Terlilit Utang? Ingatlah Pesan Rasulullah Ini

Jan 21, 2026 01:01 PM - 3 bulan yang lalu 110707

Kincai Media , JAKARTA -- Dalam hidup ini, suka duka yang dialami seorang manusia senantiasa berputar. Suatu waktu, dia berada di kejayaan. Pada kurun lain, dirinya mengalami kejatuhan, semisal dibebani dengan besarnya utang.

Ajaran Islam tidak mengharamkan utang. Bagaimanapun, ada batasannya, yakni utang dan piutang tidak boleh disertai dengan riba. Ingatlah Alquran surah al-Baqarah ayat ke-276 yang artinya, "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu melakukan dosa."

Pada era Nabi Muhammad SAW, ada seseorang yang terlilit utang. Dialah Abu Umamah, seorang Anshar. Di dalam masjid, dia tampak merenung dan gelisah. Rasulullah SAW kemudian mendekati dan menyapanya.

Beliau pun bertanya, "Wahai sahabatku, kenapa engkau tetap berada di dalam masjid ini, sementara sekarang bukan waktunya shalat?"

Untuk sesaat, yang ditanya bingung hendak menjawab apa. Dengan menarik nafas panjang, Abu Umamah pun menjelaskan, "Wahai Rasulullah, saya memang sedang resah lantaran memikirkan besarnya utang yang melilit saya."

Mendengar jawaban itu, Nabi SAW tertegun. Keadaan Madinah saat itu belum begitu baik untuk urusan bisnis. Masih banyak kaum Anshar dan Muhajirin yang serba kekurangan sehingga terpaksa meminjam duit untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Maukah engkau kuajari angan yang ketika engkau ucapkan dengan sungguh-sungguh, Allah SWT bakal meniadakan kecemasanmu dan membikin utangmu terbayar?" kata Nabi SAW agar sahabatnya itu terhibur.

"Tentu, ya Rasulullah."

"Manakala engkau memasuki waktu pagi dan petang, ucapkanlah, 'Allahumma inni a'udzubika mina al-hammi wa al-hazani, wa a'udzubika mina al-'ajzi wa al-kasali, wa a'udzubika mina al-jubni wa al-bukhli, wa a'udzubika min ghalabati ad-daini wa qahri ar-rijaal' (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan rasa sedih, dan saya berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan kemalasan, dan saya berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir, dan saya berlindung kepada-Mu dari beban utang dan penindasan oleh orang)," sabda beliau.

Wajah Abu Umamah tidak lagi menunjukkan kesedihan. Perasaannya dipenuhi suka cita.

Dengan penuh semangat, dia pun mengucapkan terima kasih kepada Rasulullah SAW dan meminta izin meninggalkan masjid. Amalan dari Nabi SAW dilakukannya secara rutin. Akhirnya, perlahan-lahan utang yang membebaninya lunas terbayar.

Selengkapnya