Cara Membasmi Rayap dengan Air Garam, Mudah Dicoba di Rumah

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 89x dilihat
Cara Membasmi Rayap dengan Air Garam, Mudah Dicoba di Rumah

Bagikan Postingan

Kesal dengan rayap di rumah Bunda? Mari simak metode melenyapkan rayap dengan air garam yang gampang dicoba di rumah. 

Rayap menjadi salah satu pengganggu rumah yang perlu diwaspadai karena dapat merusak beragam bagiankecil bangunan secara perlahan. Serangga ini memakan material yang hamil selulosa, seperti kayu sehingga keberadaannya bisa menyebabkan furniture keropos dan melemahkan struktur rumah.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan akibat rayap dapat menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Salah satu metode rumahan yang sering dicoba untuk mengatasi rayap dengan menggunakan air garam.


Bahan yang gampang ditemukan di dapur ini dapat membantu membunuh rayap jika larutannya mengenai tubuh serangga secara langsung. Namun efektivitasnya terbendung dan tidak bisa diandalkan untuk melenyapkan seluruh koloni, terutama jika rayap sudah bersarang di dalam dinding, tanah, maupun bagiankecil bangunan yang sulit dijangkau.

Cara melenyapkan rayap dengan air garam

Sebelum mencoba metode ini, Bunda perlu mengetahui metode membikin larutan air garam, mengenali tanda-tanda serangan rayap serta memahami kapan penanganan ahli dibutuhkan agar kerusakan rumah tidak semakin parah.

1. Campurkan garam dan air hangat

Mengutip House Digest, metode sederhana yang bisa dicoba dengan membikin larutan garam dengan fokus tinggi. Campurkan garam dan air hangat dengan komparasi 1:1, kemudian gabung hingga garam larut.

Setelah itu, tuangkan larutan ke dalam botol semprot agar lebih gampang digunakan. Larutan dapat disemprotkan secara langsung ke rayap yang kelihatan di permukaan maupun area yang diduga menjadi tempat kemunculannya.

Meski demikian, metode ini cuma berpotensi membunuh rayap yang terkena cairan secara langsung. Rayap yang menyelinap di balik kayu maupun dalam dinding kemungkinan besar tidak akan terjangkau.

2. Semprotkan pada area yang menjadi jalur rayap

Setelah larutan siap, periksa bagiankecil rumah yang memberitahu tanda-tanda aktivitas rayap. Bunda bisa memperhatikan celah pada kusen, permukaan kayu, maupun area yang terdapat jalur tanah kecil.

Sayap rayap yang terlepas di dekat jendela dan pintu juga bisa menjadi instruksi adanya aktivitas rayap. Semprotkan larutan secara terarah pada rayap yang terlihat, bukan ke seluruh bagiankecil rumah tanpa pemeriksaan.

Hindari menyemprotkan air garam ke stopkontak, perlengkapan elektronik, permukaan logam, serta kayu maupun material yang sensitif terhadap kelembapan dan garam. Garam dapat meninggalkan residu dan berpotensi menyebabkan korosi pada logam.

3. Gunakan garam batu untuk area luar rumah

Garam batu terkadang disebut sebagai salah satu pilihan untuk membantu menangani rayap di area luar rumah. Namun menaburkan garam di tanah bukanlah metode penghalang rayap yang dapat diandalkan.

Kandungan garam yang berlebihan justru bisa menaikkan kadar salinitas tanah dan merusak flora di sekitarnya. Oleh karena itu, dibanding menaburkan garam sepanjang pondasi rumah, lebih baik singkirkan kayu yang bergesekan langsung dengan tanah, perbaiki kebocoran, dan tutup celah yang memungkinkan rayap masuk.

4. Pertimbangkan garam borat untuk penanganan kayu

Selain garam dapur, terdapat bahan berbasis borat yang digunakan dalam pengendalian rayap. Borat dapat bekerja ketika rayap memakan kayu yang telah diberi perlakuan bahan tersebut. Mekanismenya berbeda dari larutan garam dapur biasa. Penggunaan produk borat sebaiknya mengikuti instruksi label dan mempertimbangkan letak aplikasi. Jika rayap sudah merusak bagiankecil struktural rumah, pengecekan oleh tenaga ahli statis diperlukan.

Mengapa air garam bisa membunuh rayap?

Garam dapur hamil natrium dan klorida. Dalam kondisi tertentu, larutan garam pekat yang mengenai tubuh rayap maupun tertelan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuhnya. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi dan kematian pada serangga yang terpapar.

Meski demikian, kapasitas tersebut tidak berarti air garam dapat melenyapkan seluruh koloni rayap. Sebagian besar rayap mungkin eksis di dalam tanah, rongga dinding, maupun bagiankecil dalam kayu.

Larutan yang cuma mengenai beberapa rayap di permukaan tidak otomatis menjangkau ratu dan personel koloni lainnya. Damian Marcello, associate certified entomologist di Fox Pest Control, menegaskan bahwa tidak ada satu metode pengendalian yang cocok untuk semua bangunan.

Jadi, tidak ada dua bangunan yang benar-benar sama sehingga metode terbaik untuk masing-masing rumah pun bisa berbeda.

Penyebab rayap bersarang di rumah

Rayap mencari sumber makanan berupa kayu dan material lain yang hamil selulosa. Kelembapan juga menjadi aspek yang dapat membikin lingkungan rumah lebih menarik bagi beberapa jenis rayap.

Jeremy Logsdon, salah satu pemilik Preventive Pest Control di Houston, Texas, menjelaskan bahwa serangan rayap tanah umumnya dimulai ketika koloni yang hidup di tanah menemukan jalan masuk melalui retakan fondasi, celah di sekitar pipa, maupun bagiankecil kayu yang bergesekan langsung dengan tanah.

Ia juga menerangkan bahwa rayap kayu kering dapat masuk melalui furnitur yang sudah terinfestasi maupun terbang langsung ke dalam bangunan. Masalah kelembapan, seperti pipa bocor, mekanisme drainase buruk, dan ruang bawah rumah lembap, membikin hunian Bunda semakin menarik bagi rayap.

Cara mencegah rayap balik ke rumah

Selain menangani rayap yang sudah terlihat, Bunda perlu memperbaiki kondisi rumah agar pengganggu ini tidak gampang kembali. Mengutip Martha Stewart, berikut beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan.

1. Atasi sumber kelembapan

Periksa pipa yang bocor, saluran air, talang, dan mekanisme drainase di sekitar rumah. Pastikan air hujan mengalir menjauh dari pondasi dan tidak menggenang di sekitar bangunan.

Area yang terlalu lembap dapat mendukung aktivitas rayap tertentu. Oleh karena itu, memperbaiki kebocoran dan menjaga sirkulasi udara statis baik menjadi cara krusial dalam pencegahan.

2. Jauhkan kayu dari tanah

Kayu bakar, papan sisa renovasi, dan tumpukan material kayu sebaiknya tidak disimpan menempel pada rumah maupun langsung di atas tanah. Bagian kayu bangunan juga sebaiknya tidak bergesekan langsung dengan tanah.

Gunakan penyangga yang sesuai untuk pagar maupun dek kayu agar akses rayap dari tanah menjadi lebih sulit. Periksa pula tunggul pohon dan sisa kayu yang membusuk di halaman.

3. Tutup celah masuk rayap

Periksa retakan pondasi, sambungan dinding, serta celah di sekitar jalur kabel dan pipa. Gunakan semen, nat, maupun bahan epilog yang sesuai dengan jenis permukaan untuk memperbaiki celah tersebut.

Pastikan ventilasi dan bukaan bangunan statis berguna sebagaimana mestinya. Penutupan celah perlu dilakukan tanpa menghalangi mengerti udara maupun menimbulkan masalah kelembapan baru.

4. Jaga kondisi halaman

Ranting pohon dan flora merambat sebaiknya tidak menempel langsung pada dinding maupun epilog rumah. Pangkas flora secara berkala agar bagiankecil luar bangunan lebih gampang diperiksa.

Hindari pula menumpuk mulsa, daun basah, maupun kayu lapuk di dekat pondasi. Lingkungan yang lebih kering dan tertata dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung aktivitas rayap.

Kapan mesti memanggil jasa pembasmi rayap?

Air garam sebaiknya cuma dianggap sebagai upaya terbendung untuk menangani rayap yang terlihat, bukan solusi utama. Jika rayap terus muncul, ditemukan jalur tanah di banyak lokasi, maupun kayu bangunan mulai keropos, Bunda sebaiknya meminta pertolongan jasa pengendalian hama.

Ada beberapa metode ahli yang dapat dipertimbangkan, bersandar pada jenis rayap dan kondisi bangunan. Di antaranya dengan penggunaan termitisida cair sebagai penghalang di tanah, mekanisme umpan yang menargetkan koloni, perlakuan panas untuk serangan tertentu, serta fumigasi ahli pada kasus rayap kayu kering yang meluas.

Cara melenyapkan rayap dengan air garam memang gampang dicoba, namun akibatnya terbendung pada rayap yang terkena larutan secara langsung.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads