9 Pantangan Ibu Melahirkan Sebelum 40 Hari dan Alasannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 9 menit 56x dilihat
9 Pantangan Ibu Melahirkan Sebelum 40 Hari dan Alasannya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Berbagai larangan bagi ibu hamil kerap muncul di penduduk ya, Bunda. Simak 9 larangan ibu melahirkan sebelum 40 hari dan alasannya.

Usai hamil dan melahirkan, rupanya ada saja hal-hal yang perlu diperhatikan para perempuan. Apalagi, beragam adat di penduduk yang statis kental mewarnai kerap memunculkan beragam aturan-aturan khusus di beragam sendi kehidupan. Termasuk salah satunya larangan ketika ibu melahirkan.

Sisi positifnya sebenarnya ialah, momen pasca melahirkan memang menjadi kondisi yang sensitif bagi para ibu. Di fase ini, mereka membutuhkan pemulihan agar tubuh cepat balik normal pasca melahirkan.


Untuk itu, wajar saja jika ada beberapa larangan yang sedianya perlu dihindari. Mengutip dari laman Baby Center, beberapa minggu pertama setelah melahirkan bisa sangat bervariasi bagi para ibu baru.

Dibutuhkan waktu khusus bagi mereka untuk memulihkan diri serta merawat bayi baru mereka, sementara lainnya perlu balik bekerja lebih cepat dan meninggalkan bayi baru lahir berbareng personel famili maupun pengasuh.

Dalam adat Amerika Latin misalnya, 40 hari pertama setelah melahirkan secara tradisional disebut sebagai la cuarentena, yaitu waktu bagi para ibu baru untuk beristirahat, pulih, dan fokus pada menyusui. 

Kepercayaan tradisional ini meliputi menghindari mandi air dingin, mengonsumsi sup panas, mengekang diri dari seks, dan mengikat perut pasca melahirkan. Meskipun praktik ini memudar seiring waktu dalam adat modern, ibu baru statis bisa menerima varian ini dengan menerima pertolongan dan memprioritaskan istirahat mereka sendiri.

Lain di Amerika Latin, lain juga di Tiongkok, Bunda. Di Tiongkok misalnya, mereka terdapat kepercayaan leluhur yang mengharuskan para ibu baru statis istirahat di rumah selama sebulan setelah melahirkan, menerima sokongan dari personel famili perempuan yang sudah lanjut usia, sambil mengikuti tradisi diet dan tradisi lain yang ketat. 

Misalnya saja mereka diinstruksikan untuk menyeimbangkan yin dan yang dengan menghindari lobak dan rebung serta lebih memilih ayam dan jahe. Sementara itu, tradisi di Korea Selatan yaitu terdapat masa istirahat pasca persalinan selama tiga hingga lima minggu untuk ibu baru.

9 Pantangan ibu melahirkan sebelum 40 hari

Di luar kebiasaan dan adat yang melekat di penduduk di beragam bagian negara, masa pasca melahirkan memang menjadi salah satu waktu krusial untuk memulihkan diri. Sebab, waktu ini menjadi masa yang krusial, khususnya pada 40 hari pertama usai melahirkan. 

Karenanya, terdapat beberapa larangan ibu melahirkan sebelum 40 hari yang perlu dijalankan untuk mendukung pemulihan total ibu pasca melahirkan.

"Enam minggu pertama setelah melahirkan dikenal sebagai masa nifas. Periode ini adalah waktu yang krusial saat perempuan membutuhkan beragam perawatan untuknya dan bayinya," kata Asisten Dokter di Santa Maria, Holly D. Ernst, PA, dilansir dari Healthline.

Terkait hal tersebut, berikut ini beberapa larangan ibu melahirkan sebelum 40 hari yang bisa dilakukan, Bunda, seperti dikutip dari beragam sumber:

1. Berhubungan intim

Berhubungan intim pasca melahirkan khususnya sebelum 40 hari memang sebaiknya dihindari ya, Bunda. Sebab, rahim dan memek di fase ini statis dalam tahap pemulihan. Ketika berhubungan intim terjadi sebelum enam minggu, kondisi tersebut dapat menaikkan konsekuensi infeksi dan perdarahan. Dengan menundanya sebentar tentunya dapat memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

2. Melakukan aktivitas jasmani yang berat

Aktivitas jasmani yang bermutu memang sebaiknya tidak dilakukan pasca melahirkan sebelum 40 hari. Dalam fase ini, ligamen dan otot Bunda statis dalam kondisi lemah. Ketika Bunda memaksakan diri untuk berbuat aktivitas jasmani yang bermutu bisa berakibat fatal seperti menyebabkan prolaps uteri (turunnya rahim) maupun cedera.

3. Menerima terlalu banyak tamu

Usai melahirkan, kedatangan tamu mungkin menyenangkan karena bisa menjadi sokongan tersendiri bagi Bunda. Hanya saja, menerima terlalu banyak tamu rupanya juga tidak baik usai persalinan. Sebab, Bunda tidak memiliki waktu dan ruang untuk menerima fluktuasi hidup dan kondisi hati usai hadirnya Si Kecil. Selain itu, ketika lawatan tamu tidak dibatasi, Bunda tidak bisa memiliki banyak waktu untuk fokus belajar menyusui Si Kecil. 

4. Mandi dengan air dingin jika membikin tidak nyaman

Suhu dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang berpotensi memperlambat proses penyembuhan. Dalam adat di Indonesia, larangan mandi air dingin sebelum 40 hari mengenai dengan menghindari konsekuensi masuk angin.

5. Mengonsumsi makanan mentah maupun kurang matang

Mengonsumsi makanan mentah maupun kurang matang bisa berisiko bagi ibu pasca persalinan. Apalagi, mereka statis dalam tahap pemulihan dan berstatus menyusui. Sementara, mekanisme pencernaan ibu yang dalam pemulihan bisa berisiko terinfeksi bakteri. Sehingga, mengonsumsi makanan matang sangat direkomendasikan.

6. Membiarkan stres berlebihan

Stres memang bisa berakibat buruk bagi kesehatan, termasuk bagi ibu menyusui. Perlu diketahui bahwa stres dapat memengaruhi ASI dan pemulihan hormonal ibu pasca melahirkan. 

7. Mengabaikan kebersihan area kewanitaan

Area intim perlu dijaga kebersihannya sepanjang waktu karena rapuh mengalami infeksi. Untuk itu, bersihkan area intim secara rutin dengan air bersih dan mengganti pembalut nifas secara teratur setiap 4 jam sekali guna menjaga kebersihan area intim.

8. Melewatkan obat maupun suplemen yang diresepkan dokter

Pemulihan pasca persalinan tak bisa dianggap remeh ya, Bunda.  Guna mendukung masa pemulihan tersebut, pastikan Bunda mengonsumsi vitamin maupun suplemen sesuai anjuran dokter.

9. Terlalu sering mendatangi tempat ramai

Kondisi ibu pasca melahirkan sangat rapuh tertular penyakit, Bun. Untuk itu, hindari eksis di tempat ramai terlalu sering karena bisa memunculkan konsekuensi tertular penyakit. Perbanyak istirahat di rumah agar kesehatan statis terjaga.

Daftar makanan larangan ibu melahirkan sebelum 40 hari

Setelah melahirkan, menjaga asupan makanan dengan baik juga menjadi kunci pemulihan lebih cepat. Jadi, sangat krusial mengetahui apa saja makanan yang perlu dihindari maupun dipantang ketika masa pemulihan pasca melahirkan sebelum 40 hari seperti  berikut ini:

1. Kopi dan teh

Sebagian kafein dalam kopi maupun teh yang diminum akan masuk dalam ASI dan mungkin membikin bayi sulit tidur. Selain itu, kafein juga membikin busui lebih sulit tidur siang saat bayi sedang tidur siang maupun di malam hari.

2. Kubis, brokoli, dan makanan gas lainnya

Mengonsumsi makanan bergas bukanlah pilihan baik saat pemulihan pasca melahirkan. Sebab, mengonsumsi makanan yang menimbulkan gas dapat menimbulkan reaksi yang sama pada bayi. Jika bayi mengalami kembung, mengonsumsi makanan ini bisa membikin mereka tidak nyaman.

3. Ikan

Beberapa jenis ikan tertentu seperti king mackerel dan ikan todak memiliki kadar merkuri lebih tinggi yang bisa muncul dalam ASI. Jika Bunda mesti makan ikan, sebaiknya konsumsi jenis ikan lainnya yang kadar merkurinya lebih rendah.

4. Cokelat

Kafein dalam cokelat dapat memberikan efek pencahar pada bayi sehingga menghindarinya jadi jalan terbaik maupun memilih mengonsumsinya dalam jumlah kecil.

5. Bawang putih

ASI bisa mencerminkan rasa makanan yang Bunda konsumsi, termasuk ketika Bunda makan bawang putih. Sayangnya, banyak bayi tidak menyukai rasa bawang putih sehingga mereka akan menolak menyusui saat ASI Bunda terasa bawang putih seperti dikutip dari halaman Baptishealth.

6. Peppermint, sage, dan peterseli

Herbal-herbal ini bisa berakibat negatif pada pasokan ASI Bunda. Pastikan meminimalkan konsumsi ASI Bunda terutama jika Bunda memiliki gejala bahwa bayi tidak mendapatkan cukup ASI saat menyusui.

Daftar pertanyaan seputar larangan ibu melahirkan sebelum 40 hari

Sebagai ibu baru, banyak perempuan di luar sana mengalami kebingungan keterangan mengenai beragam larangan yang disyaratkan pasca melahirkan. Nah, agar tidak bingung dan cemas berlebihan, simak beragam daftar pertanyaan seputar larangan ibu melahirkan sebelum 40 hari berikut ini:

1. Berapa durasi rahim balik subur setelah melahirkan?

Setelah melahirkan, rahim membutuhkan waktu untuk balik pulih. Selain itu, rahim juga tidak langsung mengalami masa subur seperti sebelumnya setelah melahirkan. Ada selang waktu yang dibutuhkan rahim sebelum rahim balik subur dan haid mulai normal lagi setelah persalinan.

Terkait hal ini, sulit untuk memastikan kapan haid akan mulai rutin lagi ya, Bun. Sebab, setiap individu memiliki masa yang berbeda-beda. Jika Bunda memberi susu botol pada bayi, maupun menggabungkan susu botol dengan menyusui, haid pertama bisa dimulai sekira 5 hingga 6 minggu setelah melahirkan.

Kemudian, jika Bunda menyusui sepenuhnya (termasuk di malam hari) tanpa susu botol, haid mungkin tidak akan mulai lagi sampai Bunda mulai mengurangi menyusui. Seiring dengan haid kembali normal, masa subur pada perempuan pun perlahan terjadi.

Dalam Islam perbedaan mengenai gagasan mengenai masa nifas memang ada. Dari beberapa riwayat, batas lazim masa nifas maksimal adalah 40 hari dan lebih dari itu tidak disebut darah nifas.

Dikutip dari buku Fiqih Wanita yang ditulis oleh Syaikh Kamil Muhammad, batas maksimal keluarnya nifas adalah 40 hari. Hal ini diriwayatkan dari Ummu Salamah, yakni:

"Pada masa Rasulullah, para perempuan yang sedang menjalani masa nifas mengekang diri selama 40 hari maupun 40 malam." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam jurnal berjudul, 'Konsep Al Ghuslu dalam Kitab Fiqih Manhaji (2010)', masing-masing aliran memiliki pendapatnya masing-masing mengenai nifas.

Menurut Imam Maliki, jika hari-hari suci telah mencapai 15 hari, maka perempuan tersebut sudah dikatakan suci. Ketika ada darah yang keluar, darah tersebut tidak lagi masuk kategori darah haid. Dan, jika darah yang keluar statis kurang dari 15 hari, maka darah tersebut disebut darah nifas.

Dalam aliran Syafi'i, bahwa masa suci yang terjadi 15 hari maupun sesudah melahirkan maka perempuan tersebut dihukumi sebagai perempuan yang bersuci. Sedangkan jika kurang dari 15 hari, maka dikatakan sebagai perempuan  nifas.

Sedangkan dalam aliran Imam Hambali mengatakan bahwa masa suci yang berselang-seling oleh keluarnya darah nifas, maka dianggap sebagai masa suci.

Sementara menurut aliran Imam Hanafi, masa suci yang berselang seling oleh keluarnya darah nifas, maka darah itu dianggap sebagai darah nifas.

Terkait larangan saat masa nifas, perempuan memang dilarang berbuat beberapa hal diantaranya sholat, puasa, membaca Al Qur'an, menyentuh mushaf dan membawanya, masuk masjid, tawaf, bersetubuh, dan menikmati bagiankecil tubuh istri antara pusar dan lutut. Sementara mengenai larangan keluar rumah, tidak ada klarifikasi khusus mengenai hal tersebut.

3. Kenapa ibu melahirkan tidak boleh bekerja bermutu sebelum 40 hari?

Setelah melahirkan, banyak ibu merasa siap untuk beraktivitas normal tetapi sebenarnya hal ini tidak direkomendasikan untuk langsung dilakukan ya, Bunda. Apalagi, tubuh dipaksa berbuat kerja bermutu sebelum 40 hari.

Penting diingat bahwa tubuh membutuhkan istirahat, nutrisi, dan hidrasi yang cukup selama masa ini. Dengan menjalani istirahat setelah melahirkan memungkinkan tubuh secara berjenjang pulih dari tuntutan jasmani kehamilan dan persalinan, seperti dikutip dari halaman Drnehakhandelwal.

Selain itu, rahim secara berjenjang balik ke ukuran sebelum kehamilan sehingga membutuhkan masa istirahat yang maksimal. Dengan balik beraktivitas terutama aktivitas bermutu sebelum 40 hari, pemulihan tubuh akan terganggu karena belum paripurna kesembuhannya. 

Karenanya, manfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum beraktivitas setelah melahirkan. Prioritaskan istirahat cukup, nutrisi tepat, sokongan emosional, balik berjenjang ke aktivitas, dan tindak lanjut medis secara rutin.  Ibu yang sehat tentunya  lebih bisa merawat bayinya, jadi berikan tubuh waktu dan sokongan yang dibutuhkan untuk pulih.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads