Pesan Rasulullah Untuk Para Pemimpin

Jan 14, 2026 01:04 PM - 4 bulan yang lalu 126472

Kincai Media , JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya saya diutus hanya untuk menyempurnakan adab mulia." Misi kenabian ini dilakukan beliau, baik dengan perbuatan maupun perkataan.

Di sepanjang hayatnya, Rasulullah SAW menunjukkan keteladanan yang paripurna. Umat Islam, termasuk kalangan pemimpin publik, hendaknya selalu berupaya meneladan beliau.

Nabi SAW sendiri dalam beragam kesempatan menyampaikan nasihat tentang kepemimpinan. Seperti diriwayatkan dari Abu Dzarrin, Rasul SAW bersabda, "Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah suatu amanah dan di Hari Kiamat bakal mengakibatkan kerugian dan penyesalan selain mereka yang mengambilnya dengan langkah yang baik, serta dapat memenuhi kewajibannya dengan baik sebagai seorang pemimpin" (HR Muslim).

Abu Hurairah RA berkata, "Telah berfirman Rasulullah SAW, 'Disodorkan padaku tiga golongan yang paling pertama masuk surga. Tiga golongan juga yang paling pertama masuk neraka.

Adapun yang paling pertama masuk surga adalah orang yang meninggal syahid, hamba sahaya yang baik ibadahnya kepada Allah serta selalu menasihati majikannya (tuannya), dan mereka yang menjauhkan diri dari peralatan yang haram.

Adapun tiga golongan yang paling pertama masuk neraka adalah pemimpin yang menipu, hartawan yang tidak pernah memberikan tanggungjawab (zakat), dan orang yang fakir lagi sombong'" (HR Damiri dan Ahmad).

Kepada Ka'ab bin Ujrah Rasulullah berpesan, ''Semoga Allah melindungimu dari kepemimpinan orang yang jahat."

Ka'ab bertanya, apa maksud beliau. Maka, Nabi SAW bersabda, "Yaitu para pemimpin yang ada sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku, dan tidak bersunah dengan sunahku. Barangsiapa yang membenarkan atas dustanya dan membantu kezalimannya, mereka itu bukanlah umatku dan saya pun tidak termasuk berbareng mereka" (HR Ahmad).

Dengan memetik hikmah dari hadis-hadis di atas, nyatalah tugas seorang pemimpin tidak ringan. Ketika seseorang menjadi pemimpin, dia bisa menyambutnya dengan pernyataan bismillah alias apalagi inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

sumber : Hikmah Republika oleh Miftah Faridl

Selengkapnya