Ketika Abu Hurairah Mengganjal Perutnya dengan Batu dan Rahasia Hikmah di Baliknya

Aug 06, 2026 10:46 PM - 1 hari yang lalu 122

Ilustrasi Sahabat Nabi.

Kincai Media, JAKARTA— "Demi Allah, tidak ada sesembahan yang berkuasa disembah selain Dia. Aku pernah menempelkan perutku ke tanah lantaran lapar, apalagi pernah mengikat batu di perutku lantaran rasa lapar."

Begitulah pengakuan Abu Hurairah RA dalam sabda sahih yang diriwayatkan Imam al-Bukhari.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, di baliknya tersimpan gambaran nyata tentang kehidupan para sahabat Nabi SAW.

Mereka bukan hidup dalam kemewahan, melainkan sedikit yang merasakan lapar berhari-hari, hidup serba kekurangan, apalagi tidak mempunyai tempat tinggal maupun penghasilan tetap.

Namun, kemiskinan tidak pernah mengurangi kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW dan perjuangan mereka untuk menegakkan Islam.

Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah peristiwa ketika Abu Hurairah menahan lapar, lampau Allah memperlihatkan keberkahan melalui tangan Rasulullah.

Suatu hari, Abu Hurairah sangat kelaparan hingga tubuhnya lemas. Ia duduk di jalan yang biasa dilalui para sahabat.

Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq RA melintas, Abu Hurairah bertanya tentang sebuah ayat Alquran. Bukan lantaran dia tidak memahami maknanya, melainkan berambisi Abu Bakar menangkap isyarat bahwa dirinya sedang lapar dan mengajaknya makan. Namun, Abu Bakar tidak memahami maksud tersebut.

Tidak lama kemudian Umar bin al-Khaththab RA melewati jalan yang sama. Abu Hurairah kembali bertanya tentang ayat Alquran dengan angan serupa. Akan tetapi, Umar pun tidak menyadari keadaan yang sedang dialaminya.

Selengkapnya