerakan untuk melaksanakan aliran dari setiap ayat suci yang dihafalnya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah golongan yang sejatinya bakal mendapatkan kemuliaan dari Allah.

Selengkapnya