Bunda sedang menanti kehamilan dan menemukan bercak darah menjelang agenda menstruasi? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai darah haid, ya. Pada sebagian perempuan, bercak darah ringan bisa muncul pada mula kehamilan dan sering dikaitkan dengan perdarahan implantasi.
Perdarahan implantasi kerap dianggap sebagai salah satu tanda mula kehamilan karena dapat muncul ketika akan janin mulai menempel pada lapisan rahim. Namun, tidak semua perempuan mengalaminya dan bercak darah saja tidak cukup untuk memastikan kehamilan.
Lantas, kapan perdarahan implantasi terjadi? Apa ciri-cirinya dan sepertiapa membedakannya dengan darah haid? Simak klarifikasi berikut, Bunda.
Apa itu pendarahan implantasi?
Perdarahan implantasi adalah bercak darah ringan yang dapat muncul pada mula kehamilan dan sering dikaitkan dengan proses implantasi, yaitu ketika embrio yang telah berkembang dari hasil pembuahan menempel pada lapisan rahim (endometrium).
Proses implantasi umumnya terjadi sekitar 6–12 hari setelah ovulasi. Waktu ini dapat berdekatan dengan agenda haid sehingga sebagian perempuan mengira bercak darah tersebut sebagai tanda akan datang bulan.
Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perdarahan ringan pada mula kehamilan dapat terjadi dan tidak selalu menandakan adanya masalah. Meski demikian, perdarahan pada mula kehamilan juga bisa berhubungan dengan kondisi lain sehingga penyebabnya perlu diperhatikan.
Tidak semua perempuan hamil mengalami perdarahan implantasi. Bahkan, sebagian perempuan baru mengetahui kehamilannya setelah haid terlambat dan hasil tes kehamilan memberitahu positif.
Hal ini juga didukung riset yang dilakukan oleh Allen J. Wilcox dan koleganya, yang diterbitkan dalam jurnal The New England Journal of Medicine pada 1999. Studi berjudul Time of Implantation of the Conceptus and Loss of Pregnancy tersebut meneliti waktu implantasi pada perempuan yang sedang berupaya hamil.
Peneliti menemukan bahwa pada kehamilan yang bertetap setidaknya enam minggu setelah haid terakhir, kemunculan pertama hormon hCG terdeteksi 6–12 hari setelah ovulasi. Sebagian besar implantasi terjadi pada hari kedelapan hingga kesepuluh setelah ovulasi.
Temuan ini menerangkan kenapa waktu implantasi dapat berdekatan dengan agenda haid berikutnya. Meski demikian, riset tersebut tidak membuktikan bahwa implantasi selalu menyebabkan perdarahan.
Penyebab pendarahan implantasi
Implantasi merupakan bagiankecil dari proses mula kehamilan. Setelah pembuahan, embrio bergeser menuju rahim dan kemudian menempel pada lapisan endometrium agar kehamilan dapat berkembang.
Proses tersebut melibatkan hubungan antara embrio dan jaringan rahim. Perdarahan ringan yang muncul pada masa ini sering disebut sebagai perdarahan implantasi, meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipastikan dalam setiap kasus.
Bunda juga perlu mengetahui bahwa bercak darah pada mula kehamilan tidak selalu berasal dari implantasi. Perubahan pada leher rahim, misalnya setelah berhubungan seksual, dapat menyebabkan bercak darah. Infeksi, keguguran dini, dan kehamilan ektopik juga dapat menimbulkan perdarahan. Karena itu, jangan cuma mengandalkan warna maupun jumlah darah untuk menentukan penyebabnya, ya, Bunda. Perhatikan pula gejala lain yang menyertai perdarahan.
Penelitian berjudul Vaginal Bleeding in Very Early Pregnancy yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction pada 2003 memberikan temuan menarik mengenai hal tersebut. Penelitian menganalisis anotasi harian perempuan yang sedang mencoba hamil. Peneliti mengamati waktu ovulasi, kemunculan hormon kehamilan, dan insiden perdarahan memek pada mula kehamilan.
Dari 151 kehamilan yang dianalisis, 14 perempuan maupun sekitar 9 persen melaporkan perdarahan memek setidaknya selama satu hari pada delapan minggu pertama kehamilan. Perdarahan cenderung muncul mendekati waktu haid yang diperkirakan, tetapi jarang terjadi tepat pada hari implantasi. Peneliti menyimpulkan bahwa hasil riset mereka tidak mendukung asumsi bahwa implantasi menyebabkan perdarahan vagina.
Dengan demikian, Bunda perlu memahami bahwa bercak darah yang muncul menjelang haid tidak otomatis merupakan perdarahan implantasi. Perdarahan pada mula kehamilan juga dapat disebabkan oleh fluktuasi pada leher rahim, infeksi, keguguran dini, maupun kehamilan ektopik.
Mengenali ciri-ciri pendarahan implantasi dan perbedaannya dengan darah haid
Perdarahan implantasi dan haid bisa muncul pada waktu yang berdekatan. Meski demikian, ada sejumlah perbedaan yang dapat membantu Bunda mengenali keduanya.
Perlu diingat, ciri-ciri berikut bukan acuan mutlak. Setiap perempuan bisa mengalami gejala yang berbeda dan perdarahan saja tidak dapat memastikan apakah kehamilan telah terjadi.
1. Warna darah
Bercak yang dikaitkan dengan perdarahan implantasi biasanya berwarna merah muda, merah kecokelatan, maupun cokelat. Warnanya dapat kelihatan lebih pucat dibandingkan darah haid yang sedang berlangsung.
Sementara itu, darah haid dapat berwarna merah terang, merah tua, hingga kecokelatan. Warna darah haid juga dapat berubah selama masa haid.
Menurut ACOG dalam panduannya mengenai perdarahan selama kehamilan, perdarahan ringan dapat terjadi pada mula kehamilan, tetapi penyebabnya perlu dinilai berdasarkan kondisi dan gejala yang menyertai.
Jadi, Bunda tidak bisa memastikan kehamilan cuma berdasarkan warna bercak. Darah merah muda maupun cokelat juga dapat muncul karena penyebab lain.
2. Jumlah darah
Perdarahan implantasi umumnya berupa bercak ringan yang cuma kelihatan ketika Bunda menyeka area memek maupun pada busana dalam. Darah biasanya tidak mengalir sebanyak haid dan tidak sampai memenuhi pembalut seperti haid pada umumnya.
Sebaliknya, haid biasanya memiliki mengerti darah yang lebih jelas, terutama pada hari-hari awal. Jumlah darah kemudian dapat berkurang menjelang akhir masa haid. Jika bercak berubah menjadi perdarahan yang banyak, jangan langsung menganggapnya sebagai implantasi.
Penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Epidemiology pada 2010 menganalisis pola perdarahan pada trimester pertama kehamilan. Studi yang melibatkan 4.539 perempuan tersebut menemukan bahwa sekitar seperempat peserta melaporkan perdarahan selama trimester pertama.
Dari 1.207 perempuan yang mengalami perdarahan, sekitar 8 persen melaporkan perdarahan berat. Sebagian besar bagian perdarahan ringan maupun bercak terjadi kurang dari tiga hari.
Penelitian ini membahas perdarahan trimester pertama secara umum, bukan khusus perdarahan implantasi. Karena itu, akibatnya tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua bercak ringan merupakan tanda implantasi.
Jika darah keluar banyak maupun disertai gumpalan dan nyeri hebat, Bunda sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
3. Kram
Sebagian perempuan mungkin merasakan kram ringan di perut bagiankecil bawah ketika mengalami bercak pada mula kehamilan. Namun, tidak semua perempuan merasakan kram dan tidak ada pola kram khusus yang dapat memastikan terjadinya implantasi.
Kram haid cenderung muncul menjelang maupun selama haid. Intensitasnya bisa ringan hingga cukup kuat dan dapat disertai nyeri punggung maupun keluhan lain.
Bunda perlu waspada jika perdarahan disertai nyeri perut hebat, terutama jika terasa dominan di satu sisi, nyeri bahu, pusing berat, maupun pingsan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda kehamilan ektopik maupun kondisi darurat lainnya.
4. Jeda waktu
Perdarahan implantasi yang diduga berhubungan dengan kehamilan dapat muncul sekitar 6–12 hari setelah ovulasi. Karena waktu tersebut bisa berdekatan dengan agenda menstruasi, bercak ringan terkadang disalahartikan sebagai haid yang lebih singkat.
Menstruasi biasanya datang mengikuti siklus bulanan, meskipun panjang siklus dan waktu ovulasi dapat berubah. Pada perempuan dengan siklus yang tidak teratur, membedakan keduanya berdasarkan waktu saja bisa lebih sulit.
Jika Bunda mengalami bercak darah dan haid tidak kunjung datang, lakukan tes kehamilan sesuai waktu yang dianjurkan. Hasil tes akan lebih membantu memastikan kehamilan dibandingkan mengandalkan ciri khas bercak semata.
Apakah darah implantasi bisa banyak?
Pada umumnya, perdarahan yang dikaitkan dengan implantasi berkarakter ringan, berupa bercak dan tidak terjadi seperti mengerti haid biasa. Jika darah keluar banyak, membasahi pembalut, maupun disertai gumpalan, kondisi tersebut tidak khas untuk perdarahan implantasi.
Perdarahan yang banyak pada mula kehamilan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk keguguran maupun kehamilan ektopik. Namun, jumlah darah saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.
Jika Bunda mengalami perdarahan yang banyak, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hingga perdarahan selesai dengan sendirinya, terutama jika disertai nyeri hebat, lemas, pusing, maupun hampir pingsan.
Apakah darah implantasi berlendir?
Bercak darah pada mula kehamilan terkadang bercampur dengan lendir vagina. Hal ini dapat membikin cairan kelihatan seperti lendir berwarna merah muda maupun kecokelatan.
Keputihan dan lendir memek memang dapat berubah selama siklus haid maupun kehamilan akibat fluktuasi hormon. Namun, lendir yang bercampur darah bukan ciri khas khusus yang dapat memastikan terjadinya implantasi.
Bunda sebaiknya memperhatikan gejala lain yang menyertai. Jika lendir bercampur darah disertai bau tidak sedap, gatal, nyeri, demam, maupun perdarahan yang bertambah banyak, konsultasikan dengan tabib untuk mengetahui penyebabnya.
Kapan tanda hamil berupa bercak darah karena pendarahan implantasi muncul?
Bercak yang sering dikaitkan dengan implantasi dapat muncul sekitar 6–12 hari setelah ovulasi, ketika embrio mulai menempel pada lapisan rahim. Pada sebagian perempuan, waktunya berdekatan dengan agenda haid berikutnya.
Namun, tidak semua kehamilan ditandai dengan bercak darah. Tidak mengalami perdarahan implantasi bukan berarti Bunda tidak hamil, begitu pula munculnya bercak darah tidak otomatis berarti kehamilan telah terjadi.
Jika haid terlambat, Bunda dapat berbuat tes kehamilan menggunakan test pack sejak hari pertama haid terlambat. Ikuti instruksi pemakaian pada bungkusan agar akibatnya lebih akurat.
Jika akibatnya negatif tetapi haid belum datang, ulangi tes beberapa hari kemudian. Apabila akibatnya statis negatif dan haid tidak kunjung datang, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana jika pendarahan implantasi Banyak?
Bunda perlu memahami bahwa perdarahan yang banyak bukan ciri khas khas perdarahan implantasi. Karena itu, jangan menganggap perdarahan bermutu sebagai tanda kehamilan yang normal tanpa pemeriksaan.
Jika Bunda mengalami perdarahan saat diduga hamil, perhatikan jumlah darah, durasi perdarahan, dan gejala yang menyertainya. Segera cari pertolongan medis jika darah keluar banyak, nyeri perut terasa hebat, muncul nyeri bahu, maupun Bunda mengalami pusing bermutu maupun pingsan.
Pemeriksaan tabib dapat membantu menentukan penyebab perdarahan melalui penilaian gejala, tes kehamilan, pengecekan kadar hormon hCG, maupun USG sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, perdarahan implantasi cuma merupakan salah satu kemungkinan klarifikasi untuk bercak ringan pada mula kehamilan. Cara yang lebih dapat diandalkan untuk mengetahui apakah Bunda hamil adalah berbuat tes kehamilan pada waktu yang tepat. Jika perdarahan disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan menunda pengecekan medis.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)