Membawa bayi pulang ke rumah termasuk salah satu momen yang senang dan menantang. Beberapa hari pertama di rumah sakit berbareng bayi baru lahir mungkin terasa seperti liburan singkat.
Namun, kita tidak menyadarinya saat itu, perawat mengurus kebutuhan kita dan bayi, seseorang membawakan makanan, Bunda bisa tidur, dan konsultan laktasi hanya berjarak satu tombol panggil.
Dua hingga empat hari kemudian, dengan dugaan ibu dan anak sehat, pulang ke rumah terasa seperti momen kombinasi aduk. Campuran emosi, kelelahan lantaran kurang tidur, dan mungkin sedikit kekacauan.
Bayi juga bakal beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal ini terkadang disebut 'trimester keempat'.
Ketika Bunda dan bayi berada di rumah setelah melahirkan, ini adalah waktu yang senang dan menyenangkan, tetapi Bunda mungkin juga merasa capek hingga kewalahan.
Hal yang perlu diperhatikan saat bayi baru lahir pulang ke rumah
Untuk beberapa hari pertama, tidak perlu cemas tentang jadwal, Bunda dapat melakukan apa yang terasa tepat untuk Bunda dan bayi. Namun, perlu diperhatikan, berikut lima perihal krusial saat bayi baru lahir pulang ke rumah:
1. Menyusu
Bayi baru lahir menyusu setiap dua hingga empat jam selama total delapan hingga 12 sesi sehari. Pelan-pelan Bunda dapat menyesuaikan kebutuhan Si Kecil menyusu, meski tak terpaku dengan agenda seharusnya. Satu perihal yang penting, percayalah hatikecil Bunda.
“Menyusui memenuhi begitu banyak kebutuhan, kehangatan, kebutuhan untuk mengisap, kontak kulit ke kulit, kemauan untuk dipeluk,” kata Leigh Anne O’Connor, IBCLC, LCCE, konsultan laktasi bersertifikasi internasional di New York City dikutip dari The Bump.
2. Tidur
Ketika bayi pulang ke rumah, mereka sangat lelah. Menurut Helen Moon, pendidik laktasi bersertifikat dan ahli bayi di AS dan Inggris, perihal ini mungkin pertama kalinya bayi terpapar udara segar, dingin, panas matahari, bumi luar. Jadi, perjalanan singkat bakal membikin bayi sangat mengantuk.
”Bersiaplah bayi bakal langsung tertidur pulas setelah masuk rumah," tutur Moon.
Bayi baru lahir tidur antara dua hingga tiga jam dalam sekali tidur. Jika mereka tidur lebih lama, Bunda perlu membangunkan mereka agar bisa menyusu .Jika bayi dibiarkan tidur lebih dari tiga jam, mereka mungkin menjadi terlalu lesu dan kemudian tidak bakal bisa makan cukup.
“Perut mereka sangat mini sehingga mereka tidak bisa minum banyak susu sekaligus,” kata Moon.
Mulai ajarkan Si Kecil tentang konsep siang dan malam sejak dini. Bunda dapat membiasakan Si Kecil terjaga di siang hari sekitar satu jam di antara tidur siang untuk mengubah agenda bayi. Jika tidak, Si Kecil bakal terjaga di malam hari lantaran mereka terbiasa dengan goyangan rahim yang membikin mengantuk di siang hari dan condong lebih aktif bermain di malam hari.
3. Buang air besar dan kecil
Saat bayi baru saja lahir, cairan kental seperti tar yang muncul pada satu alias dua hari pertama kehidupan. Ketika sampai rumah semestinya sudah digantikan oleh feses transisi berwarna kehijauan yang akhirnya bakal berubah menjadi kekuningan mungkin berbintik-bintik dengan "biji" kecil. Gantilah popok basah minimal tiga hingga enam kali sehari agar tetap membikin bayi nyaman.
4. Tali pusar
Dikutip dari Mayo Clinic, Bunda perlu menjaga agar pangkal tali pusar tetap bersih dan kering hingga lepas, yang biasanya menyantap waktu 1 hingga 3 minggu. Hindari mandikan bayi baru lahir dengan langsung berendam. Bunda dapat memandikan bayi baru lahir dengan langkah dilap alias sponge bath hingga tali pusarnya betul-betul kering.
Selain itu, lipat popok ke bawah dan hindari busana ketat untuk mencegah gesekan dan menjaganya agar tetap terkena udara.
Untuk perawatan tali pusar sehari-hari, usap dengan lembut pangkal tempat tali pusar berjumpa dengan kulit menggunakan kapas basah yang bersih alias kain lap basah. Kemudian hindari tisu basah beralkohol, salep, alias bedak.
5. Menangis (dan bunyi lainnya)
Menangis adalah langkah bayi berkomunikasi tentang kebutuhannya, baik itu lapar, ketidaknyamanan, rewel, alias kemauan untuk menyusu. Setelah kebutuhan terpenuhi, Si Kecil bakal tenang.
Jika menggendong dan mengayun bayi tidak berhasil, Bunda dan Ayah disarankan untuk menangkup kepala bayi dengan kedua tangan, mengangkat kepalanya sedikit, serta berbincang kepadanya dengan lembut.
Sebagian besar bayi bakal berakhir menangis lantaran mereka mencoba mendengar Bunda. Mereka juga bakal membuka mata dan memandang Bunda. Jika bayi terus menangis meskipun sudah mencoba beragam cara, segera konsultasikan ke master anak ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·