Probiotik untuk Bayi: Kenali Manfaat, Waktu Pemberian dan Sumber Terbaiknya

Jul 20, 2026 06:45 PM - 3 minggu yang lalu 10527

Probiotik dan prebiotik sama-sama berkedudukan krusial dalam menjaga kesehatan pencernaan bayi. Apa saja faedah dan sumber alaminya untuk Si Kecil?

Seperti diketahui, pencernaan yang sehat sangat krusial untuk mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Salah satunya untuk membantu penyerapan nutrisi dan menjaga daya tahan tubuh. 

Nah, salah satu langkah untuk menjaga kesehatan saluran cerna adalah dengan menjaga keseimbangan kuman baik di dalam usus. Hal ini bisa didapat melalui asupan probiotik dan prebiotik.


Mengenal probiotik

Dikutip dari Web MD, probiotik adalah mikroorganisme hidup, biasanya berupa kuman yang hidup di usus dan dianggap baik untuk tubuh. Contoh organisme probiotik antara lain Lactobacillus, Bifidobacterium, Streptococcus, dan Saccharomyces boulardi.

Penggunaan probiotik disebut dapat membantu mencegah jangkitan dengan langkah menempati saluran pencernaan dan menjaga agar mikroorganisme rawan tidak berkembang biak di ruang yang sama.

Sebuah penelitian dalam jurnal National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa bayi dengan kolik yang disusui secara eksklusif dan menerima asupan campuran probiotik alias plasebo, mempunyai lebih sedikit gelombang menangis tanpa karena per hari. Hal ini dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima probiotik.

Perbedaan prebiotik dan probiotik

Dikutip dari Mayo Clinic, probiotik dan prebiotik merupakan dua komponen dalam makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan usus.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup tertentu, yang membantu tubuh mencerna makanan dan menjaga kesehatan pencernaan. 

Sementara itu, prebiotik adalah bagian dari makanan yang tidak dicerna oleh tubuh, tetapi dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme di dalam usus. 

Prebiotik dapat merangsang pertumbuhan kuman baik di saluran pencernaan dan umumnya ditemukan pada makanan tinggi serat.

Selain berasal dari makanan, probiotik dan prebiotik juga ditambahkan ke dalam beberapa produk, pangan serta tersedia dalam corak suplemen.

Manfaat probiotik untuk bayi

Dikutip dari Healthline, bukti klinis meningkatkan kuman baik dalam saluran cerna, menyeimbangkan beragam jenis kuman dalam tubuh dan mencegah diare.

Beberapa hasil studi juga menemukan bahwa probiotik dapat membantu mengontrol eksim, asma, alias alergi makanan. 

Bayi dengan kondisi kesehatan spesifik tertentu lainnya juga dapat dibantu oleh penggunaan probiotik, sesuai dengan rekomendasi dokter.

Misalnya pada bayi dengan masalah pada sistem pencernaan, seperti refluks masam alias kolik. Nah, probiotik dapat meredakan indikasi dan membantu bayi lebih jarang rewel.

Sebuah studi tahun 2014 dari jurnal JAMA Network menemukan bahwa ada faedah kesehatan dari pemberian probiotik jenis tertentu kepada bayi dalam tiga bulan pertama usia mereka. Hal ini membantu mencegah timbulnya kondisi saluran pencernaan, seperti refluks dan sembelit.

Waktu pemberian probiotik untuk bayi

Pada dasarnya, bayi sudah memperoleh probiotik alami melalui air susu ibu (ASI). Namun, tidak semua bayi dapat memperoleh ASI sehingga pada kondisi tertentu master dapat mempertimbangkan sumber probiotik lainnya.

Jadi, pemberian probiotik yang berasal dari suplemen maupun sumber lain sebaiknya dilakukan atas rekomendasi dan konsultasi dengan dokter.

Hal ini lantaran meskipun sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa probiotik relatif kondusif untuk bayi, jumlah penelitian yang tersedia tetap terbatas.

Penggunaan probiotik untuk bayi tanpa rekomendasi master dikhawatirkan bisa memicu akibat seperti reaksi alergi, sakit perut, hingga mual.

Bolehkah bayi mengonsumsi probiotik setiap hari?

Secara umum, probiotik dianggap kondusif untuk anak-anak lantaran mengandung mikroorganisme yang memang secara alami sudah terdapat di dalam tubuh. 

Namun, sampai saat ini penelitian mengenai keamanan probiotik secara keseluruhan pada anak tetap belum banyak dilakukan.

Beberapa golongan anak perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi probiotik, misalnya pada:

  • Bayi yang lahir prematur
  • Bayi yang sedang mengalami sakit berat
  • Anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit

Begitu juga pada suplemen probiotik, yang sekarang banyak tersedia dalam corak serbuk maupun cairan yang mengandung kuman baik.

Meski begitu, pemberiannya tetap perlu atas resep dokter. Jangan memberikan suplemen probiotik kepada bayi alias anak tanpa berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter.

Contoh sumber probiotik alami

Secara alami, untuk bayi probiotik bisa didapat dari ASI. Buat bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI alias MPASI, Bunda juga dapat memberikan tambahan sumber probiotik alami lainnya.

Contoh sumber probiotik alami misalnya yoghurt, keju, produk olahan susu lainnya, dan tempe. Untuk yoghurt, pilih yang plain atau tawar tanpa tambahan gula alias perasa. Yoghurt mengandung Lactobacillus yang kondusif untuk bayi di atas usia 6 bulan. 

Saat hendak memberikan makanan-makanan tersebut, jangan lupa untuk memperhatikan respons alergi pada Si Kecil. 

Itulah penjelasan tentang probiotik untuk bayi, mulai dari manfaat, waktu pemberian dan sumber terbaiknya. 

Selain memilih makanan yang kaya probiotik, pastikan Si Kecil mendapatkan MPASI yang beragam, bergizi seimbang, dan sesuai dengan usianya. Semoga ulasan ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya