10 Kalimat Sakti yang Perlu Didengar Anak dari Orang Tua hingga Kakek-Nenek Menurut Pakar

Jul 25, 2026 01:35 PM - 2 minggu yang lalu 4586

Kata-kata yang diucapkan orang tua maupun kakek-nenek rupanya mempunyai pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Bukan hanya membentuk rasa percaya diri, ucapan yang positif juga dapat membantu anak merasa aman, dicintai, dan berani menghadapi beragam tantangan dalam hidup.

Mengutip dari laman Yahoo Life, para psikolog anak menilai bahwa kalimat yang perlu didengar anak dari orang tua maupun kakek-nenek bukan sekadar ungkapan penyemangat. Ucapan sederhana tersebut dapat membentuk rasa percaya diri, ketahanan emosional, hingga langkah anak memandang dirinya sendiri di masa depan.

Lalu, apa saja kalimat tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini, Bunda.


Berikut ini 10 kalimat yang perlu didengar anak dari orang tua dan kakek-nenek menurut pakar

1. "Ayah, Bunda, Kakek, dan Nenek bakal selalu menyayangimu apa pun yang terjadi"

Kasih sayang tanpa syarat menjadi fondasi krusial bagi perkembangan emosional anak. Menurut psikolog berlisensi Dr. Crystal Saidi, anak perlu diyakinkan bahwa dirinya dicintai bukan lantaran prestasi alias kesempurnaan, melainkan lantaran dirinya berbobot apa adanya.

Kalimat ini membantu anak merasa kondusif untuk menjadi diri sendiri tanpa takut kehilangan kasih sayang orang-orang terdekatnya.

2. "Kami percaya Anda bisa mempertimbangkan pilihanmu dan mengambil keputusan yang baik"

Memberikan kepercayaan kepada anak dapat melatih rasa tanggung jawab sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya. Direktur Kesehatan Mental Audrey Hepburn Children's House, Dr. Brett A. Biller, menjelaskan bahwa ungkapan ini mendorong anak untuk berpikir sebelum bertindak serta belajar membikin keputusan secara mandiri.

3. "Kamu pasti bisa"

Dukungan sederhana seperti ini bisa meningkatkan motivasi anak. Dr. Joe Vaccaro, Psy.D., Executive Director Newport Healthcare Southern California, mengatakan bahwa kalimat tersebut menunjukkan optimisme sekaligus menumbuhkan kepercayaan bahwa anak bisa menghadapi tantangan.

Sebaliknya, jika terlalu sering mengatakan "kamu tidak bisa" justru berpotensi menurunkan semangat dan membikin anak merasa rendah diri.

4. "Tidak apa-apa jika Anda merasa seperti itu"

Anak juga perlu mengetahui bahwa semua emosi boleh dirasakan, termasuk sedih, kecewa, takut, alias marah. Menurut Dr. Saidi, mengakui emosi anak membantu mereka memahami bahwa emosinya sah dan layak didengarkan.

Dengan begitu, anak bakal lebih mudah belajar mengelola emosinya secara sehat.

5. "Kami bakal tetap ada untukmu, meski semuanya tidak melangkah sesuai harapan"

Kehadiran orang tua dan kakek-nenek saat anak mengalami kegagalan sangat berarti. Dr. Biller menekankan pentingnya tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga betul-betul mendengarkan apa yang mau disampaikan anak.

Saat anak merasa didengar tanpa dihakimi, mereka bakal lebih nyaman meminta support ketika menghadapi masalah di kemudian hari.

6. "Kamu aman"

Rasa kondusif merupakan kebutuhan dasar setiap anak. Menurut Dr. Saidi, kepastian bahwa anak aman, baik secara bentuk maupun emosional, bakal membikin mereka lebih percaya diri untuk belajar, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar.

7. "Kami bangga dengan dirimu"

Pujian yang berfokus pada diri anak, bukan hanya pencapaiannya, membantu membangun nilai diri yang sehat. Dr. Biller menjelaskan bahwa kebanggaan yang ditunjukkan oleh orang-orang terdekat menjadi dasar bagi anak untuk kemudian bisa menghargai dirinya sendiri saat tumbuh dewasa.

8. "Kami percaya padamu."

Kepercayaan dari orang tua menjadi bekal krusial sebelum anak mempunyai kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Menurut Dr. Biller, saat anak merasakan kepercayaan dari orang-orang terdekat, mereka bakal lebih berani mencoba perihal baru dan mengembangkan keahlian yang dimiliki.

9. "Maaf."

Tidak sedikit orang dewasa yang merasa meminta maaf kepada anak dapat mengurangi wibawa. Padahal, menurut Dr. Biller, meminta maaf justru menjadi contoh nyata tentang tanggung jawab atas kesalahan.

Ia menjelaskan bahwa sikap ini juga mengajarkan kerendahan hati dan pentingnya menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain.

Pertanyaan ini mengajarkan anak untuk berpikir kritis sekaligus menunjukkan bahwa pendapat mereka dihargai. Dr. Biller mengatakan bahwa dengan membujuk anak menyampaikan pikirannya, orang tua dapat memahami perspektif pandang mereka, sekaligus membantu meningkatkan rasa percaya diri dan identitas diri anak.

Ucapan sederhana rupanya dapat memberikan akibat yang luar biasa bagi perkembangan emosional anak, Bunda. Dengan membiasakan mengucapkan kalimat-kalimat positif di atas, orang tua maupun kakek-nenek dapat membantu membangun rasa aman, percaya diri, serta hubungan yang lebih hangat dengan Si Kecil.

Demikian pembahasan mengenai beberapa kalimat 'sakti' yang sebaiknya sering diucapkan saat berkomunikasi dengan anak-anak, baik dengan orang tua maupun kakek dan neneknya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya