5 Kebiasaan Ayah yang Mempengaruhi Perkembangan Anak: Praktis untuk Dicoba Setiap Hari

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 14700x dilihat
5 Kebiasaan Ayah yang Mempengaruhi Perkembangan Anak: Praktis untuk Dicoba Setiap Hari

Bagikan Postingan

Peran ayah sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dampaknya tidak hanya terlihat dari pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari sederhana yang membentuk pola emosi, sosial, dan perilaku anak.

Jennifer E. Lansford, Ph.D., dari Duke University menjelaskan bahwa ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Keterlibatan ayah yang peka, suportif, dan aktif membantu penyesuaian fisik, kognitif, emosional, serta sosial anak. Peran ayah juga saling berkaitan dengan ibu dan pengasuh lain sehingga penting melihat hubungan ayah-anak sebagai bagian dari sistem keluarga secara keseluruhan, menurut Lansford, dilansir Psychology Today.


Kebiasaan ayah yang berakibat besar pada anak

Ketika menghabiskan waktu dengan anak, ayah dapat mengembangkan rutinitas positif yang memperkuat ikatan dan mendukung perkembangan. Berikut 5 kebiasaan ayah yang terbukti mempunyai pengaruh besar pada anak:

Salah satu kebiasaan sederhana namun bermakna adalah menunjukkan kasih sayang, misalnya dengan pelukan. Kontak emosional seperti ini memperkuat harga diri, membantu stabilitas emosi, dan mendukung kesehatan mental anak.

Manfaat menunjukkan kasih sayang juga didukung oleh kajian dari Child Trends.

Data kajian ini dikumpulkan pada Desember 2025 melalui survei daring dan wawancara telepon. Analisis menggunakan subsampel 417 ayah biologis/adopsi/sah yang punya anak berumur 6-18 tahun dan tinggal bersama mereka.

Hasilnya menunjukkan perbedaan berdasarkan usia anak. Di antara ayah dengan anak berumur 6–11 tahun, 78 persen melaporkan memberi kasih sayang setiap hari, dan 11 persen lainnya melakukannya dua hingga tiga hari per minggu. Untuk ayah yang anak tertuanya berumur 12–18 tahun, proporsinya lebih rendah: 58 persen setiap hari dan 16 persen dua hingga tiga hari per minggu.

2. Mendorong pengambilan keputusan yang baik

Ayah berperan sebagai panutan yang membentuk keterampilan sosial anak di masa kanak-kanak hingga remaja. Hampir semua ayah yang tinggal bersama anak usia 6–11 tahun, serta mayoritas ayah dari anak usia 12–18 tahun, melaporkan mendorong anak membuat pilihan yang baik setidaknya 2–3 hari per minggu.

Ayah yang tinggal bersama anak lebih muda cenderung memberikan dorongan ini lebih sering, bahkan hampir setiap hari, dibandingkan ayah yang anaknya lebih tua. Kebiasaan membimbing pengambilan keputusan membantu anak mengembangkan kecerdasan emosional dan kemampuan menyelesaikan masalah di masa depan.

3. Memberikan pujian

Pujian yang tulus dan terarah merupakan bentuk penguatan positif yang efektif untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi anak. Ekspresi penghargaan pada usaha dan sikap anak dapat mendukung perkembangan perilaku sehat.

Analisis Child Trends mencatat bahwa di antara ayah yang tinggal bersama anak 6–11 tahun, 60 persen melaporkan memberi pujian setiap atau hampir setiap hari, dan 27 persen lainya memberi pujian 2–3 hari per minggu.

Frekuensi pujian cenderung menurun seiring bertambahnya usia anak. Untuk kelompok usia 12–18 tahun, 39 persen ayah melaporkan memberi pujian setiap atau hampir setiap hari, namun hampir semua ayah masih melaporkan memberi pujian setidaknya sebulan sekali.

4. Sering membujuk anak jalan-jalan

Mengajak anak berjalan-jalan atau melakukan aktivitas bersama punya manfaat ganda: meningkatkan kesehatan fisik sekaligus mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.

Sebagian besar ayah yang tinggal bersama anak melaporkan berjalan-jalan dengan anak tertua setidaknya sekali sebulan. Nyaris seperempat ayah dengan anak tertua berumur 6–11 tahun mengatakan mereka berjalan-jalan beberapa kali seminggu.

Ayah dengan anak yang lebih besar melaporkan frekuensi jalan-jalan yang lebih rendah; beberapa ayah yang anak tertuanya berumur 12–18 tahun mengatakan tidak pernah berjalan-jalan bersama dalam sebulan terakhir.

5. Menikmati makan berbareng keluarga

Makan bersama keluarga menjadi indikator keterlibatan ayah yang kuat dan terkait dengan berbagai manfaat, seperti peningkatan kualitas pola makan, penurunan risiko gangguan makan, serta lebih banyak kesempatan berbicara antaranggota keluarga.

Dalam analisis, mayoritas (82 persen) ayah yang tinggal bersama anak usia 6–11 tahun melaporkan makan bersama anak setiap atau hampir setiap hari dalam sebulan terakhir. Pola makan bersama ini cenderung menurun seiring bertambahnya usia anak.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads