Tak cuma Bernutrisi, Gula dalam ASI Ternyata Bantu Sehatkan Usus Bayi saat MPASI

Jul 17, 2026 08:55 AM - 3 minggu yang lalu 14917

Air Susu Ibu (ASI) dikenal sebagai sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Namun, manfaatnya rupanya tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan gizi.

Penelitian terbaru menemukan bahwa gula alami dalam ASI dapat membantu membentuk kuman baik di usus bayi saat mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan peneliti dari Technical University of Denmark (DTU) dan Rigshospitalet, Denmark.


Gula dalam ASI membantu membentuk kuman baik saat MPASI

ASI dapat membantu membentuk mikrobiota usus lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Para peneliti dari DTU dan Rigshospitalet, Denmark, menemukan bahwa gula dalam ASI yang disebut human milk oligosaccharides (HMO) alias oligosakarida ASI berkedudukan dalam membentuk mikrobiota usus selama masa transisi ke makanan padat.

HMO membantu menentukan jenis kuman yang berkembang di usus selama masa transisi ke makanan padat.

Menurut peneliti, pengaruh tersebut dapat memperkuat hingga seseorang mencapai usia dewasa.

Menariknya, HMO berbeda dengan laktosa yang menjadi sumber daya bagi bayi. HMO nyaris tidak dicerna oleh tubuh bayi, melainkan dimanfaatkan kuman baik di usus sebagai sumber makanan sehingga mendukung terbentuknya mikrobiota usus yang sehat.

Temuan penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

Peneliti: Masa MPASI menjadi periode krusial bagi kesehatan usus

Profesor DTU Bioengineering sekaligus penulis senior penelitian, Maher Abou Hachem, mengatakan bahwa penelitian ini membantu menjelaskan kenapa pemberian ASI tetap krusial ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI.

"Kami telah lama mengetahui bahwa menyusui krusial untuk kesehatan bayi. Yang baru adalah kami sekarang dapat menjelaskan gimana HMO dalam ASI membantu memilih organisasi kuman yang berangkaian dengan mikrobiota usus yang sehat di kemudian hari," ujarnya melansir TechnologyNetworks.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut semakin menguatkan pentingnya tetap memberikan ASI berbarengan dengan makanan pendamping ASI selama masa penyapihan.

Para peneliti juga menemukan bahwa masa MPASI merupakan periode krusial dalam perkembangan mikrobiota usus.

Pada masa inilah komposisi mikrobiota usus mulai berkembang menyerupai orang dewasa. Susunan kuman yang terbentuk pada periode ini diperkirakan dapat memengaruhi kesehatan usus dalam jangka panjang.

Konsultan neonatologi Rigshospitalet, Dr. Lise Aunsholt, mengatakan temuan ini mendukung praktik yang selama ini diterapkan pada bayi, terutama bayi prematur alias bayi yang dirawat di ruang perawatan intensif neonatal.

"Temuan ini krusial dalam praktik klinis sehari-hari sebagai justifikasi tambahan untuk penekanan yang sudah kuat pada peningkatan produksi ASI ibu sendiri dan pemberian ASI ketika bayi dan anak mini dirawat di unit perawatan intensif neonatal lantaran kelahiran prematur alias penyakit kritis," kata Dr Aunsholt.

Menurutnya, melanjutkan pemberian ASI selama masa transisi menuju makanan padat berpotensi memberikan faedah kesehatan jangka panjang untuk anak.

Meski demikian, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa HMO saja menentukan kesehatan usus bayi. Faktor lain seperti pola makan setelah MPASI, lingkungan, penggunaan antibiotik, hingga proses persalinan juga diketahui dapat memengaruhi perkembangan mikrobiota usus.

Mengapa HMO berbeda dengan gula biasa?

HMO merupakan komponen padat terbesar ketiga dalam ASI setelah laktosa dan lemak.

Namun, berbeda dengan laktosa yang menjadi sumber daya bagi bayi, HMO nyaris tidak dicerna oleh tubuh. Senyawa ini justru dimanfaatkan kuman baik sebagai sumber makanan sehingga sering disebut sebagai prebiotik alami.

Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa HMO membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, menghalang pertumbuhan kuman patogen, serta mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faedah ASI tidak berakhir ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI.

Selama masa MPASI, pemberian ASI berbareng makanan pendamping dapat membantu menciptakan lingkungan usus yang mendukung pertumbuhan kuman baik.

Kondisi tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap perkembangan sistem pencernaan serta kesehatan anak dalam jangka panjang.

"Sangat menggembirakan mengetahui bahwa ketika kita menyarankan seorang ibu untuk melanjutkan pemberian ASI setelah keluar dari rumah sakit, dan selama mungkin selama transisi ke makanan padat, ini berpotensi berakibat positif pada anak tersebut sepanjang hidupnya," kata Dr Aunsholt.

Namun para peneliti menekankan bahwa tetap diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui gimana temuan ini dapat diterapkan dalam pengembangan nutrisi bayi di masa depan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya