10 Keistimewaan hari Jumat Menurut Imam GhazaliKincai Media- Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin banyak menerangkan tentang keistimewaan Hari Jumat. Hari jumat juga dikatakan sebagai sayyidul ayyam atau tuannya hari. Di dalamnya terdapat keistimewaan dan keutamaan. Sehingga bagi mereka yang mau mendapatkannya kudu mempunyai adab. Nah berikut ini ketarangan 10 keistimewaan hari Jumat menurut Imam Ghazali.
Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali alias yang lebih dikenal dengan Imam al-Ghazali dalam kitab ihya’ ‘ulum al-Din juz 1 perihal 236 sampai 242 menyebut sepuluh kebaikan. Orang yang mengerjakan salah satu dari sepuluh kebaikan niscaya dirinya mendapat suatu keutamaan.
10 Keistimewaan Hari Jumat Menurut Imam Ghazali
Pertama, mempersiapkan diri pada hari kamis dengan bersungguh sungguh dan kesiapan diri untuk menerima keistimewaan yang ada di hari jumat. Hal ini dilakukan dengan beberapa langkah yaitu dengan berdoa, istighfar dan membaca tasbih setelah sholat ashar di hari kamis.
Imam al-Ghazali mengutip pendapat dari sebagian ustadz salaf. Beliau mengatakan;
إن لله عز وجل فضلاً سوى أرزاق العباد لا يعطى من ذلك الفضل إلا من سأله عشية الخميس ويوم الجمعة
“Sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Agung mempunyai nikmat selain rizki hamba-Nya. Allah tidak bakal memberi keistimewaan itu selain kepada orang yang meminta pada Kamis sore dan hari Jumat”(al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din,juz 1 perihal 236)
Kedua, mandi setelah terbit fajar di hari jumat. Ini bertindak bagi mereka yang berangkat ke masjid dipagi hari. Sedangkan bagi mereka yang tidak berangkat di pagi harinya, dianjurkan untuk melakukan mandi ketika waktu sudah mendekati shalat Jumat. Berdasarkan sabda yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Rasulullah bersabda;
عن ابن عمر رضي الله عنهما من أتى الجمعة فليغتسل
“Dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, peralatan siapa yang datang untuk salat Jumat maka hendaklah dia mandi”
Ketiga, berdandan diri, merapikan pakaian, menjaga kebersihan dan tidak lupa menggunakan wewangian. Menjaga kebersihan dengan menggunakan siwak, mencukur rambut, memotong kuku dan mencukur kumis. Sementara merapikan busana yang dimaksud adalah busana yang digunakan saat salat jumat.
Dalam perihal ini busana yang digunakan hendaknya berwarna putih lantaran Allah senang dengan busana putih. Alasan lain menyebut bahwa tidak ada yang lebih baik dan terkenal untuk digunakan selain warna putih. Untuk wewangian hendaknya menggunakan minyak wangi yang sangat wangi. Al-Ghazali mengatakan;
وأحب طيب الرجال ما ظهر ريحه وخفي لونه وطيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه
“Adapun wewangian yang paling disenangi laki laki adalah sesuatu yang tampak baunya dan samar warnanya. Sedangkan wewangian untuk wanita adalah sesuatu yang tampak warna dan samar baunya. (al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, juz 1 perihal 237)
Keempat, berangkat awal waktu ke Masjid. Waktu yang dianggap sebagai al-Bukur dimulai sejak terbitnya fajar sampai waktu penyelenggaraan shalat sudah hampir. Hal ini berasas sabda dari Abu Hurairah dimana Rasulullah Saw. Bersabda;
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ لو يعلم الناس ما فيهن لركضوا ركض الإبل في طلبهن الأذان والصف الأول والغدو إلى الجمعة
“Nabi Muhammad SAW bersada, Tiga perihal yang Jika orang mengetahui apa yang ada di dalamnya, mereka bakal berlari seperti unta, meminta untuk adzan, berada di shaf pertama, dan salat subuh hingga Jumat”
Kelima, ketika sudah masuk masjid tidak boleh lewat dengan langkah melampaui leher orang alias melewati tangan mereka. Nabi berfirman dalam riwayat hadits mursal Ibnu Juraij
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بينما هو يخطب يوم الجمعة إذ رأى رجلاً يتخطى رقاب الناس حتى تقدم فجلس فلما قضى النبي صلى الله عليه وسلم صلاته عارض الرجل حتى لقيه فقال يا فلان ما منعك أن تجمع اليوم معنا قال يا نبي الله قد جمعت معكم فقال النبي صلى الله عليه وسلم ألم نرك تتخطى رقاب الناس
“Sesungguhnya Rasulullah SAW saat menyampaikan khutbah pada hari Jumat, beliau memandang seorang laki-laki melangkahi leher orang sampai dia maju dan duduk. Ketika Nabi selesai dari salatnya, beliau keberatan dengan laki-laki itu sampai beliau berjumpa dengannya.
Dan beliau bersabda, wahai fulan, apa yang menghalangi Anda untuk berkumpul dengan kami hari ini?” laki laki itu menjawab, Wahai Nabi Allah, saya telah berkumpul denganmu. Lantas Nabi bersabda, apakah kami tidak melihatmu melangkahi leher orang?”
Keenam, tidak boleh lewat didepan orang yang sedang shalat. Larangan ini diambil dari salah satu perkataan Rasulullah Saw. Dimana melalui sabda yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Rasulullah bersabda;
قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأن يقف أربعين عاماً خير له من أن يمر بين يدي المصلي
“Rasulullah SAW bersabda, orang yang berdiri selama empat puluh tahun lebih baik baginya daripada lewat di depan jamaah”.
Ketujuh, mencari shaf pertama. Anjuran berada di shaf pertama disebabkan banyaknya fadhilah yang berada dalam shaf tersebut. Rasulullah Saw. Bersabda;
من غسل واغتسل وبكر وابتكر ودنا من الإمام واستمع كان ذلك له كفارة لما بين الجمعتين وزيادة ثلاثة أيام
“Barang siapa yang mandi, berwudhu, bangun pagi, bergegas berangkat tepat waktu, mendekati pemimpin alias berada di shaf pertama dan mendengarkan imam, maka itu bakal menjadi penghapus antara dua Jumat dan tambahan tiga hari”.
Kedelapan, berhenti berbincang saat pemimpin keluar untuk berkhutkan, menyibukkan diri dengan menjawab adzan dan mendengarkan khutbah yang disampaikan khotib. Abu Hurairah meriwayatkan sabda bahwa Rasulullah Saw bersabda;
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ لصاحبه والإمام يخطب أنصت أو مه فَقَدْ لَغَا وَمَنْ لَغَا وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلَا جُمُعَةَ لَهُ
“Rasulullah SAW bersabda, peralatan siapa yang berbicara tak bersuara alias sut kepada temannya sedangkan pemimpin sedang membaca khutbah maka jumatnya sia sia. Siapa yang Jumatnya sia sia maka jumatnya dianggap tidak ada”
Kesembilan, Memperhatikan syarat dan rukun jumat. Dan setelah selesai melaksanakan shalat jumat hendaknya membaca al-Fatihah, al-IKhlas, dan al-Muawwidatain yang masing-masing dibaca tujuh kali. Lalu dilanjutkan dengan membaca doa. Al-Ghazali memberikan suatu angan yang dibaca setelah selesai melaksanakan shalat. Doa yang dibaca ialah
اللهم يا غني يا حميد يا مبدىء يا معيد يا رحيم يا ودود أغنني بحلالك عن حرامك وبفضلك عمن سواك
“Ya allah, dzat maha kaya, dzat maha terpuji, dzat maha memulai, dzat maha mengembalikan, dzat maha penyayang, dzat maha belas kasih, cukupkan saya dengan peralatan legal agar tidak mendekati peralatan haram. Dan cukupkan saya dengan keutamaanmu” (al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, juz 1 perihal 242)
Kesepuluh, hendaknya tetap berada di Masjid sampai shalat Ashar dilakukan. Berdasarkan sabda riwayat al-Baihaqi Rasulullah Saw bersabda
قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زمان يكون حديثهم في مساجدهم أمر دنياهم ليس لله تعالى فيهم حاجة فلا تجالسوهم
“Rasulullah SAW bersabda, bakal datang kepadamu era dimana pembicaraan tentang urusan bumi dibicarakan di dalam masjid. Jika kalian tidak mempunyai kepentingan maka jangan duduk berbareng mereka”
Demikian penjelasan seputar 10 keistimewaan hari Jumat menurut Imam Ghazali. Sekian! [Baca juga: Anjuran Sedekah Hari Jumat, Jangan Terlewat!].