Amalan Penghapus Dosa Masa Lalu dan Akan Datang dari Imam Nawawi Al BanteniKincai Media— Setiap manusia tidak bisa lepas dari dosa dan kesalahan. Sebab itulah prinsip manusia. Tempat dan sarang dosa dan kesalahan. Tetapi bukan berarti, manusia kudu pasrah. Tidak berupaya untuk taubat—kembali ke jalan Ilahi.
Nah manusia terbaik adalah orang yang melakukan dosa, lantas kembali ke jalan Ilahi. Taubat. Bersungkur di hadapan Ilahi. Menangisi segala kesalahan yang telah diperbuat selama ini. Dan berupaya semaksimal mugkin tidak kembali ke lembah dosa itu lagi.
Menurut kitab Nihayatuz Zain fi Irsyadil I’bad karya Abu Abdil Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi— terkenal dengan Imam Nawawi Al Banteni—, ada 17 ibadah yang bisa menjadi pemaaf terhadap dosa masa lampau dan yang bakal datang. Imam Nawawi Banten berakat;
فائدة ; سبعة عشر من الاعمال يكفر كل واحد منها الذنوب المتقدمة والمتأخرة:
Artinya; Faedah; Ada 17 ibadah yang masing-masing amalan itu bakal menghapuskan tiap dosa yang terjadi masa lampau ataupun yang bakal datang.
Adapun ibadah tersebut antara lain adalah ; a) Haji yang mabrul. b) melaksanakan wuduk dengan sempurna, c) Beribadah pada malam qadar, d) Beribadah pada malam ramadhan, e) melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, f) Menyertai pemimpin pada membaca “amin”dalam shalat jamaah, g) Membaca surat Q.S al Hasyar /; 22-24;
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ . هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya; Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan,
Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan, Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Selanjutnya ibadah yang bisa mengampuni dosa yan terdahulu dan yang bakal datang adalah, h) Menuntun orang buta hingga 40 langkah, i) Membaca do’a ini ketika muazin mengumandangkan azan;
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبَّا وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِحَمْدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيَّا وَرَسُوْلَا
Artinya; Aku bersaksi tiada Tuhan selain Dia yang Esa, tidak ada sekutu baginya, dan Muhamad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, Saya ridha Allah sebagai Rabb (Tuhan) kami, Islam sebagai kepercayaan kami dan Muhammad SAW. sebagai Nabi dan Rasul kami
Selanjutnya, j) Menolong orang muslim, k) melaksanakan shalat dhuha, l) Membaca do’a ketika memakai baju;
أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلِ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةَ
Artinya; Segala puji bagi Allah yang telah memberikan busana ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku
Adapun selanjutnya, m) Datang dari arah baitil maqdis se.cara pelan-pelan untuk pergi haji alias umrah, n) Membaca surat al-fatihah, al-ikhlas, Al-falaq, an-nas, sebanyak 7 kali setelah shalat Jum’at, o) Membaca do’a dibawah ini setelah makan;
أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلِ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةَ
Artinya; Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pada ku nikmat makanan ini sebagai rezeki dari-Nya, tanpa daya da kekuatan dari ku.
Selanjutnya, P) Memaafkan dosa orang muslim, q) mengucapkan salawat kepada nabi saw dan sahabat. Inilah rentetan pemaaf dosa yang dituturkan Imam Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain, halaman 142. Semoga bermanfaat.
(Baca: Doa Masuk dan Keluar Masjid Kenapa Berbeda? Ini Pandangan Syekh Nawawi Banten)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·