Yang Terjadi Abad ke-18 dan 19 Masehi: Kemunduran Dunia Islam dan Runtuhnya Kekuasaan Ottoman

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 516x dilihat
Yang Terjadi Abad ke-18 dan 19 Masehi: Kemunduran Dunia Islam dan Runtuhnya Kekuasaan Ottoman

Bagikan Postingan

Pasukan elit Ottoman Jannissari. Pasukan ini sangat ditakuti di Eropa kala itu. Terdiri dari para rekrutan anak yatim di daerah Ottoman dan pasukan penghasilan dari beragam negara di Eropa, teritama dari area semenajnjung Iberia.

Kincai Media, JAKARTA— Kelemahan dan kemunduran mulai merasuki tubuh umat Islam setelah wafatnya Salahuddin Al-Ayyubi, tokoh yang sukses mengalahkan pasukan Salib dan membersihkan negeri-negeri Muslim dari kekuasaan mereka.

Keadaan semakin memburuk setelah bangsa Tatar menguasai sejumlah kerajaan Islam, memecah belah umat, serta berupaya menghapus beragam peninggalan peradaban, agama, dan pengetahuan pengetahuan Islam.

Namun, kehendak Allah yang bertindak atas segala sesuatu menghendaki agar umat ini mendapatkan pertolongan. Allah kemudian memberikan kekuatan dan kesempatan kepada bangsa Turki Ottoman untuk bangkit.

Puncak kejayaan tersebut terjadi pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih, yang melalui tangannya Allah memberikan kemenangan dengan ditaklukkannya Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium, pada tahun 857 H/1453 M.

Penaklukan itu mengembalikan kewibawaan, kekuatan, kejayaan, dan kemuliaan umat Islam. Dinasti Ottoman kemudian tampil sebagai pemimpin bumi Islam.

Masyarakat Ottoman dikenal mempunyai semangat yang tinggi, kecintaan terhadap jihad, kerinduan terhadap syahid di jalan Allah, fitrah yang tetap terjaga, serta relatif jauh dari beragam penyakit sosial yang telah menjangkiti sebagian bangsa lainnya.

Ditambah lagi dengan kepemimpinan yang mempunyai orientasi keagamaan yang kuat. Para pemimpinnya mengarahkan rakyat menuju medan peperangan, menyebarkan Islam, serta berupaya menyingkirkan beragam halangan dari masyarakat yang wilayahnya sukses ditaklukkan.

Dengan demikian, Islam dapat diperkenalkan kepada mereka dalam corak yang dianggap murni dan terbebas dari beragam penyimpangan.

Islam kembali tampil sebagai kekuatan utama dalam kepemimpinan dunia. Negara Utsmani apalagi menguasai daerah di tiga benua: Eropa, Afrika, dan Asia. Pasukan Utsmani terus bergerak jauh ke Eropa hingga mencapai tembok Kota Wina. Mereka juga menjadi penguasa Laut Mediterania tanpa tandingan yang berarti.

Dengan demikian, Dinasti Ottomann sukses memadukan dua kekuatan sekaligus: kekuatan darat dan laut, serta dua corak kekuasaan: spiritual dan politik.

Artikel Lainnya Intisari Islam
Close Right Ads
Close Left Ads