Studi Temukan 45 Zat Kimia pada Ibu Hamil, Apa Dampaknya bagi Bayi?

Jul 17, 2026 11:05 AM - 3 minggu yang lalu 14170

Sebuah studi terbaru menemukan adanya 45 jenis unsur kimia dalam tubuh ibu hamil. Sebagian unsur tersebut berasal dari produk sehari-hari dan lingkungan sekitar loh Bunda. Para peneliti meneliti apakah paparan zat-zat ini dapat memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan, meski dampaknya tetap terus dipelajari lebih lanjut.

Studi temukan 45 unsur kimia pada ibu hamil 

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa rata-rata ibu mengandung terpapar sekitar 45 jenis unsur kimia dari lingkungan sehari-hari. Sebagian unsur tersebut dikaitkan dengan akibat kelahiran lebih awal dan berat badan lahir yang lebih rendah pada bayi.

Temuan ini berasal dari penelitian besar yang dipimpin oleh UNC Gillings School of Global Public Health dan dipublikasikan pada Juni 2026. Para peneliti menganalisis informasi lebih dari 5.000 pasangan ibu dan anak yang lahir antara tahun 2000–2021. 


Zat kimia apa saja yang ditemukan?

Penelitian menemukan beragam bahan kimia yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Ftalat (phthalates) pada plastik dan produk perawatan tubuh.
  • Plasticizer pengganti yang digunakan sebagai pengganti ftalat.
  • PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons) dari asap kendaraan, pembakaran, dan polusi.
  • Halogenated phenols yang digunakan dalam beberapa produk industri.
  • Bahan kimia lain dari bungkusan makanan, furnitur, dan produk rumah tangga. 

Menariknya, beberapa bahan kimia pengganti yang dianggap 'lebih aman' rupanya menunjukkan hubungan yang sama mengkhawatirkannya dengan unsur yang digantikan. 

Apa dampaknya bagi bayi?

Peneliti tidak menyimpulkan bahwa semua unsur kimia tersebut pasti membahayakan bayi. Namun, mereka menemukan bahwa paparan beberapa jenis ftalat, plasticizer pengganti, dan PAH secara konsisten berasosiasi dengan kehamilan yang lebih pendek.

Beberapa unsur juga dikaitkan dengan berat badan lahir yang lebih rendah.  Secara umum, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah dapat meningkatkan akibat gangguan kesehatan pada bayi, seperti:

  • Kesulitan bernapas,
  • Masalah menjaga suhu tubuh,
  • Gangguan makan,
  • Peningkatan akibat masalah perkembangan di kemudian hari.

Mengapa janin lebih rentan?

Selama kehamilan, organ-organ bayi sedang berkembang sangat cepat. Beberapa bahan kimia dapat bertindak sebagai pengganggu hormon (endocrine disruptors), ialah unsur yang mengganggu kerja hormon alami tubuh. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa janin termasuk golongan yang paling sensitif terhadap paparan unsur semacam ini. 

Mereka juga menekankan bahwa penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk memahami akibat jangka panjang paparan beragam bahan kimia secara bersamaan.

Langkah sederhana sebagai pencegahan

Tidak perlu panik ya Bunda. Temuan ini lebih bermaksud untuk meningkatkan kesadaran bahwa paparan bahan kimia lingkungan memang cukup luas dan perlu terus diteliti. Bunda dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan:

  • Mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas,
  • Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi,
  • Memilih produk perawatan tubuh dengan bahan yang lebih sederhana, serta menjaga ventilasi dan kebersihan rumah.

Studi lain dari University of California, San Francisco 

Selain itu, studi terbaru menemukan adanya 45 jenis unsur kimia dalam tubuh ibu hamil. Para peneliti meneliti tentang gimana paparan unsur kimia dari lingkungan sehari-hari dapat memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan.

Penelitian dilakukan oleh tim dari University of California, San Francisco dan dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology. Para peneliti menganalisis sampel darah ibu mengandung dan menemukan puluhan unsur kimia yang berasal dari beragam sumber, seperti produk perawatan pribadi, bungkusan makanan, perabot rumah tangga, hingga polusi lingkungan.

Apa saja unsur kimia yang ditemukan?

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan 45 jenis unsur kimia, dan beberapa di antaranya sebelumnya belum pernah terdeteksi pada ibu hamil. Kelompok unsur kimia yang ditemukan antara lain:

  • PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) yang sering disebut “forever chemicals” lantaran susah terurai.
  • Ftalat (phthalates) yang banyak digunakan pada plastik dan produk perawatan tubuh.
  • Paraben yang digunakan sebagai pengawet pada kosmetik dan produk perawatan kulit.
  • Flame retardants alias bahan penghambat api yang terdapat pada beberapa furnitur dan peralatan rumah tangga.
  • Bahan kimia industri lainnya yang dapat berasal dari lingkungan sekitar.

Menurut peneliti, keberadaan zat-zat tersebut menunjukkan bahwa paparan bahan kimia sintetis sudah menjadi bagian dari kehidupan modern dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, udara, air, maupun penggunaan produk sehari-hari.

Apakah rawan bagi bayi?

Belum tentu langsung berbahaya, Bunda. Peneliti menekankan bahwa studi ini tidak membuktikan bahwa semua unsur kimia yang ditemukan pasti menyebabkan gangguan pada bayi.

Namun, beberapa unsur yang teridentifikasi sebelumnya memang telah dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan, seperti:

  • Gangguan perkembangan otak,
  • Perubahan hormon,
  • Berat badan lahir rendah,
  • Kelahiran prematur, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, para intelektual mau mempelajari lebih lanjut apakah kombinasi paparan beragam unsur kimia selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan anak dalam jangka panjang.

Langkah sederhana yang bisa dicoba

Meskipun tidak mungkin menghindari semua unsur kimia, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan selama hamil:

  • Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.
  • Mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas.
  • Memilih produk perawatan tubuh dengan bahan yang lebih sederhana.
  • Rutin membersihkan debu di rumah.
  • Membuka ventilasi agar sirkulasi udara lebih baik.

Langkah-langkah ini dapat membantu menurunkan paparan beberapa bahan kimia yang umum ditemukan di lingkungan rumah.

Temuan 45 unsur kimia pada ibu mengandung memang terdengar mengkhawatirkan, tetapi para mahir menegaskan bahwa penelitian ini bermaksud untuk memahami paparan lingkungan dengan lebih baik, bukan membikin ibu mengandung takut berlebihan.

Kehamilan tetap dapat melangkah sehat dengan pola makan bergizi, pemeriksaan rutin, dan style hidup yang lebih sadar terhadap lingkungan sekitar. Jika Bunda mempunyai kekhawatiran mengenai paparan bahan kimia tertentu, konsultasikan dengan master kandungan agar mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya