2 Jenis Orang Munafik Jadi Sorotan Dalam Alquran

Jan 12, 2026 06:29 PM - 4 bulan yang lalu 140882

Kincai Media , JAKARTA -- Pada masa Nabi Muhammad SAW, keberadaan kaum munafik ibaratkan 'duri dalam daging.' Orang-orang yang bermuka dua ini menyulitkan syiar Islam. Walau demikian, mereka enggan secara terbuka dan langsung berbeda dengan kaum Muslimin.

Allah SWT menyinggung perihal kaum munafik dalam firman-Nya. Beberapa ayat Alquran menggambarkan adanya dua jenis orang munafik.

Menurut Ahmad Fuad Effendy (wafat 2023) dalam kitab Sudahkah Kita Mengenal Alquran? (2013), jenis yang pertama disinggung dalam surah al-Baqarah ayat 17-18. Terjemahan kedua ayat itu, "Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan sinar (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali."

Dalam firman-Nya itu, kaum munafik digambarkan pada mulanya bersedia merespons seruan Islam. Karena itu, mereka disebut "seperti orang-orang yang menyalakan api." Namun, respons itu demikian lemahnya, lampau diikuti keraguan. Sikap ragu-ragu itu bersambung pada keengganan, dan akhirnya penolakan.

"Ketika banyak orang mengambil petunjuk dari sinar Islam, mereka justru meninggalkannya. Maka Allah pun segera mencabut cahaya-Nya dari diri mereka, dan mereka kembali ke dalam kekufuran. Allah membikin mereka 'tuli, bisu dan buta' sehingga tak bakal tahu jalan kebenaran," tutur Effendy.

Adapun jenis kedua digambarkan dalam Alquran surah al-Hajj ayat ke-11. Artinya: "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di bumi dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."

Tipe kedua ini adalah orang-orang yang memeluk Islam, tetapi selalu berada dalam keraguan. Sebab, yang mereka cari bukanlah ridha Allah, melainkan kepentingan diri sendiri.

"Ketika umat Islam sedang menghadapi kesulitan dan tantangan, mereka menarik diri dan berada di luar barisan. Tapi ketika kemenangan datang, mereka merapat kembali, seolah-olah ikut berjasa dalam meraih kemenangan," ujar penulis yang juga personil Dewan Pembina King Abdullah bin Abdul Aziz International Center Saudi Arabia.

"Mereka adalah kaum oportunis yang mengikuti ke mana arah angin, tidak punya pendirian," sambung dia.

Selengkapnya